Reporter: Busthomi
Editor: Teguh IS
Proses transformasi digital di PT Taspen (Persero) terus mengalami perkembangan siginifikan dengan sederet inovasi yang digelar setiap tahunnya. Terlebih dengan adanya pandemi Covid-19, proses digitalisasi di perusahaan yang mengelola dana pensiun Aparatur Sipil Negara (ASN) itu pun kian matang.
Itu terlihat dari beragam aplikasi yang dikembangkan perseroan. Baik aplikasi untuk internal perusahaan serta aplikasi untuk pelayanan ke nasabahnya, kalangan ASN yang aktif maupun kalangan pensiunan.
Menurut Feb Sumandar, Direktur SDM dan TI Taspen, proses digitalisasi menjadi keniscayaan, mengingat Taspen mengelola dana publik yang begitu besar. Dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan IT Security yang andal.
“Saat ini, kami mengelola total asset Taspen yang mencapai Rp256 triliun. Ini menjadi modal kami untuk memberikan pelayanan ke 6,8 juta peserta terdiri dari 4,1 juta ASN aktif dan 2,7 juta pensiunan. Kondisi ini juga menjadi prasyarat kami untuk bisa menggelar digitalisasi,” kata Feb dalam proses Penjurian TOP Digital Awards 2021, secara virtual, 09/11/2021.
Ia menuturkan, proses transformasi digital di Taspen selaras visi perseroan yaitu menjadi perusahaan asuransi sosial dan dana pensiun yang unggul, terpercaya dan berkelanjutan demi mewujudkan kesejahteraan peserta untuk meningkatkan nilai ekonomi dan sosial Indonesia.
Serta misinya, memastikan terwujudnya layanan terbaik dan investasi yang andal serta kepemimpinan inovasi bisnis dan transformasi digital dengan didukung oleh sumber daya manusia yang Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Adapun TI Taspen punya visi menjadi unit TI bertaraf internasional yang mampu mendukung dan mengembangkan bisnis Taspen. Dengan mengusung misi yaitu Transformation, Adaptive and Agile, Service Excellence, Professional, Enabler, Networking.
Kepada dewan juri, Feb pun menjelaskan pengertian masing-masing misi TI Taspen. “Transformation, mendukung transformasi digital dalam era Industri 4.0; Adaptive and Agile, TI mendukung kemampuan perusahaan untuk menghadapi perubahan secara responsive dan adaptif; Service Excellence, memberikan layanan IT yang melebihi ekspektasi.
Selanjutnya, Professional yaitu mengembangkan sumber daya TI yang optimal dan SDM TI yang berintegritas, kompeten, dan inovatif; Enabler, TI menjadi faktor penggerak pengembangan bisnis dan penerapan Governance, Risk & Compliance; terakhir, Networking, TI mendukung pengembangan, integrasi, dan kolaborasi internal dan mitra kerja melaui konektivitas.
“Jadi dalam proses digital transformation ini kita sudah melakukan penggunaan teknologi untuk mengubah proses bisnis menjadi serba digital. Terlebih saat pandemi, proses digital ini telah mendukung operasional perusahaan di era pandemi ini. Namun begitu, kita tetap memperhatikan security-nya, karena seiring kondisi serba digital, security menjadi concern utama,” tegas Feb.
Baca: Taspen Optimalkan Digitalisasi untuk Jadi Perusahaan Asuransi Sosial dan Dana Pensiun yang Unggul
Aplikasi untuk Layanan Peserta
Digitalisasi Taspen, terang Feb, diawali pada tahun 2018 dan hingga saat ini terus berbenah untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi terbaik lainnya demi memberikan pelayanan terbaik kepada para pesertanya.
Taspen Care, dikembangkan tahun 2018, layanan terintegrasi dari Taspen yang dapat digunakan peserta Taspen baik aktif maupun pensiunan untuk menyampaikan pertanyaan dan keluhan, download formulir pengajuan klaim, mengetahui jadwal mobil layanan Taspen, dan berisi kamus ketaspenan.
Taspen Otentikasi, dikembangkan tahun 2019, aplikasi untuk otentikasi agar pensiunan memperoleh kemudahan dalam mengambil uang pensiun. Jika pensiunan memiliki kendala terkait penggunaan perangkat smartphone untuk otentikasi, ia masih bisa datang langsung ke mitra bayar bank atau pos.
SimGaji, dikembangkan tahun 2019, berupa aplikasi host to host Pemda dengan Taspen. Aplikasi ini merupakan bentuk kepedulian Taspen kepada Pemerintah Daerah dalam hal pengelolaan gaji PNS daerah.
DES (Digital Enterprise Service), dikembangkan tahun 2021, aplikasi operasional proses bisnis perusahaan berupa layanan sistem aplikasi berskala enterprise yang dapat mengakomodir operasional proses bisnis perusahaan pada fungsi enterprise data management, dan layanan pemasaran.
TOOS (Taspen One Hour Service) dikembangkan tahun 2021, layanan terintegrasi untuk peserta Taspen seperti pengajuan e-Klaim, pencetakan dapem bulanan, E-SPT pensiun, Taspen Care, status otentikasi, dan merchant.
IMMI (Integrated Management and Monitoring Investment) dikembangkan tahun 2021, sistem aplikasi investasi perusahaan. Aplikasi ini terintegrasi yang berfungsi sebagai media analisa, transaksi, reporting, dan dashboard untuk memonitoring kegiatan investasi perusahaan.
“Ini sangat penting terutama di era saat ini, mengingat yield dari perusahaan seperti Taspen ini menjadi sangat krusial dan critical. Sebab, di satu sisi kita harus ada manfaat benefit dari investasi tapi ada kecenderungan yield semakin turun, maka perlu ada sistem aplikasi, sehingga keputusan investasi menjadi sangat penting untuk meng-cover benefit peserta,” jelas Feb.
Data Visualization, baru dikembangkan tahun 2021, menampilkan data perusahaan dalam bentuk grafis atau visual.
Aplikasi Business Support
Selain sederet aplikasi untuk pelayanan peserta, Taspen juga sudah menggunakan berbagai aplikasi sebagai dukungan menjalan operasional bisnis, antara lain e-office, e-GCG, SAP, sistem manajemen kerja, website Taspen, e-Arsip, Asset Management System (AMS), SIPS (sistem informasi pengurusan surat), e-learning, Sistem Manajemen Audit, e-hukum, e-budgeting, e-PPD, TJSL system, Taspen easy, e-Procurement, Aplikasi Sekper, Aplikasi SOP, New e-Dapem (Digitalisasi Pelayanan Pembayaran Pensiun), Helpdesk, sistem pelaporan gratifikasi, dan Three Line of Defense.
Untuk aplikasi operasional bisnis yang tengah dikembangkan adalah Human Capital, CORPU (Corporate University), Otomasi Laporan Keuangan, Security Management System, serta pengembangan Big Data Analytics.
“Adapun untuk aplikasi core business application-nya, ada dua yang masih dalam tahap pengembangan, yaitu Taspen Mobile dan Sistem Aktuaria dan ALMA (Asset Liability Management). Dan semua itu akan terkoneksi dengan TDES dan sudah menggunakan SAP (Sistem Application Processing),” Feb menuturkan.
Selain sederet aplikasi, Taspen juga sudah memiliki infrastruktur IT yang sudah digunakan dan ada yang sedang dalam pengembangan.
Untuk infrastruktur IT yang sudah digunakan sejak tahun 2020 lalu adalah Application Centric Infrastructure (ACI), Single Sign On dan Data Integration.
“Di tahun ini, kami masih menggarap infrastruktur IT seperti SD WAN, Data Leakage Prevention, Privileged Access Management, dan API Management,” terang Feb.
Sementara, terkait dengan Governance, Readiness, dan IT Maturity-nya, menurut Feb, kondisinya sudah matang untuk menuju Industry 4.0. “Framework Cobit 4.1 skornya 3,48, lalu framework INDI 4.0 dengan skor 3,16. Juga ada Framework NIST & ISO/IEC 27001:2013. Dan untuk IT Maturity yakni Framework Cobit 5 dan perubahan Masterplan IT yang masih on progress,” tutupnya.
Baca: TOP DIGITAL Awards 2019: PT Taspen Kembangkan Aplikasi DILAN Pensiun














