Jakarta, Itech – Allah menciptakan manusia dengan kekurangan dan kelebihan sehingga tidak ada manusia yang sepenuhnya sempurna. Manusia selalu membutuhkan orang lain untuk melengkapinya.
Meskipun punya harta berlimpah, Bill Gates (Pendiri dan Mantan CEO Microsoft) mengakui dirinya bukanlah sosok yang sempurna bahkan ia mengungkapkan beberapa kelemahan di dalam hidupnya.
Gates mengungkap ia sangat lemah dalam hal perekrutan orang dan memanajemen perusahaan. Karena itu, Gates akan meminta orang lain untuk melakukannya.
“Aku selalu endatangkan orang untuk membangun tim,” katanya kepada seorang audiens ketika dalam sesi tanya jawab dengan Gates dan istrinya Melinda yang apa kelemahan Gates dalam hal menjalankan Microsoft dulu dan yayasan amalnya.
“Saya tidak jago jualan dan akuntasi. Dua pekerjaan itu sangat tidak menarik bagiku. Jadi, jika sesuatu tidak menarik bagimu, mungkin kamu tidak akan bagus di bidang itu. Jadi kami membawa banyak orang untuk hal-hal semacam itu,” ucapnya seperti dikutip CNBC.
Sebaliknya, Gates juga mengungkap keunggulannya dalam hal teknis. “Mungkin aku terbaik di hal-hal tentang isu sistem yang kompleks atau soal visi, bagaimana hal-hal akan berkembang,” paparnya.
Bukan Lagi Terkaya
Jeff Bezos (Pendiri dan CEO Amazon) resmi menjadi orang terkaya di dunia menggeser Bill Gates (Pendiri dan Mantan CEO Microsoft), menyusul meningkatnya nilai saham Amazon lebih dari 11 persen.
Peningkatan saham itu melambungkan Bezos untuk kedua kalinya jadi orang terkaya di dunia menurut Bloomberg dan Forbes.
Sebelumnya, Bezos pernah menyalip Gates walaupun hanya sebentar. Namun saat ini, jarak kekayaan mereka cukup lebar sehingga Gates tidak bisa melampaui Bezos lagi dalam waktu dekat.
Menurut Forbes, jumlah kekayaan Bezos mencapai USD 93,1 miliar atau Rp1.265 triliun. Sedangkan, kekayaan Gates berada di kisaran USD 90 miliar atau Rp 1.222 triliun seperti dikutip CNBC.
Bezos yang kini berusia 53 tahun mendirikan Amazon sebagai toko buku online pada 1994. Pria berkepala pelontos itu sukses mengembangkan Amazon hingga menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia.
Pasar saham memperkirakan Amazon akan terus berkembang dengan kuat untuk beberapa tahun ke depan sebagai sosok dominan di industri e-commerce. Bahkan, bisnis Amazon bisa menjalar ke area lain seperti grosir, drone, dan televisi.
Meskipun kekayaan Gates di bawah Bezos, Gates masih lebih jauh melangkah di bidang kemanusiaan. Gates sudah menyumbangkan donasi dengan total 35,7 miliar dolar AS ke yayasan miliknya untuk kemanusiaan. Hal itu berarti Gates masih akan jadi orang terkaya jika saja uangnya tidak disumbangkan.














