Kinerja GoFood Tumbuh Dua Kali Lipat

Penulis Churry

 

Jakarta, ItWorks-

GoFood mengumumkan pertumbuhan kinerja yang solid di tahun 2019 dengan membagikan pencapaian serta strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar layanan pesan antar makanan di Indonesia dan Asia Tenggara. Di kuartal empat 2019, jumlah pelanggan di Indonesia yang bertransaksi di GoFood mencapai lebih dari 20 juta pelanggan atau meningkat 2 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama di sebelumnya.

Dalam empat tahun terakhir, jumlah pemesanan makanan (completed orders) GoFood meningkat sebanyak 30 kali lipat, dengan rata-rata jumlah completed orders mencapai 50 juta per bulan di akhir tahun 2019. Sementara, pertumbuhan jumlah mitra merchant meningkat 17 kali lipat menjadi 500.000 merchants. Beragamnya jumlah mitra merchants ini membuat GoFood mampu menyediakan ragam pilihan makanan hingga 16 juta item menu kepada pelanggan.

“GoFood merupakan salah satu layanan utama Gojek dengan pertumbuhan yang semakin solid. Kecintaan dan loyalitas masyarakat terhadap GoFood menjadi salah satu pendukung pertumbuhan bisnis Gojek secara jangka panjang. Hal ini tercermin dari semakin meningkatnya penggunaan layanan GoFood dari tahun ke tahun. Guna meneguhkan kepemimpinan di tahun 2020 dan seterusnya, GoFood terus berfokus untuk menambah kepuasan berkuliner pelanggan melalui semangat baru brand GoFood, #LebiHepi,” ujar Co-CEO Gojek, Kevin Aluwi pada acara konferensi pers GoFood #LebiHepi, (11/2), di Jakarta.

Sementara itu, Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, dengan pertumbuhan yang solid dan konsisten selama 4 tahun terakhir, GoFood akan memperkuat focus dengan memberikan kepuasan berkuliner bagi pelanggan dengan terus berinovasi lebih dari sekadar layanan online food delivery. “Awal tahun 2020 ini GoFood telah meluncurkan empat fitur baru yang makin memanjakan konsumen dalam berkuliner online, seperti GoFood Plus, GoFood Turbo, GoFood Plus dan fitur Google Assistant untuk pemesanan makanan,” ujanya.

Ditambahkan, sebagai pemimpin pasar, GoFood juga mampu menghadirkan insight dan tren kuliner yang bermanfaat bagi merchant mengembangkan bisnisnya. Di tahun 2019, menu ayam geprek, es kopi susu, dan pisang goreng menjadi kuliner yang paling sering dipesan oleh konsumen. Sementara itu, dengan melihat tren pertumbuhan yang melaju pesat dari pertengahan hingga akhir tahun 2019, kategori makanan seperti nasi telor, aneka menu dengan lauk ikan, dan bubur ayam akan menjadi favorit di tahun ini. Minuman coklat dan es regal akan meraih popularitasnya di kategori minuman, dan aneka jajanan seperti donat, bakwan, dan tahu juga diprediksi menjadi tren di tahun 2020.

Chief Marketing Officer Gojek, Ainul Yaqin menambahkan, brand GoFood tidak hanya lekat terhadap kebiasaan makan sehari-hari, namun telah memiliki peran lebih dalam menambah momen bahagia. “Inilah yang melatarbelakangi kami untuk mencetuskan semangat baru #LebiHepi, yang berfokus pada dua aspek utama, yaitu mengantarkan kebahagiaan (delightfulness) dan memberikan layanan super cepat (speed),” ujarnya.

Untuk membuat pelanggan #LebihHepi, GoFood secara konsisten akan menghadirkan berbagai inovasi teknologi dalam bentuk fitur-fitur inovatif, memperkaya katalog menu kuliner, memberikan pengalaman menjelajah kuliner yang mudah, menyuguhkan tampilan aneka menu menggugah selera, inovasi berbasis kolaborasi, hingga meningkatkan kualitas layanan terbaik dari mitra usaha. Ini sejalan dengan upaya GoFood dalam meningkatkan kepuasan pelanggan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang Gojek.

Sementara untuk Gojek, di tahun 2019, perusahaan berhasil mencetak 2 kali lipat pertumbuhan pendapatan. Aplikasi Gojek juga telah diunduh lebih dari 170 juta kali oleh pelanggan. Jumlah pengguna aktif bulanan Gojek tumbuh 1,5 kali lipat di 2019, semakin memperkuat aplikasi mobile on-demand karya anak bangsa ini sebagai pilihan utama konsumen. (AC)

.

BACA JUGA

Leave a Comment