ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Memberantas Demam Berdarah Dengan Kecerdasan Buatan

Teguh Imam Suyudi
19 May 2020 | 08:00
rubrik: Digital
Memberantas Demam Berdarah Secara Global Dengan Kecerdasan Buatan

Memberantas Demam Berdarah Secara Global Dengan Kecerdasan Buatan

Share on FacebookShare on Twitter

Hibah AI for Earth Microsoft akan membantu para peneliti menghentikan penyebaran infeksi bagi jutaan orang secara berkelanjutan

Sebuah mobil mengikuti jalanan kampung bergelombang di Kepulauan Fiji, Pasifik Selatan. Saat melewati lanskap tropis yang subur, seorang wanita di kursi belakang mobil meraih kotak yang penuh dengan tabung plastik tertutup. Dia membukanya satu demi satu dan mengocok isinya secara sistematis melalui jendela yang terbuka.

Ia melepaskan nyamuk hasil modifikasi laboratorium oleh para ilmuwan yang ingin menghilangkan ancaman demam berdarah.

Pelepasan secara berkala yang dilakukan oleh pekerja lapangan dan sukarelawan ini memberikan hasil yang dramatis di komunitas Asia Pasifik dan Amerika Selatan. Kini, para peneliti studi ini beralih ke teknologi digital untuk meningkatkan perjuangan mereka ke tingkat dunia.

Sekitar 40 persen dari populasi dunia – sekitar 3 miliar orang yang tersebar di 100 negara – hidup dalam komunitas yang memiliki risiko terhadap demam berdarah dan virus yang berpotensi mematikan lainnya seperti zika, demam kuning, dan chikungunya.

Kebanyakan dari mereka berjuang melawan kemiskinan dan kepadatan penduduk, dan tragisnya mereka yang paling rentan terhadap penyakit-penyakit ini sering kali berusia sangat muda.

“Memori paling menghantui dari demam berdarah ini adalah rasa sakit di seluruh tubuh,” kenang Evisake Wainigolo, seorang ibu dari Fiji dengan 7 anak, yang terinfeksi saat kecil.  “Sakit yang dirasakan susah dijelaskan.”

Tidak ada obat penyembuh. Tetapi bagaimana jika ada sesuatu yang dapat membatasi nyamuk menginfeksi manusia?

Ternyata ada, yaitu bakteri yang disebut Wolbachia, bagi nyamuk seperti kryptonite bagi Superman. Hal ini disebabkan wolbachia membatasi replikasi demam berdarah dan virus lainnya di dalam tubuh nyamuk.

Menggunakan teknik yang dikembangkan oleh ilmuwan dari Monash University di Australia, World Mosquito Program membiakkan nyamuk-nyamuk dengan sel yang diinfeksi wolbachia dan melepaskannya ke lingkungan untuk kawin dengan nyamuk lokal. Perkawinan silang ini menyebarkan wolbachia ke seluruh populasi nyamuk dan menetralkan kemampuan nyamuk untuk membawa penyakit.

BACA JUGA:  Amar Bank Gandeng MongoDB untuk Keputusan Pinjaman Tunaiku yang Lebih Efisien dan Tepat Sasaran

Melalui penelitian bertahun-tahun, beberapa percobaan yang gagal serta berbagai kampanye grass root padat karya, telah menciptakan hasil yang memuaskan di komunitas yang ditargetkan.

World Mosquito Program – sebuah konsorsium penelitian nirlaba global yang berkantor pusat di Vietnam – berencana meningkatkan ambisi dan ruang lingkupnya secara dramatis. Program ini dianugerahi hibah Microsoft AI for Earth untuk membuat Wolbachia sebagai penghilang penyakit deman berdarah pada tingkat global.

Dengan bantuan data, machine learning,  kecerdasan buatan (artificial intelligence – AI), dan kekuatan cloud computing, mikroorganisme yang sederhana ini dapat menjadi pahlawan kesehatan bagi masyarakat internasional.

Kunci keberhasilan adalah menentukan titik rilis terbaik bagi nyamuk termodifikasi ini agar dapat memaksimalkan dampaknya, menurut Ben Green, Senior Manager Project Delivery di World Mosquito Program, yang berupaya mencapai tujuan untuk melindungi 100 juta orang di 12 negara.

Para peneliti kini sedang mengumpulkan data terperinci dalam jumlah besar untuk menciptakan model deep learning yang akan menentukan titik rilis terbaik di mana pun di dunia.

Kecerdasan Buatan cocok untuk tugas ini karena bisa bekerja di latar belakang dan memungkinkan orang melanjutkan pekerjaan lainnya – Lucas Joppa, Chief Environmental Officer, Microsoft.

Dalam siaran pers ke media, (19/5), Lucas Joppa, Chief Environmental Officer Microsoft, mengatakan Kecerdasan Buatan (atau AI) dapat membantu organisasi nirlaba. Dalam kasus ini, model program AI memiliki potensi untuk mempercepat pekerjaan serta meminimalisir tugas melelahkan dan memakan waktu berlebihan dalam menganalisis data yang selama ini membebani peneliti.

“Peneliti tidak lagi diatur oleh kecepatan dan skala bagaimana mereka melakukan analisis data yang ada. AI memungkinkan peneliti untuk bekerja pada tugas-tugas yang membutuhkan konsentrasi,” kata Joppa. “Mereka dapat mengumpulkan seluruh data, seluruh keahlian yang tersedia, dan meningkatkan operasi mereka di seluruh dunia dibandingkan harus pergi dari proyek ke proyek, lokasi ke lokasi.”

BACA JUGA:  Bukalapak-Microsoft Luncurkan Program Pelatihan Digital bagi UMKM

Cara Wolbachia bekerja

Wolbachia adalah tipe bakteri yang secara alami hidup di sekitar 60 persen spesies serangga – tetapi tidak pada Aedes aegypti, nyamuk yang gigitannya dapat menginfeksi manusia. Saat para ilmuwan memperkenalkan Wolbachia  ke dalam sel-sel dari seekor Aedes aegypti, kemampuan penyebaran virus dari nyamuk ini menurun drastis. Selain itu, Wolbachia juga menghancurkan kehidupan percintaan nyamuk.

Ketika nyamuk jantan dengan Wolbachia dikawinkan dengan betina yang tidak memiliki bakteri tersebut, telur yang dikeluarkan tidak akan menetas. Sedangkan ketika betina yang memiliki Wolbachia dikawinkan dengan jantan yang tidak memiliki bakteri tersebut, telurnya akan memproduksi keturunan dengan Wolbachia. Saat keduanya memiliki Wolbachia, maka, seluruh keturunan mereka akan memilikinya.

Dalam beberapa generasi, jumlah nyamuk dengan Wolbachia akan bertambah terus hingga semua nyamuk memiliki bakteri tersebut. Hasilnya: manusia akan tetap berhadapan dengan nyamuk, tapi akan terbebas dari penyakit-penyakit tersebut.

Tags: AIMicrosoft
Previous Post

Realme-ACT Distribusikan Ribuan Makanan Buka Puasa Gratis

Next Post

Netflix Cs Dikenakan PPN, Kemenkeu: Kesetaraan Antar Pelaku Usaha

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Huawei Luncurkan HUAWEI Mate 80 Pro, Bawa Kamera Canggih dan Durabilitas Terdepan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mendukung NVIDIA Nemotron, Dataiku Hadirkan Framework Open Source untuk Explainability Agen AI Enterprise

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPJS Kesehatan Hadirkan Layanan 24 Jam via Chat, Komdigi Dorong Perluasan Layanan Publik Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamatkan Hiu Paus Dengan Main Game Ocean Buddy di Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto