Dalam rangka mendukung kegiatan sosialisasi dan kampanye antikorupsi, KPK RI bekerjasama dengan PT JakLingko Indonesia, serta didukung oleh PT Lintas Rel Terpadu Jakarta (LRTJ) menyelenggarakan kegiatan pembagian masker kepada masyarakat khususnya pengguna moda transportasi umum jaringan JakLingko di Stasiun Velodrome Rawamangun LRTJ yang terintegrasi dengan Transjakarta dan MikroTrans, Senin (29/3) kemarin.
Pembagian masker berlangsung di 3 (tiga)titik lokasi, yakni di Stasiun Velodrome LRT Jakarta, Sky Bridge Transjakarta dan Halte MikroTrans yang saling terintegrasi.Pembagian dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat sehingga diharapkan seluruh aktivitas tetap dapat berjalan dengan baik.Pada kegiatan tersebut, dilaksanakan secara simbolis pembagian masker oleh Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Giri Suprapdiono, Direktur Utama PT JakLingko Indonesia Muhamad Kamaluddin, Direktur Utama LRT Jakarta Wijanarko kepada beberapa pengguna transportasi Jaringan JakLingko.
Direktur PT JakLingko Indonesia Muhamad Kamaluddin dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama dengan KPK ini. Kamaluddinmenambahkan bahwa selain dukungan sosialiasi kampanye antikorupsi,kedepannya juga akan dilaksanakan kerjasama dengan KPK untuk penerapan Whistle Blower System, training antikorupsibagi karyawan PT JakLingkoIndonesia.
Kegiatan pembagian masker tersebut merupakan bagian dari sosialisasi dan kampanye antikorupsi dengan mengusung tema “Awas Bahaya Virus Korupsi”. Tema ini dimaksudkanuntuk mengajak masyarakat agar semakin antidengan praktek korupsi. “KPK terus berkolaborasi dengan lembaga atau institusi lainnya untuk bersama-sama melakukan edukasi guna meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat agar berperilaku sesuai dengan nilai-nilai antikorupsi. Pada kegiatan kali ini, kami berkolaborasi dengan JakLingko Indonesiaserta didukung oleh LRTJ.” ujar Giri.
Melalui kampanye tersebut, KPK bersama JakLingko dan LRT Jakarta mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini sebagai upaya untuk melindungi diri sendiri, keluarga, serta lingkungan. Giri menambahkan bahwa kampanye tersebut merupakan simbol pencegahan diri dari korupsi yang diibaratkan sebagai virus yang berbahaya. “Melalui kampanye ini, KPK memperkenalkan nilai kepedulian sebagai salah satu dari sembilan nilai antikorupsi, yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil,” ujar Giri.
Sementara, Wijanarko, selaku Direktur Utama PT LRT Jakarta dalam kesempatan tersebut mengungkapkan budaya anti korupsi merupakan sebuah komitmen yang harus diterapkan pada setiap lini usaha dan setiap individu. Pada manajemen LRTJ sendiri telah mengaplikasikan sistem pengelolaan yang berdasarkan pada integritas dan akuntabilitas yang juga diawasi oleh Lembaga independen. “Kami sebagai operator layanan transportasi publik yang terintegrasi dalamJaklingko sangat mendukung kolaborasi kampanye anti korupsi yang digalakan oleh KPK. Apabila budaya jujur dan anti korupsi ini sudah melekat didalam diri, maka diharapkan pembangunan Indonesia menuju ke arah Indonesia maju dapat terwujud,” imbuh Bapak Wijanarko.
Kamaluddin, selaku Direktur Utama PT JakLingko Indonesia menambahkan Profesional Berintegritas merupakan syarat mutlak bagi seluruh insan JakLingko.
“Komitmen anti korupsi sudah dimulai di setiap lini perseroan JakLingko Indonesia dan mutlak untuk mewujudkan visi kami menjadi perusahaan teknologi dan data kelas dunia dengan kinerja terbaik dan berkelanjutan,’’ tambah Bapak Kamaluddin. (Fauzi)














