Kementerian Komunikasi dan Informatika mengungkapkan banyak Base Transceiver Station (BTS) yang tidak berfungsi pasca gempa bumi mengguncang di Sulawesi Tengah.
Pemerintah terkendala pasokan listrik dan daya baterai cadangan sudah habis serta tidak bisa mendukung kebutuhan operasional BTS.
Pemerintah mengungkapkan daearh yang BTS mengalami kendala tersebar di wilayah: Kabupaten Banggai, Kabupaten Poso, Donggala, Tolitoli, Kabupaten Buol, Kabupaten Morowali, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Tojo Una-Una, dan Kota Palu.
Saat ini, upaya pemulihan jaringan telekomunikasi di beberapa lokasi masih terkendala proses koordinasi dan adanya dampak tsunami.
Pemerintah dan operator telekomunikasi terus melakukan upaya pemulihan jaringan dengan melakukan segment transmisi Palu-Gorontalo, pemulihan koneksi IPBB, serta reroute Toli-Toli, Poso, dan Luwuk dari Palu ke Manado.
Telkomsel
Gempa bumi dan tsunami yang mengguncang Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah membuat jaringan telekomunikasi terputus.
Saat ini Telkomsel terus berusaha memulihkan layananan telekomunikasi di Donggala dan Palu untuk kembali normal.
“Saat ini layanan komunikasi suara di-backup menggunakan sistem komunikasi radio Telkom Group. Layanan komunikasi di wilayah gempa tersebut mengalami penurunan kualitas layanan akibat terputusnya pasokan Listrik PLN,” kata Denny Abidin (GM External Corporate Communication Telkomsel).
Telkomsel telah mengirimkan tim teknis yang berupaya maksimal dengan membawa mobile power sebagai perangkat penunjang catuan listrik untuk keperluan proses recovery infrastruktur jaringan komunikasi.
“TelkomGroup dan Telkomsel telah mengirimkan bantuan tim teknis untuk mempercepat pemulihan layanan telekomunikasi TelkomGroup dari dan menuju Palu. Kami memohon maaf atas ketidaknyaman yang terjadi,” ucapnya.
XL Axiata
Operator telekomunikasi XL Axiata menyatakan jaringannya aman dan dapat digunakan di Donggala dan Palu.
“Alhamdulillah kondisi jaringan kami aman, hanya beberapa site di Sulteng yang terganggu karena pasokan listrik yang dimatikan paska gempa,” kata Tri Wahyuningsih (Group Head Corporate Communication XL Axiata).
“Sementara jaringan di Sulbar terpantau normal. Kami akan terus memantau kondisi di sana,” ujarnya.














