ItWorks.id- Transformasi digital yang dilakukan oleh PT TASPEN (Persero) mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB). Keberhasilan digitalisasi ini dinilai mampu meningkatkan kecepatan dan kepastian waktu layanan bagi Aparatur Sipil Negara serta purnabakti.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan, teknologi bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan layanan yang cepat, terintegrasi, pasti, dan benar-benar menjawab kebutuhan ASN. Transformasi digital TASPEN harus menjadi bagian dari upaya menghadirkan negara yang lebih mudah, dekat, dan responsif bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga memasuki masa purnabakti.
“Transformasi digital adalah cara agar negara hadir lebih mudah, lebih dekat dan lebih responsive terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Menteri Rini dalam Closing Remarks pada Rapat Kerja Nasional TASPEN Tahun 2026 di Jakarta, (6/10/2026) dilansir dalam siaran pers, baru-baru ini.
Dalam konteks transformasi pelayanan TASPEN mulai terlihat melalui pengembangan TASPEN Online Service (TOS) yang mengintegrasikan berbagai layanan peserta dalam satu sistem. Layanan tersebut antara lain mencakup kartu digital, pelacakan pengajuan, klaim online, layanan pension, hingga estimasi manfaat tabungan hari tua (THT) dan pensiun.
Perlu diketahui layanan TASPEN menunjukan perkembangan positif. Data hingga Mei 2026 mencatata 99, 97 persen klaim diselesaikan paling lambat H+1. Sementara pada periode Januari hingga Mei 2026, 81 persen pengajuan klaim dilakukan melalui kanal online dengan jumlah lebih dari 260 ribu pengajuan.
Menurut Menteri Rini nilai capaian tersebut menunjukan perubahan pengalaman pengguna terutama dari sisi kecepatan dan kepastian waktu pelayanan. Bagi ASN yang memasuki masa purnabakti, kepastian tersebut menjadi bagian penting dari pelayanan publik yang memberikan rasa aman.“Keberhasilan transformasi digital tidak cukup diukur dari banyaknya aplikasi maupun fitur yang tersedia, ukuran utamanya adalah sejauh mana teknologi mampu meningkatkan pengalaman dan kepuasan masyarakat” ujarnya.
Lebih lanjut, Menteri Rini mendorong agar layanan TASPEN tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem digital manajemen ASN yang terintegrasi. Kementerian PANRB bersama instansi terkait tengah mengembangkan Platform Digital Manajemen ASN yang mencakup berbagai layanan, termasuk jaminan sosial, jaminan pensiun, dan jaminan hari tua.
Menteri Rini juga menekankan bahwa seluruh inovasi dan teknologi yang dikembangkan harus kembali pada tujuan utama, yaitu memastikan ASN dan purnabakti memperoleh perlindungan serta pelayanan yang berkualitas.“Inovasi TASPEN harus selalu berpusat pada manusia. Teknologi canggih hadir bukan menyingkirkan empati, melainkan melipatgandakan jangkauan kita ‘Melayani dengan Hati’, agar setiap ASN dapat menjalani masa purnabakti yang mandiri, sehat, dan sejahtera,” pungkasnya.














