Tokopedia melalui ekosistem Mitra Tokopedia terus mengakselerasi adopsi platform digital bagi para pelaku usaha tradisional — termasuk pemilik warung, toko kelontong dan usaha sejenis — agar dapat terus mengembangkan usaha di tengah pandemi COVID-19, sekaligus mendorong pemulihan perekonomian Indonesia.
Praktiknya, aplikasi Mitra Tokopedia memungkinkan pelaku usaha tradisional membeli stok untuk toko offline-nya dengan lebih mudah dan efisien, kapan pun dan di mana pun, hanya lewat telepon genggam. Hal ini membuat para pelaku usaha tradisional tetap dapat beroperasi sekaligus menerapkan physical distancing di tengah situasi pandemi.
Dalam siaran pers, 14/7, AVP of New Retail Tokopedia, Adi Putra, mengatakan, “Tokopedia percaya bahwa para pemilik warung, toko kelontong dan usaha sejenis juga merupakan garda depan dalam melawan pandemi. Mereka adalah bagian dari UMKM lokal yang berkontribusi lebih dari 60% pendapatan negara dan otomatis punya dampak besar terhadap pemulihan ekonomi Indonesia yang saat ini terdampak pandemi. Keberadaan warung juga membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar yang dibutuhkan selama pandemi.”
Melalui aplikasi Mitra Tokopedia, para pelaku usaha tradisional pun bisa meningkatkan pendapatan dengan memfasilitasi penjualan berbagai produk digital, seperti pulsa, paket data, voucher game, pembayaran tagihan listrik, air, BPJS dan lainnya. Adi menjelaskan, “Jumlah transaksi produk digital melalui Mitra Tokopedia mengalami kenaikan signifikan selama periode pandemi dibandingkan periode sebelumnya.”
“Antusiasme pengguna Mitra Tokopedia juga secara umum terus meningkat dari waktu ke waktu. Hingga Juni 2020, aplikasi ini telah digunakan oleh jutaan pelaku usaha tradisional untuk melayani puluhan juta masyarakat di lebih dari 500 kota/kabupaten di seluruh Indonesia,” lanjut Adi.














