Jakarta, Itech- Dirjen Sumber Daya, Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, Ali Ghufron melepas sebanyak 3.140 sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Tertuar, dan Tertinggal (SM-3T) ke Papua, Aceh, NTT, dan pelosok negeri lainnya. “Para Sarjana tersebut akan ditempatka di 54 Kabupaten dari Aceh hingga Papua. Mereka merupakan para pilihan yang lolos seleksi. Mereka, kata dia, kelak akan dikirim dan mengajar di daerah 3T selama satu tahun.
“Selanjutnya mereka akan melakukan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di LPTK selama setahun dan akan langsung kiprah dan langsung tersertifikasi,” jelas Ali Ghufron di Auditorium Gedung D Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekditi), Senayan, Jakarta, Selasa (18/8). Sementara itu, Sekjen Dikti, Ainun Naim mengatakan, para SM-3T akan mendapatkan tunjangan khusus. Selain itu, ia juga mengungkapkan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) berencana akan memberikan pelayanan perumahan kepada para SM-3T.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UNJ yang juga Ketua LPTK se-Indonesia Djaali mengatakan Indonesia Optimis menjadi visi gelaran ini. “Bersamaan dengan semangat perayaan Indonesia ke-70, kontribusi untuk bangsa ini juga dihadirkan lewat semangat anak-anak muda ini yang akan mencerdaskan Indonesia di pelosok nusantara.
Menurutnya, tidak ada guru, tidak ada akses mudah menuju sekolah, dan setumpuk ketidakadilan hak pendidikan lain adalah masalah tidak berkesudahan. Lanjut, Djali, Kemenristekdikti berkomitmen untuk meniadakan batas kesenjangan itu,lewat program sarjana mendidik di daerah terdepan, tertular, dan tertinggal (SM-3T).
Dia, menjelaskan sejak tahun 2011, sebanyak 10.452 sarjana pendidikan telah berangkat untuk mengabdi. “Setahun mengabdi, menempa karakter diri, sekaligus turut merekatkan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Mereka selalu kembali ditempa lewat beasiswa program Pendidikan Profesi Guru, sebelum siap pakai juga guru bermutu. Namun, jalan panjang mempersiapkan kelahiran guru profesional menjadi bermakna dan kian berdampak lewat kerja sama sinergis dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga para lulusan program ini bisa berkarier menjadi pendidik. (ju/red)














