ItWorks.id- Lintasarta, perusahaan penyedia solusi end-to-end di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT), mencatatkan posisi sebagai perusahaan ICT nasional pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi ISO/IEC 42001:2023 untuk Artificial Intelligence Management System (AIMS) dari TÜV SÜD Indonesia.
Sertifikasi tersebut menjadi landasan bagi Lintasarta dalam mengelola risiko dan tata kelola kecerdasan buatan (AI) secara sistematis, seiring meningkatnya pemanfaatan AI dalam layanan digital dan operasional bisnis perusahaan.
TÜV SÜD Indonesia menyebut, cakupan sertifikasi Lintasarta mencakup tiga peran sekaligus, yakni sebagai AI provider, developer, dan user. Cakupan tersebut meliputi penyediaan GPU Services dan LLM Services serta pengembangan dan pengoperasian AI-powered virtual assistant untuk layanan pelanggan.
President Director & CEO Lintasarta Armand Hermawan mengatakan, sertifikasi ISO/IEC 42001:2023 bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi bagian dari upaya membangun kapabilitas AI yang bertanggung jawab.
Menurutnya, semakin besar kapabilitas AI yang dibangun, semakin besar pula tanggung jawab yang menyertainya. Karena itu, Lintasarta memperkuat governance, risk management, accountability, dan continuous improvement dalam pengembangan dan pemanfaatan AI.“Governance bukan untuk menghambat inovasi. Justru governance yang baik memberikan pagar pengaman agar inovasi AI dapat berkembang lebih terarah dan terukur,” ujar Armand dalam rilis pers (05/10/2026), di Jakarta.
Penerapan responsible AI di Lintasarta mencakup sejumlah aspek, antara lain keamanan, privasi dan perlindungan data, akurasi, fairness, intellectual property, compliance, serta reputasi perusahaan.
President Director TÜV SÜD Indonesia Yuan Handayana mengatakan, sertifikasi tersebut menunjukkan pentingnya tata kelola AI yang tidak hanya berorientasi pada inovasi teknologi, tetapi juga pengelolaan risiko dan kepercayaan pemangku kepentingan.
Proses sertifikasi meliputi gap assessment, penyusunan kebijakan dan prosedur, manajemen risiko AI, implementasi kontrol hingga audit internal. Audit sertifikasi dilakukan dalam dua tahap, yakni Stage 1 readiness review dan Stage 2 certification audit, dengan hasil tanpa temuan minor maupun major.
Lintasarta menegaskan sertifikasi ini sebagai fondasi untuk terus memperkuat AI risk and impact management serta AI culture and capability. Upaya tersebut menjadi bagian dari integrasi connectivity, cloud, cybersecurity, dan collaboration-AI melalui Lintasarta Intelligent Core untuk mendukung transformasi industri dan kedaulatan digital nasional.














