Di era digital seperti ini keamanan cyber jelas jadi sesuatu yang sangat perlu diperhatikan. Pemerintah di negara-negara besar, termasuk Indonesia, juga sudah punya program khusus untuk mengawasi keamanan cyber negaranya masing-masing.
Sayangnya sampai saat ini di Indonesia masih banyak situs pemerintahan yang mudah dibobol oleh hacker. Salah satu situ pemerintah yang paling sering dibobol adalah situs milik Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Kalimantan Selatan.
Dinas Kominfo Kalsel bahkan melaporkan kalau situs mereka pernah diretas sampai 200.000 kali dalam setahun.
“Situs milik SKPD Kalsel ini sering diretas orang, dari data yang kami punya, dalam setahun pernah mencapai 200 ribu kali,” ujar Gusti Yanuar Rivai, Kepala Dinas Kominfo Kalsel di Jakarta dalam siaran persnya, Senin (13/1).
Selain situs milik pemerintah provinsi, Gusti juga menyebut kalau situs pemerintah kabupaten dan kota se-Kalsel juga sering jadi sasaran. Untungnya dalam semua kasus peretasan tidak ada data yang dilaporkan hilang ataupun berubah.
Biasanya para hacker nakal ini cuma membuat situs sasaran mereka menjadi tidak bisa diakses selama beberapa hari saja. Tapi tetap saja, aktvitas hacker ini jelas bisa mengganggu aktivitas para pekerjanya.
“Para peretas ini biasanya hanya menganggu, tetapi tidak berhasil mengubah atau mencuri data yang ada di dalam situs,” kata Gusti.
Menariknya lagi, pihak Kominfo menemukan fakta kalau para pelakunya bukan cuma dari masyarakat Indonesia saja, tapi juga dari Tiongkok dan Russia. Melihat adanya hacker asing, Kominfo Kalsel sekarang sedang berusaha membentuk tim khusus bernama Computer Security Incident Respon Team (CSIRT).
Rencananya CSIRT akan dibentuk pada bulan depan untuk meminimalisir dan menangkal serangan hacker. Pemerintah Kalsel juga akan bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Indonesia untuk melancarkan program ini.














