ItWorks.id-IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) terus memperkuat perannya sebagai gerbang logistik internasional dengan menambah layanan pelayaran langsung (direct connectivity) rute internasional. Kali ini ditandai dengan pelayanan perdana South China Indonesia Service milik Gold Star Line yang dilakukan di Terminal Operasi 3 Internasional, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Kehadiran layanan South China Indonesia Service milik Gold Star Line menambah konektivitas langsung (direct connectivity) dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju sejumlah pelabuhan strategis di Negeri Tirai Bambu.
Layanan tersebut resmi beroperasi melalui sandarnya kapal MV AS Carolina yang perdana, di Terminal Operasi 3 Internasional IPC TPK, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 8 Juni 2026. Kapal ini menjadi maiden voyage atau pelayaran perdana dalam rute yang menghubungkan pelabuhan Yantian, Xiamen, dan Nansha di Tiongkok Selatan dengan Jakarta dan Surabaya sebagai pusat distribusi di Indonesia.
Plt Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPC TPK, Yanuar Evyanto, mengatakan, penambahan layanan baru ini merupakan bagian dari upaya memperkuat jaringan logistik intra-Asia yang terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas perdagangan regional.“IPC TPK terus memastikan kesiapan infrastruktur, fasilitas terminal, serta keandalan layanan operasional guna menghadirkan pelayanan yang efisien, aman, dan tepat waktu bagi perusahaan pelayaran global maupun pengguna jasa,” ujar Yanuar.dalam rilis pers, di Jakarta, baru-baru ini.
MV AS Carolina merupakan kapal petikemas berbendera Portugal dengan spesifikasi panjang kapal (Length Overall/LOA) 222 meter dan lebar kapal (Beam) 30 meter. Dalam pelayanan perdananya di IPC TPK, kapal tersebut berhasil merampungkan kegiatan bongkar muat sebanyak 1.209 boxes.
Kehadiran South China Indonesia Service turut memperluas konektivitas langsung Indonesia dengan kawasan industri utama di Tiongkok Selatan yang selama ini menjadi salah satu pusat manufaktur global. Layanan ini diharapkan dapat memberikan alternatif distribusi yang lebih kompetitif sekaligus mendukung kelancaran rantai pasok bagi pelaku usaha nasional.
Sebelumnya, IPC TPK juga telah melayani South China Java X-Press (SCJX) milik X-Press Feeders yang terhubung dengan kawasan Tiongkok Selatan. Kehadiran layanan baru ini mencerminkan tingginya aktivitas perdagangan dan kebutuhan akan konektivitas logistik antara Indonesia dan Tiongkok yang terus berkembang.
Dengan dukungan operasional 24/7 serta penguatan digitalisasi layanan kepelabuhanan, IPC TPK optimistis dapat mengakomodasi pertumbuhan arus perdagangan bilateral Indonesia–Tiongkok yang terus berkembang. “Kami berharap layanan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif bagi kelancaran arus barang, penguatan perdagangan kedua negara, serta peningkatan daya saing logistik nasional,” pungkasnya.














