Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar tiga program dalam bentuk pelatihan untuk membantu usaha mikro, kecil dan menengah serta ultra mikro (UMKM/UMi) untuk menghadapi pandemi virus corona. Pelatihan ini sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang dibuat untuk mendorong masyarakat untuk membeli produk buatan UMKM lokal.
Program pertama yang diadakan Kominfo berupa pelatihan Kewirausahaan Digital, yang merupakan bagian dari beasiswa Digital Talent Scholarship. Kominfo membuka kuota hingga 22.500 peserta dalam pelatihan Kewirausahaan Digital yang dibagi ke dalam tiga kelompok.
Digital Talent Scholarship ditargetkan bisa menjangkau 50.000 peserta, selama pandemi pelatihan dilakukan dari jarak jauh secara dalam jaringan atau online.
Kedua berupa Scaling-Up UMKM/UMi, berupa pelatihan digital untuk petani dan nelayan untuk pengembangan dan pendampingan usaha di kedua sektor tersebut. Gerakan ini sudah ada sejak 2017 melalui Gerakan UMKM Jualan Online dan akan ditingkatkan seiring dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.
Program ketiga adalah pelatihan bahasa Inggris dan pemasaran digital untuk UMKM dan ultra mikro, serta pelaku desa wisata di destinasi wisata superprioritas. Program ini ditargetkan bisa melatih 2.000 peserta dengan masa pelatihan tujuh bulan.
“Kami mengharapkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dengan tema #KitaBelaKitaBeli mampu mendorong pertumbuhan UMKM dan ultra mikro saat krisis, dan juga mengajak masyarakat untuk menggunakan produk lokal,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate saat konferensi pers peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, 16/7.
Keberhasilan gerakan ini harus melibatkan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, penyelenggara platform dagang online dan juga masyarakat kata Menteri Johnny.













