Emiten menara telekomunikasi PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) menyampaikan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 26/03/2021, sehubungan rencananya menjual sebanyak-banyaknya 3.000 menara kepada PT Tower Bersama yang merupakan anak usaha PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). IBST juga akan menyewakan sebanyak-banyaknya 32 lahan terkait menara untuk jangka waktu 10 tahun.
Nilai keseluruhan transaksi penjualan menara dan penyewaan atas 32 lahan milik IBST tersebut mencapai Rp 3,98 triliun, terdiri dari pembelian menara Rp 3,97 triliun dan lahan terkait menara Rp 10,82 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 64% dibanding ekuitas IBST per 30 September 2020 yang sebesar Rp 6,23 triliun.
Rencananya, dana hasil penjualan menara ini akan digunakan untuk melunasi sebagian utang bank Rp 1,5 triliun dan sisanya sekitar Rp 2,7 triliun akan dimanfaatkan untuk pengembangan usaha perusahaan. Manajemen IBST mengatakan, penjualan menara ini akan memperkuat posisi keuangan perusahaan dan untuk mengembangkan strategi usaha perusahaan di masa mendatang.
Pertama, dana hasil penjualan menara sebesar Rp 1,5 triliun akan digunakan untuk melunasi sebagian utang bank. Berdasarkan proforma per 30 September 2020, pelunasan sebagian utang ini akan menurunkan jumlah total utang tercatat menjadi Rp 3,08 triliun dan rasio utang terhadap ekuitas dari 0,69 menjadi 0,49.
“Dengan pelunasan utang ini, beban kewajiban cicilan pokok dan bunga perusahaan juga menjadi lebih kecil atau ringan,” jelas manajemen IBST dalam keterbukaan informasi kepada BEI.
Kedua, dari sisi profitabilitas, IBST akan mencatatkan laba penjualan menara sebagai tambahan pendapatan lain-lain pada tahun berjalan sebesar Rp 226,82 miliar. Kemudian, dana ini akan menjadi tambahan laba ditahan untuk tahun buku sebesar Rp 1,49 triliun sebagai bagian dari modal perusahaan.
Baca: Inti Bangun Sejahtera targetkan bangun hingga 800 unit tower tahun ini
Dengan begitu, laba bersih tahun berjalan berdasarkan proforma per 30 September 2020 akan bertambah, dari Rp 86,26 miliar menjadi Rp 201,56 miliar. Margin laba bersih akan meningkat dari 10,3 % menjadi 24,2 % dan rasio imbal hasil atas aset (return on asset) meningkat dari 0,82 % menjadi 2,14% untuk periode yang sama.
Manajemen IBST menjelaskan struktur saldo kas yang semakin kuat setelah penjualan menara ini memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan berbagai rencana strategis jangka panjang, seperti berinvestasi dalam bidang Information Communication Technology (ICT).
“Penerimaan kas dari transaksi ini akan dipergunakan untuk mendanai investasi pada aset produktif yang dipandang menguntungkan termasuk untuk membangun menara-menara baru
dengan teknologi terkini.”
Sebelum melaksanakan transaksi ini, manajemen IBST akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 30 Maret 2021. Tempat penyelenggaraan RUPSLB ini di Function Room, Plaza Timor Building, Jl. Timor No. 2, Menteng, Jakarta Pusat, 10350.
Baca: Telkomsel Rampungkan Pengalihan 6.050 Menara Telekomunikasi ke Mitratel














