ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Sinergi Kemristek & Balitbangnovda Sumsel Tingkatkan Nilai Tambah

Ahmad Churi
16 September 2014 | 19:33
rubrik: Indeks
Sinergi Kemristek & Balitbangnovda Sumsel Tingkatkan Nilai Tambah
Share on FacebookShare on Twitter

photo okeJakarta, Itech – inovasi merupakan kata kunci dalam menghasilkan produk yang inovatif. Faktor untuk mendukung lahirnya inovasi adalah sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, kelembagaan, dan jaringan. Contohnya, kesepakatan bersama antara Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) dengan Balitbangnovda di Sumatera Selatan ini dalam ngimplementasikan Sistem Inovasi Daerah (SIDa), membuat sinergi kelembagaan daerah agar bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah yang tinggi.

Secara umum, Kemristek mendorong industri kreatif di daerah agar dapat menghasilkan nilai tambah, dapat dijual, serta memberikan kesejahteraan untuk masyarakat. Pasalnya, industri kreatif memiliki proses nilai tambah dari eksplorasi intelektual yang dapat dijual dan memberikan kesejahteraan untuk masyarakat.

Menristek Gusti Muhammad Hatta dalam sambutan tertulis pada peringatan puncak Hakteknas ke-19 Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2014, yang dibacakan Deputi Bidang Relevansi dan Produktivitas Iptek, Agus Puji Prasetyono di Palembang, Senin (15/9) kemarin memaparkan mengenai ide dan gagasan suatu karya teknologi iptek yang diusung harus orisinil. Selain orisinil, inovasi atau karya juga harus bermanfaat bagi masyarakat serta berdaya saing tinggi. Sebab, pada tahun 2015 mendatang Indonesia akan menghadapi tantangan sekaligus peluang, yakni era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), di mana mereka yang kuat akan meraih keuntungan yang besar.

Saat ini Indonesia menghadapi tantangan regional dan nasional. Penduduk besar dan daya beli tinggi adalah pasar potensial. Namun, Menristek mengingatkan akan adanya tantangan yang disebut middle income trap, yakni situasi pembangunan ekonomi saat negara mencapai income tertentu (karena kelebihannya), tetapi berhenti pada level tersebut.

Sementara itu, Kepala Balitbangnovda Sumatera Selatan, Ekowati Retnaningsih menjelaskan, pengembangan Sistem Inovasi Daerah di Sumsel dilakukan dengan basis potensi wilayah yang diimplementasikan melalui pengembangan Desa Inovasi, antara lain pengembangan Desa Inovasi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, serta Desa Inovasi Berbasis Ikan di Kabupaten Musi Banyuasin. “Pada masa mendatang kami akan mengembangkan desa-desa inovasi lainnya di berbagai daerah di Sumsel melalui pembentukan Jejaring Intermediator Teknologi dalam Sistem Pendayagunaan Hasil Litbang,” tandasnya.

BACA JUGA:  Kemenristek Target Pelayanan Publik di RI Pakai Teknologi AI pada Juli

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin menuturkan setiap daerah harus memiliki sikap konsisten dalam meneruskan program pembangunan. Misalnya Balitbangnovda Sumsel, yang selama empat tahun berturut-turut terpilih sebagai Balitbang terbaik di Indonesia. Keberhasilan lembaga tersebut dikarenakan konsisten dalam mengawal program-program litbang dan inovasi, di samping anggaran risetnya cukup besar. Sebagai contoh, saat ini sedang dibangun Kebun Raya Sumsel yang akan dijadikan tempat penelitian di bidang konservasi tanaman. Selain itu, kebun raya tersebut nantinya memiliki fungsi sebagai pusat penelitian pendidikan, pengolahan hilir untuk pariwisata, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kebun raya.

Ketika disinggung soal belum majunya Indonesia di bidang teknologi, Alex menilai  hal ini disebabkan  adanya  anggaran riset yang kecil serta tidak konsistennya program prioritas pemerintah. Anggaran untuk riset di Indonesia terlalu kecil, hanya 0,08 persen dari GDP (Gross Domestic Product, red). Padahal, idealnya minimal 1 persen dari GDP. Minimnya alokasi anggaran penelitian tersebut masih ditambah dengan tidak didukungnya program prioritas pembangunan secara berkelanjutan dan konsisten. “Sekarang ini, yang terjadi memang tidak konsisten. Setiap pemerintahan baru, maka program yang sudah ada sebelumnya tidak dilanjutkan, diganti dengan program baru. Itu tidak hanya di bidang teknologi, tetapi juga terjadi di bidang kesehatan, pendidikan dan lainnya,” kritik Alex. (ant/ju)

Tags: Kemenristeksumsel
Previous Post

Solusi baru HDS: Business Defined IT

Next Post

Partisipasi Flexco dalam AllPack Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

Load More

TERPOPULER

  • TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melalui Bali Tech Week 2026, Komdigi Dorong Akselerasi Ekonomi Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: PHE Dorong Bisnis Hulu dengan AI dan Inovasi Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto