ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Pemerintah: Industri Operator Telko RI Sudah Tidak Sehat

adam
7 May 2019 | 11:00
rubrik: Telco
Palapa Ring Sudah Saling Terintegrasi Sebelum 17 Agustus 2019
Share on FacebookShare on Twitter

Banyaknya operator telekomunikasi di tanah air telah membuat industri tidak sehat. Hal ini terlihat dari kinerja keuangan dan kontribusi sektor telekomunikasi pada perekonomian yang terus menurun. Hal inilah yang membuat pemerintah mendorong konsolidasi sektor telco.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pihaknya sebenarnya berharap konsolidasi sudah terjadi pada 2016. Konsolidasi ini tujuannya untuk menyehatkan industri.

“Saat ini angka-angka yang ditunjukkan sektor telco sudah tidak sehat. Pada 2015-2016 kontribusi sektor media dan telekomunikasi capai 2 digit dari PDB. Sekarang kontribusi sudah sentuh angka 7%,” ujar Rudiantara dalam sebuah diskusi di Jakarta.

Menurut Rudiantara, ada dua hal yang harus diperbaiki pelaku telco. Pertama, perbaikan pendapatan (top line) untuk mendorong ini berkaitan dengan harga (price) dan volume.

“Sekarang masyarakat digiring operator untuk layanan tak bayar terus yang buat price kita terendah kedua di ASEAN. Kalau menuju ke harga murah-murah terus ya repot. Operator harus siap dari mana pelihara jaringannya,” jelas Rudiantara.

Baca: Menkominfo Dorong Konsolidasi Industri Telekomunikasi

Kedua, biaya. Pengendalian biaya harus dilakukan, biaya perusahaan telco tanah air lebih mahal dari negara-negara di Asia sementara infrastruktur kalah dari Singapura, Malaysia bahkan Vietnam.

“Dari segi cost kita bisa atur sama-sama dengan dana USO (universal service obligation) itu sekitar Rp 3 triliun dan dana Bakti Rp 6 triliun,” jelasnya.

Rudiantara mengatakan EBITDA pelaku industri sekarang ini rata-rata besar 40% padahal dulu 45%. Hanya Telkomsel yang memiliki EBITDA 50%.

“5% EBITDA kalau dikonversi ke revenue (margin absolut) sekitar Rp 8 triliun. Artinya kita kehilangan segitu untuk meningkatkan daya bangun industri,” terang Rudiantara.

Telkomsel Komentari Wacana Isu Konsolidasi Operator

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah angkat suara soal wacana konsolidasi operator seluler yang belakangan santer terdengar. Ririek mengatakan pihaknya mendukung rencana konsolidasi operator seluler selama masih sesuai aturan. Ririek menyebut sejatinya konsolidasi itu hanya menggabungkan perusahaan sehingga operator menjadi berkurang dan jumlahnya rasional.

BACA JUGA:  Telkomsel Migrasi Jaringan 4G di Ratusan Kota Mulai Juli 2022

“Telkomsel mendukung sesuai aturan. Konsolidasi berdasarkan Undang-Undang menyatukan satu atau lebih perusahaan jadi satu perusahaan sehingga jadi berkurang dan rasional,” ucap Ririek.

Menyoal kepemilikan spektrum frekuensi, Ririek belum memberikan sikap secara tegas. Namun ia tak menampik jika isu kepemilikan spektrum pasca kesepakatan konsolidasi menjadi salah satu isu yang menjadi permasalahan.

Pemerintah: Industri Operator Telko RI Sudah Tidak Sehat
Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah

“(Konsolidasi) bukan melalui menyatukan spektrum atau network sharing karena belum diizinkan. Jangan sampai konsolidasi berdampak pada penumpukan spektrum di salah satu operator” imbuhnya.

Selain mempermasalahkan spektrum, Ririek menegaskan, pemerintah juga perlu membuat formulasi konsolidasi operator. Ketika disinggung soal kemungkinan Telkomsel mengakuisi perusahaan lain, Ririek menegaskan pihaknya belum memiliki rencana tersebut.

“Belum ada rencana akuisisi perusahaan lain karena ada rambu-rambu yang harus dipatuhi dan tidak melanggar,” ucapnya

XL Minta Pemerintah Selesaikan Regulasi untuk Konsolidasi Antar Operator

Operator seluler XL Axiata menyatakan siap untuk mengikuti semua ketentuan yang diberikan oleh pemerintah.

Menurut Group Head Corporate Communication XL Axiata, Tri Wahyuningsih, XL pun mendorong pemerintah agar segera mengeluarkan aturan terkait konsolidasi agar operator dapat mempersiapkan strategi bisnis jika konsolidasi tersebut benar-benar dilakukan.

“XL mendukung kalau pemerintah segera mengeluarkan aturan terkait merger dan akuisisi, karena supaya lebih ada kejelasan untuk proses merger tersebut dilakukan,” ungkap Ayu di Jakarta.

“Jadi jika sewaktu waktu mau melakukan merger, dari awal (operator) sudah bisa memperhitungkan dengan lebih tepat. Model bisnisnya juga bisa diperkirakan dengan lebih baik berdasarkan aturan tersebut,” lanjutnya.

Dalam proses merger ini, nantinya akan ada tiga opsi yang akan dihadapi oleh operator yang bakal melakukan konsolidasi. Opsi tersebut berkaitan dengan kepemilikan frekuensi ketika sebuah operator digabungkan dengan operator lain.

BACA JUGA:  Biznet Fokus Ekspansi Jaringan Demi Pemerataan Akses Internet di 2023

Sebelumnya, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengatakan bahwa opsi pertama adalah menggabungkan semua alokasi frekuensi yang dimiliki operator yang melakukan konsolidasi. Opsi kedua, sebagian frekuensi akan ditarik dan kemudian dilelang seperti ketika XL mencaplok Axis. Opsi ketiga, frekuensi akan ditahan untuk jangka waktu tertentu dan akan dilakukan evaluasi untuk dilihat urgensi dari kebutuhan operator atas frekuensi tersebut.

Menanggapi adanya tiga opsi ini, XL pun mengatakan harus melihat dan mempelajari terlebih dahulu apa saja yang ditawarkan dari tiga opsi tersebut.

“Kalau dari sisi opsi, kami harus meninjau dulu karena informasi itu juga baru kami dapatkan. Kami masih review dulu pada pilihan pilihan itu. Secara prinsip, XL mendukung kalau pemerintah segera keluarkan aturan terkait merger dan akuisisi,” kata Ayu.

 

Tags: KominfoTelkomselXL Axiata
Previous Post

Kemenpora Dukung Turnamen FIFA 19

Next Post

Urusan Merger Operator Telkom Tergantung Restu Pemegang Saham

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

Mi’roji
28 October 2026 | 16:07

TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

Busthomi
28 October 2026 | 13:32

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

Fauzi
27 October 2026 | 21:44

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

Mi’roji
27 October 2026 | 16:26

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

Albarsah
26 October 2026 | 14:44

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Top Digital: Inovasi Digital PGE Selain Percepat Proses Bisnis Hasilkan Efisiensi Puluhan Miliar Rupiah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rakernas ISAA 2026, Kemenhub Dorong Profesionalisme Layanan Keagenan Kapal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garmin Luncurkan fēnix 9 dan fēnix 9 Pro di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto