Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menggelar riset bertajuk “Peran Ekosistem Gojek di Ekonomi Indonesia Sebelum dan Saat Pandemi COVID-19″.
Riset itu mengungkap peran positif Gojek untuk UMKM yaitu Mitra UMKM menganggap mereka bisa beradaptasi di situasi pandemi karena berada di ekosistem Gojek. Sebesar 92 persen mitra UMKM GoFood, 97 persen mitra UMKM social seller pengguna GoSend, dan 89 persen mitra UMKM GoPay merasa mampu beradaptasi selama pandemi dengan menjadi mitra Gojek.
“90 persen UMKM cenderung optimistis bisa pulih dan tumbuh ke depannya dengan terus menjadi mitra Gojek,” kata Peneliti LD FEB UI, Alfindra Primaldhi .
Dalam waktu kurang dari 3 bulan, UMKM yang baru bergabung di ekosistem Gojek mendapatkan keterampilan baru yaitu skill berjualan online (77 persen), pemanfaatan media sosial untuk bisnis (48 persen), dan kreativitas dalam pemasaran (45 persen).
Mitra juga menilai bahwa solusi teknologi dan non teknologi dari Gojek turut menyokong keberlangsungan usaha mereka, misalnya: Mitra UMKM GoFood merasakan manfaat dari fitur teknologi pengaturan promosi mandiri (68 persen) dan periode promosi (51 persen).
Adapun mitra UMKM social sellers pengguna GoSend sangat merasakan manfaat dari fitur Layanan GoSend dalam Kota (77 persen) dan Layanan GoSend Antar-Kota (32 persen). Sedangkan, Mitra UMKM GoPay merasakan manfaat dari fitur penerimaan pembayaran non tunai (75 persen) dan aplikasi GoBiz (49 persen).
Riset LD FEB UI ini dilakukan di Jabodetabek, Medan, Palembang, Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar dengan menggunakan metode kuantitatif melalui wawancara tatap muka. Sedangkan untuk riset di masa pandemi Covid-19 dilakukan melalui survei online di wilayah yang sama.
Baca: Gojek akan Fokus Garap Goride, Gocar, Gofood dan Gopay














