Ini Strategi Vivo Rajai Pasar Smartphone di Indonesia

Penulis adam

Vivo meraih posisi puncak pengapalan smartphone di Indonesia pada kuartal pertama 2020 dan sukses menjungkalkan Samsung.

Berdasarkan data IDC, vivo mencatatkan pangsa pasar 27 persen. Angka ini naik dari 23 persen pada kuartal ke-4 2019.

Senior PR Manager vivo Indonesia Tyas Rarasmurti mengatakan keberhasilan vivo tak lepas dari memanfaatkan strategi penjualan melalui daring di tengah pandemi COVID-19, sedangkan toko fisik banyak tutup tak menghasilkan penjualan.

“Pastinya yang dibutuhkan masyarakat adalah sebuah produk kemudian inovasi. Mungkin dengan pandemi ini, kita juga melakukan adaptasi-adaptasi dan penjualan-penjualan yang dimasukkan ke dalam program misalnya layanan antar ke rumah, kemudian ada juga dibantu toko-toko online, dan official store smartphone kita,” kata Tyas saat acara “Ngabuburit Bareng Vivo”.

“Yang pasti bahwa kita berusaha untuk memastikan produk-produk kita tetap mudah didapatkan di pasar,” tambahnya.

Senada dengan Tyas, Digital & PR Director vivo Indonesia Fachryansyah Farandy mengatakan pihaknya akan terus memastikan ketersediaan produk untuk mengantisipasi permintaan konsumen.

Sebab selama pandemi corona, perusahaan berupaya untuk menyeimbangi antara pengiriman dan permintaan. Cara ini diklaim untuk menjaga pangsa pasar vivo di Indonesia.

“Hal lain yang cukup penting di mana kita selalu menjaga ketersediaan produk kita atau kita balance supply dan demand, strategi ini salah satu kuncinya juga. Jadi stok manajemen itu salah satu kunci untuk bisa mencapai target yang kita inginkan,” tegas Fachry.

IDC melihat keberhasilan vivo sebab perusahaan cenderung fokus pada kegiatan pemasaran dan berbagai kegiatan promosi untuk smartphone segmen low-end dan midrange, yang dinilai sesuai dengan isi kantong konsumen dalam negeri.

Sementara, OPPO yang tahun ini gencar meluncurkan perangkat seri A mereka yang dianggap IDC sebagai penggerak volume cuma meraih sekitar 22 persen pangsa pasar pada kuartal pertama 2020.

Selanjutnya, Samsung pangsa pasarnya tak lebih dari 20 persen untuk periode sama, tetapi tetap menjadi merek ternama di Indonesia menurut IDC. Samsung disebut kewalahan dalam proses pengiriman produk dan ada gangguan pasokan.

BACA JUGA

Leave a Comment