ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Laporan F5: Tak Lagi Sekadar Eksperimen, 78% Perusahaan Kini Jalankan AI Inference sebagai Operasi Inti

Fauzi
10 June 2026 | 10:50
rubrik: Research
Lindungi Pelanggan dari Ancaman Baru, F5 Kenalkan Solusi Post-Quantum Cryptography

Ilustrasi, Image: F5

Share on FacebookShare on Twitter

F5 merilis laporan tahunan State of Application Strategy (SOAS) terbaru. Dalam laporan ini terungkap bahwa kecerdasan buatan (AI) telah melewati ambang batas kritis: teknologi ini bukan lagi sekadar inisiatif eksperimental, melainkan telah menjadi beban kerja tahap produksi (production workload) yang menuntut kedisiplinan operasional yang ketat, setara dengan sistem krusial lainnya.

Penelitian yang didasarkan pada tanggapan dari ratusan pemimpin IT dan keamanan korporasi di seluruh dunia, menunjukkan bahwa 78% organisasi (50% di wilayah Asia Pasifik, China dan Jepang – APCJ) kini menjalankan AI inference secara mandiri—sebuah indikasi yang kuat bahwa perusahaan lebih mengutamakan aspek kendali ketimbang kenyamanan, mengingat posisi AI yang semakin sentral dalam operasional bisnis mereka.

Temuan ini muncul di momen yang sangat penting. Dengan 93% organisasi (87% di kawasan APCJ) beroperasi di berbagai platform cloud (multicloud) dan 86% mendistribusikan aplikasi-aplikasi mereka di lingkungan hybrid multicloud (di APCJ, 91% beroperasi di beberapa data center on-premises, dan 87% menggunakan beberapa layanan colocation), kompleksitas dalam menghadirkan dan mengamankan workload AI telah mencapai titik balik (inflection point).

“AI telah berubah dari tahap eksperimentasi ke tahap operasional. Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah perusahaan akan menggunakan AI, melainkan apakah mereka dapat menjalankannya secara andal, aman, dan dalam skala besar,” ujar Kunal Anand, Chief Product Officer di F5. “Data tahun ini menunjukkan pergeseran yang jelas: AI inference kini menjadi bagian inti dari bisnis, yang berarti penyediaan AI kini menjadi tantangan manajemen lalu lintas jaringan, dan keamanan AI kini menjadi tantangan tata kelola serta pengendalian. Perusahaan-perusahaan yang memahami pergeseran ini sejak dini akan menjadi entitas yang mampu bergerak lebih cepat dan lebih aman.”

Menurut Surung Sinamo, Country Manager F5 Indonesia, “Tantangan saat ini bukan lagi sekadar menjalankan AI model, melainkan juga mengamankan lalu lintas AI inference, mengelola identitas agen AI yang semakin banyak, dan menegakkan policy keamanan yang konsisten di seluruh lingkungan hybrid multicloud tanpa menimbulkan area blind spot dalam operasional. Seiring dengan semakin tersebarnya workload AI, kontrol keamanan bergeser lebih dalam ke layer prompt, token, API, dan identitas. Hal ini membuat visibilitas yang terpadu serta tata kelola AI menjadi sangat krusial bagi organisasi di Indonesia untuk mengembangkan AI secara aman, andal, dan patuh terhadap ekspektasi regulasi yang terus berkembang.”

BACA JUGA:  Waspada AI Makin Jadi Sasaran Ancaman Kejahatan Siber

Berikut temuan utama dari laporan tahun 2026.

AI adalah realitas operasional, bukan sekadar eksperimen
AI bukan lagi sekadar eksperimen yang mencolok atau agenda masa depan; teknologi ini telah menjadi realitas operasional yang terintegrasi secara mendalam dengan capaian bisnis sehari-hari. Saat ini, organisasi mengoordinasikan rata-rata tujuh AI model dalam tahap produksi, di mana 77% di antaranya melaporkan bahwa inference—yaitu menjalankan model yang telah dilatih untuk menghasilkan output—telah menjadi aktivitas AI yang paling dominan, melampaui tahap pembuatan dan pelatihan model. Organisasi di kawasan APCJ menggunakan rata-rata 3 hingga 4 AI model dalam tahap produksi, dengan 65% di antaranya memanfaatkan AI untuk otomatisasi operasional secara real-time.

Pergeseran ini menekankan pentingnya tata kelola operasional pada sistem AI, yang memperlakukan inference sebagai workload terkelola dan berbasis policy, terintegrasi ke dalam stack aplikasi, serta tunduk pada tuntutan arsitektur, keamanan, dan skalabilitas yang sama seperti sistem produksi lainnya.

Strategi AI-as-a-service sudah dianggap berisiko
Strategi AI-as-a-service secara luas telah diakui memiliki risiko tinggi dan tidak sejalan dengan realitas perusahaan modern. Hanya 8% organisasi di seluruh dunia yang sepenuhnya bergantung pada layanan AI publik. Sebagian besar organisasi justru tengah membangun portofolio model yang beragam, suatu langkah yang membutuhkan sistem routing, mekanisme fallback (cadangan), serta policy control (kendali kebijakan) yang canggih guna mengelola aspek biaya, akurasi, dan availability.

Hybrid multicloud adalah standar penyediaan yang baru
Hal ini mencerminkan tren yang lebih luas dalam operasional multicloud dan lintas-lingkungan, di mana 93% perusahaan memanfaatkan pengaturan multicloud dan 86% menjalankan aplikasi di lingkungan on-prem (lokal), public cloud, dan colocation. Demikian pula, workload AI membutuhkan routing, mekanisme fallback, serta kendali kebijakan yang canggih untuk mengoptimalkan biaya, akurasi, dan availability. Strategi penyediaan, keamanan, dan tata kelola yang terpadu di seluruh lingkungan kini menjadi hal yang sangat penting untuk mengatasi kerumitan atau kompleksitas dalam deployment AI dan aplikasi yang canggih.

BACA JUGA:  Survei Salesforce: AI Bakal Makin Dominan Tangani Kasus Layanan Pelanggan di Indonesia

Meskipun mengatasi kerumitan akibat infrastruktur yang beragam itu juga sangat penting, hal itu harus dibarengi dengan kontrol yang presisi di setiap environment boundaries untuk memastikan integrasi yang berjalan mulus, penegakan policy yang lebih konsisten, dan strategi keamanan yang terpadu. Keseimbangan ini mengurangi silo, meminimalkan gangguan operasional, dan mempertahankan tata kelola dalam skala besar, sehingga memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan biaya, akurasi, dan availability, sekaligus memaksimalkan potensi sepenuhnya dari sistem hybrid multicloud mereka dalam deployment AI dan aplikasi.

Keamanan dan tata kelola AI kini menjadi kebutuhan sistemik
Seiring dengan masuknya sistem AI ke dalam tahap produksi dalam skala penuh, aspek keamanan telah menjadi prioritas utama di seluruh lini korporasi. Laporan tersebut menunjukkan bahwa 88% organisasi telah menghadapi berbagai tantangan keamanan yang berkaitan dengan AI, sementara 98% lainnya tengah bersiap mengadopsi agentic AI—yaitu sistem otonom yang membutuhkan identitas, permission (hak akses), serta guardrails (koridor pengaman) layaknya pengguna manusia.

Di kawasan APCJ, sebanyak 54% organisasi menempatkan tingginya biaya workload AI sebagai tantangan utama, sementara lebih dari separuhnya (51%) mengantisipasi tantangan yang muncul dari pertumbuhan pesat identitas agen yang terkait dengan agentic AI. Hal ini menggeser perimeter keamanan ke layer prompt, token, dan identitas, sehingga model-model tradisional tidak lagi memadai dan menjadikan tata kelola di setiap lapisan sebagai suatu keniscayaan.

Layer prompt dan token: Titik kendali yang menggerakkan penyediaan AI

Laporan ini juga mengungkap pergeseran yang signifikan dalam pengelolaan workload AI, di mana kendali beralih ke prompt, token, dan API. Hampir 29% organisasi (33% di kawasan APCJ) mengidentifikasi layer prompt sebagai mekanisme penyediaan yang utama, sementara 23% (~23% di APCJ) memprioritaskan layer token untuk penyediaan dan keamanan. Tata kelola pada layer-layer ini merupakan kunci untuk mengoptimalkan biaya, kinerja, dan keamanan, sehingga memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan dibandingkan dengan mereka yang hanya berfokus pada infrastruktur.

BACA JUGA:  Bukan Sekadar Slogan, #BreakALimit di Acer Day 2025 Jadi Cermin Komitmen Acer

Mengapa hal ini penting
Laporan State of Application Strategy 2026 menyajikan perspektif berbasis data mengenai berbagai kekuatan yang tengah membentuk kembali lanskap teknologi korporasi: operasionalisasi AI yang berlangsung cepat, sifat permanen dari lingkungan hybrid multicloud, serta lanskap ancaman yang terus berkembang yang menuntut adanya paradigma baru terkait keamanan dan pengendalian.

Tingkat AI maturity (kematangan AI) tengah berkembang pesat menjadi sebuah indikator terukur bagi ketahanan operasional dan posisi kompetitif. Organisasi yang berinvestasi pada aspek observability, autentikasi, dan kendali terpadu di setiap lingkungan operasional AI akan menjadi entitas yang mampu mentransformasikan potensi AI menjadi bisnis value yang berkelanjutan.

Tags: Agentic AIAIF5Generative AI
Previous Post

Dibekali Teknologi AI, itel A200 Rilis di Indonesia Harga Rp1 Jutaan

Next Post

Cisco Umumkan Agentic Platform untuk Operasikan dan Lindungi Infrastruktur IT

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cisco Umumkan Agentic Platform untuk Operasikan dan Lindungi Infrastruktur IT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PDAM Intan Banjar Gunakan Teknologi IoT untuk Deteksi Tekanan Distribusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Studi: 80% Masyarakat Rasakan Tekanan Biaya Hidup, Literasi Keuangan Jadi Kunci Ketahanan Finansial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik Gamer Modern, Acer Kenalkan Laptop Gaming Ultimate ‘Predator Helios 18 AI’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto