ItWorks.id- PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat kinerja positif pada lima bulan pertama tahun 2026 dengan membukukan arus petikemas (throughput) sebesar 1.492.721 TEUs hingga mei. Angka tersebut meningkat 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 1.406.875 TEUs.
Pertumbuhan trafik petikemas tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas logistik dan perdagangan yang terus berlangsung di berbagai wilayah operasional perusahaan. Kinerja positif ini juga mencerminkan peran strategis terminal petikemas dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan rantai pasok nasional.
Pada Mei 2026 saja, IPC TPK mencatat total arus petikemas sebesar 333.146 TEUs atau tumbuh 4 persen dibandingkan Mei 2025 yang mencapai 320.109 TEUs. Peningkatan tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas distribusi barang serta perdagangan internasional menjelang pertengahan tahun.
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan kesiapan fasilitas dan layanan operasional menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran arus logistik di tengah meningkatnya trafik petikemas.“Peningkatan aktivitas logistik selama Mei 2026 mendorong optimalisasi layanan terminal di seluruh area kerja IPC TPK. Kesiapan operasional menjadi kunci utama agar arus barang tetap berjalan lancar, aman, dan efisien,” ujar Daniel dalam rilis pers (15/06/2026), di Jakarta.
Pertumbuhan Merata di Berbagai Area Operasi
Secara bulanan, pertumbuhan trafik petikemas terjadi di hampir seluruh wilayah operasional IPC TPK. Area Panjang mencatat pertumbuhan tertinggi pada Mei 2026 dengan kenaikan 18,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Posisi berikutnya ditempati Area Jambi yang tumbuh 15,4 persen.
Sementara itu, dua terminal utama di Pelabuhan Tanjung Priok juga menunjukkan kinerja positif. Area Tanjung Priok 1 mencatat pertumbuhan sebesar 5,5 persen, sedangkan Area Tanjung Priok 2 tumbuh 5,8 persen secara tahunan.Jika dilihat secara kumulatif sepanjang Januari hingga Mei 2026, Area Tanjung Priok 1 menjadi kontributor pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 9,7 persen. Disusul Area Panjang yang tumbuh 7,4 persen dan Area Tanjung Priok 2 sebesar 5,6 persen. Selain itu, Area Pontianak mencatat pertumbuhan sebesar 3 persen, sedangkan Area Jambi meningkat 1,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Didukung Konektivitas Pelayaran Internasional
Keberhasilan IPC TPK mempertahankan tren pertumbuhan trafik petikemas juga didukung oleh penguatan konektivitas pelayaran internasional. Pada Mei 2026, perusahaan mulai melayani layanan pelayaran baru South China Java X-Press (SCJX) yang dioperasikan oleh X-Press Feeders.
Layanan tersebut menghubungkan Indonesia dengan kawasan China Selatan dan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi barang serta memperkuat hubungan perdagangan antara kedua negara.
Kehadiran rute baru tersebut dinilai mencerminkan tingginya aktivitas perdagangan dan meningkatnya kebutuhan konektivitas logistik antara Indonesia dan Tiongkok yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Pertumbuhan trafik petikemas IPC TPK juga sejalan dengan tren positif perdagangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia selama periode Januari hingga April 2026 mencapai 92,15 miliar dolar AS atau tumbuh 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas ekspor nasional turut memberikan dampak positif terhadap pergerakan petikemas di berbagai terminal yang dikelola IPC TPK.
Ke depan, IPC TPK menyatakan akan terus memperkuat efisiensi layanan, meningkatkan kesiapan operasional, serta memperluas konektivitas pelayaran guna mendukung kelancaran rantai pasok nasional dan pertumbuhan perdagangan internasional.“Melalui peningkatan kualitas layanan dan operational excellence secara konsisten, IPC TPK optimistis dapat terus memberikan kontribusi positif bagi ekosistem logistik nasional dan seluruh mitra pengguna jasa,” tutup Daniel.














