Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) dan PT Kalbe Farma menggelar Ristek-Kalbe Science Awards (RKSA) 2014. Program ini ditujukan untuk memberikan penghargaan kepada peneliti dan hasil penelitian terbaik dalam bidang farmasi, kedokteran, pangan fungsional, “lifesciences”, dan teknologi terkait kesehatan.
Program ini dilaksanakan setiap dua tahun, dengan harapan dapat mendorong para peneliti di Indonesia agar produktif menghasilkan karya penelitian yang orisinal, inovatif, aplikatif, dan dapat memberikan nilai tambah bagi dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan catatan, pada program RKSA pertama (2008), sebanyak 121 peneliti berpartisipasi. Kemudian meningkat menjadi 151 peneliti pada 2010 dan 176 peneliti pada 2012. Diharapkan, pada 2014 ini jumlah peserta yang berpartisipasi melebihi 200 peneliti. Kegiatan sosialisasi dan pendaftaran peserta program RKSA 2014 dimulai 11 Februari 2014 hingga 26 Juni 2014. Setiap peserta wajib mengirim berkas penelitian.
Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta mengatakan, iptek berperan penting demi kemajuan bangsa. Untuk itu ia memandang pentingnya kerja sama swasta dan Kemristek dalam sinergi penelitian iptek agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. “Bidang kesehatan dan obat merupakan satu dari tujuh fokus bidang pengembangan iptek selain teknologi komunikasi, transportasi, nanoteknologi dan pangan,” katanya di sela penandatanganan MoU Kemristek dan PT Kalbe Farma dan peluncuran RKSA 2014 di Jakarta.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Irawati Setiady mengungkapkan RKSA merupakan wadah kegiatan penelitian dan pengembangan iptek. RKSA pun menjadi sarana apresiasi bagi peneliti-peneliti muda Indonesia. “Diharapkan peningkatan dan pengembangan iptek menjadi budaya di masyarakat. Hal ini juga menjadi awal kerja sama ABG (academic, bussiness, government). Sehingga kita menjadi bangsa yang kompetitif di dunia,” paparnya.














