Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyono mengharapkan pranata humas pemerintah mampu meningkatkan peran untuk menjadi amplikasi pemerintah serta menjadi influencer, pemengaruh dari pemerintah.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara kunci pada webinar dalam rangka perayaan ulang tahun ke-5 Ikatan Pranata Humas Indonesia (Iprahumas) sekaligus peluncuran buku “The Real GPR: 111 Tulisan Pranata Humas Indonesia”, Sabtu, 29/8.
Widodo berharap pranata humas pemerintah tidak hanya semakin profesional, namun juga milenial yang kekinian mengikuti perkembangan teknologi informatika saat ini.
“Menjadi peran bagi kita untuk menjadikan pranata humas sebagai GPR yang profesional, sekaligus GPR yang milenial. Inilah tantangan kita dalam standing. Standing ini perlu termasuk jangan sampai kita nanti gaptek, karena perkembangan TIK kita sekarang ini luar biasa beratnya,” kata Widodo.
Widodo mengatakan pranata humas pemerintah diwajibkan memiliki setidaknya tiga media sosial dengan minimal 500 followers. Selain itu, humas pemerintah juga setiap harinya harus membagikan informasi dan pengetahuan yang positif.
Menurutnya Iprahumas merupakan organisasi yang strategis sehingga melalui organisasi ini, pranata humas diharap dapat lebih termotivasi menjalankan perannya lebih baik, khususnya di masa pandemi Covid-19 saat ini, di mana informasi adalah kekuatan komunikasi dan persepsi.
Dia mengatakan Humas harus pandai mengubah kabar-kabar penting menjadi kabar baik yang mencerahkan agar tidak terjebak dalam situasi kabar buruk adalah kabar yang baik.














