ItWorks.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Samosir, bersama dengan Pemerintah Inggris melalui Kementerian Luar Negeri dan Pembangunan Inggris (UK FCDO) meresmikan Pompa Air Tenaga Surya (PATS), Sabtu (3/10) lalu.
Dengan penerapan PATS ini kebutuhan air untuk pertanian bagi masyarakat Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara akan semakin terpenuhi. Penerapan PATS di Samosir ini menjadi salah satu upaya penggunaan energi terbarukan yang mendukung agenda pembangunan rendah karbon Indonesia.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Samosir, bersama dengan Pemerintah Inggris melalui Kementerian Luar Negeri dan Pembangunan Inggris (UK FCDO) meresmikan PATS ini pada Sabtu (3/10).
“Pembangunan rendah karbon menjadi nyata ketika manfaatnya sampai ke tingkat tapak dan dirasakan langsung oleh masyarakat. PATS di Samosir menunjukkan bagaimana energi bersih dapat dimanfaatkan untuk memperkuat produksi pangan, mengurangi biaya usaha tani, sekaligus mendukung pengurangan emisi. Pembelajaran dari Samosir ini penting untuk memastikan bahwa inovasi pembangunan tidak berhenti pada percontohan, tetapi dapat dikembangkan dan direplikasi di daerah lain,” ujar Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A.A. Teguh Sambodo dalam keterangan resminya.
PATS ini dibangun sebagai bagian dari Program Low Carbon Development Initiative Phase II (LCDI2) yang diinisiasi sejak tahun 2023-2027. Desa Sibonor Ompu Ratus memiliki sawah tadah hujan seluas 82 hektare yang digarap 749 petani. PATS yang memanfaatkan energi surya untuk sistem irigasi ini diproyeksikan mampu meningkatkan produksi padi dari sekitar 50 ton menjadi 150 ton per tahun. PATS juga menggantikan pompa berbahan bakar Pertalite sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 10,18 ton CO₂eq per tahun.
Peter Rajadiston, UK Minister-Counsellor (Development) to Indonesia, Timor-Leste, and ASEAN mengatakan: “Perubahan iklim menghadirkan tantangan yang semakin besar bagi sektor pertanian di banyak negara, termasuk Indonesia, seiring dengan meningkatnya risiko kekeringan dan dampak fenomena El Niño terhadap ketersediaan air. Melalui Low Carbon Development Initiative (LCDI), Inggris bangga mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam menghadirkan solusi yang membantu masyarakat beradaptasi terhadap tantangan tersebut. Pompa Air Tenaga Surya di Samosir menunjukkan bagaimana energi bersih dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, dan sekaligus mengurangi emisi. Inisiatif ini merupakan contoh nyata dari Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia dalam mendorong aksi iklim, transisi energi, dan pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.”
Kegiatan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan PATS di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu sebagai lokasi pengembangan PATS berikutnya. PATS di desa ini direncanakan akan melayani sekitar 73 hektare lahan dan memberikan manfaat bagi 903 petani. Pemanfaatan energi surya ini juga diharapkan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 7,34 ton CO2e per tahun.
Inisiasi ini menunjukkan bahwa agenda pembangunan rendah karbon dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PPN/Bappenas, Pemerintah Inggris, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas dukungan pembangunan PATS di Samosir. Ia menilai pemanfaatan energi terbarukan untuk irigasi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan petani, sekaligus mendukung pembangunan yang ramah lingkungan dan rendah karbon. Pemerintah Kabupaten Samosir juga berkomitmen memastikan fasilitas tersebut dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan bersama masyarakat.
“Pengalaman di Samosir ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi pelaksanaan pembangunan rendah karbon di daerah lain, sekaligus menunjukkan manfaat nyata kerja sama Indonesia dan Inggris,” ujar Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Nizhar Marizi.














