Lewat gathering bertajuk For Every Mom: Body, Life & Recovery, Garmin Indonesia mengajak perempuan, khususnya para ibu, untuk lebih memahami energi dan kebutuhan pemulihan tubuh. Wellness gathering ini dirancang untuk membantu ibu modern menghadapi dinamika antara pekerjaan, keluarga, dan kesejahteraan diri.
Melalui For Every Mom: Body, Life & Recovery, Garmin menghadirkan ruang bagi perempuan untuk lebih memahami tubuh dan menjaga kesehatannya melalui tiga dimensi utama: Body, Life, dan Recovery. Inisiatif ini menekankan bahwa menjaga kesehatan tidak hanya tentang seberapa aktif kita bergerak, tetapi bagaimana kita mengelola energi dan memberi ruang untuk pemulihan.
“Kami ingin mengajak para ibu untuk melihat self-care bukan sebagai pilihan, tetapi sebagai kebutuhan. Kesehatan bukan hanya tentang aktivitas fisik, tetapi bagaimana kita mengelola energi, kualitas tidur, dan tingkat stres. Dengan pemahaman ini, perempuan dapat menjalani setiap perannya dengan lebih seimbang dan berkelanjutan,” ujar Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia.
Memahami Perubahan, Mengelola Energi, dan Memberi Ruang untuk Pemulihan
Saat ini, peran ibu berkembang jauh melampaui peran tradisional. Mereka adalah profesional, pengasuh, partner, sekaligus pemimpin dalam berbagai aspek kehidupan. Di tengah berbagai tanggung jawab tersebut, banyak perempuan mulai merasakan perubahan pada kualitas tidur, tingkat energi, hingga beban stres, terutama ketika memasuki usia akhir 30-an hingga 40-an. Kondisi ini sering kali terabaikan, padahal menjadi fondasi penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang.
Sebagai sebuah wellness gathering, For Every Mom: Body, Life & Recovery menghadirkan pengalaman yang tidak hanya informatif, tetapi juga reflektif dan aplikatif. Peserta diajak untuk memahami bagaimana menjaga keseimbangan tubuh, kehidupan, dan pemulihan melalui sesi diskusi bersama para ahli, antara lain Alvina Olivia seorang Behavior-Led Nutrition Coach, Vishal Dasani yang berprofesi sebagai Sleep & Recovery Coach dan Aristiwidya Bramantika yang merupakan seorang Leadership Transformation Strategist.
Dalam sesi “Leading Without Losing Yourself”, Aristiwidya Bramantika mengingatkan bahwa dalam ritme hidup yang serba cepat, banyak perempuan terus “berjalan” tanpa memberi ruang untuk berhenti.
“Banyak perempuan tanpa sadar terus berjalan tanpa memberi ruang untuk berhenti. Padahal, kemampuan untuk berhenti sejenak adalah bagian penting dari kepemimpinan diri,” ujar Aristiwidya.
Alvina Olivia, melalui sesi “Thriving Through Hormonal Change”, juga menyoroti bagaimana perubahan hormon dalam berbagai fase kehidupan perempuan turut mempengaruhi energi, emosi, kualitas tidur, hingga kemampuan tubuh untuk pulih. Ia menjelaskan bahwa fluktuasi hormon bukanlah hambatan, melainkan sinyal alami dari tubuh yang perlu dikenali dan direspons dengan lebih bijak.
Pemahaman ini diharapkan dapat membantu tiap perempuan membangun hubungan yang lebih sehat dengan dirinya sendiri. Pada akhirnya mereka tidak akan lagi terjebak dalam tuntutan untuk selalu produktif, melainkan lebih menjalankan peran dan aktivitasnya dengan lebih seimbang.
Sejalan dengan hal tersebut, Vishal Dasani dalam sesi “Why Recovery is the Missing Link in Mom’s Health” menekankan bahwa berhenti sejenak tidak hanya tentang istirahat secara fisik, tetapi memastikan tubuh benar-benar masuk ke fase pemulihan — baik secara fisik maupun mental.
Vishal juga menjelaskan bahwa tidur saja tidak selalu cukup untuk mencapai recovery yang optimal. Recovery mencakup spektrum yang lebih luas, dan tidur hanya merupakan salah satu toolkit-nya. Dan untuk mendapatkan recovery fisik, mental dan emosional yang optimal, kita perlu memanfaatkan seluruh toolkits yang ada.
Teknologi yang Membantu Perempuan Lebih Sadar akan Tubuhnya
Sebagai bagian dari ekosistem wellness, Garmin menghadirkan berbagai fitur yang membantu pengguna memahami kondisi tubuh secara real-time — mulai dari kualitas tidur, tingkat energi, hingga stres — sehingga pengguna dapat lebih sadar kapan perlu bergerak dan kapan perlu beristirahat.
“Pendekatan ini mendorong peserta untuk melihat data bukan sekadar angka, melainkan sebagai refleksi kondisi tubuh yang membantu menentukan kapan harus beraktivitas dan kapan tubuh membutuhkan pemulihan,” jelas Vishal.
Selain sesi diskusi, Garmin juga menghadirkan pengalaman interaktif yang memperkaya perjalanan peserta dalam memahami diri mereka. Reset Session menjadi ruang bagi peserta untuk beristirahat dan melakukan relaksasi melalui teknik pernapasan, sementara The Unspoken Wall mengajak peserta mengekspresikan beban mental yang sering kali tidak terlihat.
Mendorong Kebiasaan Wellness yang Lebih Sadar dan Berkelanjutan
Lebih dari sekadar acara, For Every Mom: Body, Life & Recovery menjadi momentum bagi Garmin untuk mendorong perubahan pola pikir bahwa menjaga kesehatan adalah bagian integral dari kehidupan sehari-hari, bukan sesuatu yang dilakukan sesekali. Inisiatif ini merupakan perwujudan dari semangat ‘Women of Endurance’, sebuah kampanye yang mengapresiasi ketangguhan luar biasa para ibu dalam menavigasi berbagai peran dan tuntutan fisik serta mental setiap harinya.
Melalui sesi reset movement, peserta diajak untuk merasakan langsung manfaat gerakan ringan dan teknik pernapasan dalam membantu tubuh dan pikiran kembali seimbang. Aktivitas ini merupakan praktik sederhana yang dapat diintegrasikan ke dalam rutinitas harian, terutama bagi ibu dengan jadwal yang padat.
For Every Mom: Body, Life & Recovery juga membuka ruang koneksi melalui sesi networking yang mempertemukan komunitas ibu, praktisi wellness, mitra, serta pengguna Garmin. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan sosial yang menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan mental dan emosional.
Melalui pendekatan yang lebih human-centric, Garmin tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga membantu perempuan memahami ritme tubuhnya — agar dapat menjalani setiap peran dengan lebih seimbang dan berkelanjutan.














