Kawasan Puspiptek Serpong Tangerang yang tengah direvitalisasi diharapkan lebih berperan dan berkontribusi dalam pengembangan Iptek sehingga berkontribusi terhadap pembangunan nasional di semua sector, termasuk pembangunan perekonomian bangsa.
Diproyeksikan akan makin banyak invensi dan inovasi yang akan dihasilkan di kawasan Puspiptek ini oleh para peneliti dan perekayasa. “Kawasan Puspiptek ini diharapkan dapat ditransformasi menjadi ‘Indonesia Science and Technology Park’ (ISTP),” ujar Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta disela kegiatan penanaman pohon di Puspiptek, Jumat lalu.
Kegiatan penanaman 1000 pohon menunjukkan pentingnya kebersamaan antara pemerintah pusat dan daerah, stakeholder dan masyarakat. Penanaman pohon sudah dilakukan sejak tahun 2007. Sampai saat ini telah jutaan pohon yang ditanam, baik dilingkungan perdesaan maupun kawasan perkotaan di seluruh Indonesia.
Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara (GPTP) yang diprakarsai oleh 7 (tujuh) organisasi wanita diantaranya Dharma Wanita Persatuan Kemenristek bekerjasama dengan Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) . Dewan Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kemristek dan juga sebagai salah satu anggota SIKIB, Violet Gusti Hatta mengatakan sampai saat ini telah jutaan pohon ditanam, baik di lingkungan perdesaan maupun di kawasan perkotaan. Penanaman pohon ini menunjukkan bahwa gerakan ini masih ‘exist’ sampai sekarang dan tentunya diharapkan akan terus berlanjut di masa yang akan datang.
Pohon yang ditanam saat ini, terdiri dari 700 tanaman buah, dan 300 tanaman keras. “Harapan kita kedepan, dengan adanya kebun buah yang khusus, hampir 80 persen tanaman buah, dan sisanya tanaman keras bisa dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan mengetahui jenis-jenis pohon, karena tanaman yang ditanam ada 30 jenis tanaman buah dan lima jenis tanaman keras,” paparnya. (red/ju)














