Jakarta, Itech – Facebook menyebarluaskan koneksi internet ke pelosok sempat dianggap kandas saat proyek Aquila dihentikan. Namun ternyata, ambisi Facebook masih belum habis karena Facebook menggarap sebuah satelit yang akan menggantikan peran Aquila.
Proyek satelit yang bernama Athena ini dapat menjadi infrastruktur broadband di masa mendatang yang membawa koneksi Internet ke daerah sulit yang dijangkau kabel serat optik.
Athena akan mengorbit untuk pertama kalinya pada awal 2019 tetapi Facebook belum bisa memastikan kapan tepatnya dan di stasiun mana satelit ini akan diluncurkan.
“Meskipun, kami tidak memiliki banyak materi untuk dibagikan mengenai proyek-proyek khusus ini, kami percaya teknologi satelit akan menjadi pendukung penting dari infrastruktur broadband generasi mendatang. Sehingga memungkinkan untuk membawa konektivitas broadband ke daerah pedesaan di mana penetrasi internet kurang atau bahkan tidak ada,” kata juru bicara Facebook seperti dikutip Wired
Dengan adanya proyek ini, Facebook kini mengekor SpaceX dan OneWeb yang sebelumnya telah lebih dahulu mengembangkan satelit pembawa internet. SpaceX sendiri bahkan sudah mulai meluncurkan 12.000 satelit ke orbit pada Februari lalu.
Mark Zuckerberg (CEO Facebook) sangat berambisi untuk menyebarluaskan koneksi broadband hingga daerah yang sulit untuk meningkatkan jumlah pengguna Facebook.
Facebook telah membatalkan pengembangan drone Aquila karena memiliki kelemahan di bagian strukturnya. Kelemahan itu terungkap setelah penyelidik keselamatan transportasi di AS mengatakan tengah melakukan investigasi.
Dengan satelit ini, Facebook akan menyebarluaskan internet bisa menjangkau skala yang lebih luas.
Berbeda dengan proyek drone Aquila yang kala itu terbatas kendala teknis dan regulasi penerbangan.














