PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) mengoperasikan enterprise resource planning (ERP) SAP HANA sebagai perangkat lunak untuk mengendalikan seluruh proses pencatatan, pelaporan, evaluasi, hingga menganalisis data keuangan untuk mengambil keputusan.
“Mulai 1 Januari 2019, kami telah menetapkan seluruh proses administrasi dalam manajemen di seluruh PTPN VII menggunakan teknologi informasi berbasis digital dengan sofware ERP-SAP. Sistem ini sudah kami siapkan jauh hari dan tahun baru ini kita pakai sistem baru,” kata Direktur Komersial PTPN VII Ahmad Sudarto di sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, 29 Oktober 2019.
Ahmad Sudarto menjelaskan, sistem canggih, komprehensif, dan simultan dibutuhkan untuk mengelola manajemen besar seperti PTPN VII. Ia menyebut, sistem ERP SAP ini sangat cocok diterapkan. Sebab, kompleksitas bidang yang ada di PTPN VII membutuhkan integrasi sistem yang andal.
Dikatakannya, sistem ini diaplikasikan menyelaraskan dengan yang telah diterapkan PTPN Grup (holding). Secara linier, nantinya sistem yang ada di seluruh PTPN Grup akan terintegrasi sehingga memudahkan dalam pengendalian dan pengawasan.
“Dengan sistem manajemen yang baik, akurat, cepat, dan terintegrasi, kemungkinan terjadinya kesalahan bisa ditekan. Dengan demikian, kami akan lebih produktif, lebih hemat biaya dan waktu karena tidak banyak menggunakan kertas, dan itu pasti akan meningkatkan produktivitas,” tambahnya.
Dalam penggunaannya, Ahmad Sudarto menyebut sistem baru ini membutuhkan ketelitian, terutama pada end user atau operator. Setiap data yang diinput secara otomatis akan diolah dan dianalisis oleh sistem secara rigid.
“Kami telah melakukan pelatihan end user ERP-SAP untuk karyawan PTPN VII berlangsung selama tiga pekan di tiga tempat. Yakni, di Kantor Direksi, Kantor Perwakilan Sumatera Selatan, dan Kantor Perwakilan Bengkulu,”
“Pesertanya dari seluruh unit bisnis di PTPN VII. Kami menggandeng konsultan SAP dari Telkom yang ditunjuk oleh Holding Group Perkebunan untuk mendampingi proses implementasi SAP dan melatih operator end user kami,” jelasnya.
Saat ini ada 10 fitur modul bidang dalam sistem ERP di PTPN VII yang segera beroperasi secara integrative di antaranya modul bagian SDM atau human capital management (HCM), modul Akuntansi dan Keuangan (financial controlling), modul Bagian Tanaman (project system), modul Teknik (plant maintenance), modul Pengolahan (production planning). Lalu, modul Manajemen Kualitas (QM), modul Pemasaran (sales & distribution), dan modul Pengadaan (material manajemen). Sedangkan modul Sekretariat dan modul Manajemen Risiko (risk management) sudah menggunakan ERP Dinamic AX.
Layanan Internet Berkecepatan Tinggi
PT Perkebunan Nusantara VII untuk mengembangkan bisnis dan layanannya menggunakan jaringan WAN METRO-E dan Internet berkecepatan tinggi (dedicated) mulai Juli 2019 lalu. Ini untuk mencapai berbagai target bisnis PTPN VII dan untuk memenangkan persaingan bisnis ke depan yang sangat membutuhkan dukungan layanan teknologi informasi yang reliable.
Dijelaskan Ahmad Sudarto, infrastuktur utama jaringan komunikasi data Wide Area Network dan Internet ini mampu mendukung seluruh layanan dan aplikasi yang dijalankan di PTPN VII seperti ERP SAP, laporan produksi, dashboard produksi, dan sebagainya.
Layanan layanan akses internet berkecepatan tinggi ini tersedia di lokasi perkebunan dan pabrik yang tersebar di 3 provinsi yaitu Lampung, Bengkulu dan Sumatera Selatan.














