International Data Corporation (IDC) menaikkan angka proyeksi jangka pendek untuk pasar smartphone global. Hal itu menyusul adanya pertumbuhan kuartalan berturut-turut di pasar smartphone.
Menurut IDC Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker, pengapalan smartphone diperkirakan bakal mencapai 1,38 miliar unit pada tahun 2021, meningkat 7,7% dari tahun 2020. Tren peningkatan ini diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2022, dengan pertumbuhan tahunan akan menjadi 3,8% dengan total pengapalan 1,43 miliar unit.
Sebagaimana diketahui pasar smartphone seluruh dunia terus bermigrasi menuju 5G. Lebih lanjut disebutkan, di pasar negara berkembang, ada permintaan yang kuat untuk smartphone 4G keles menengah dan kelas bahwa menyusul perlambatan pandemi tahun lalu. Untuk tahun-tahun berikutnya, IDC memperkirakan bahwa pertumbuhan satu digit (rendah) akan terlanjut hingga tahun 2025 dengan tingkat pertumbuhan gabungan (CAGR) lima tahun sebesar 3,7%. Langkanya chip global tetap menjadi perhatian banyak industri dan pasar smartphone tak dikecualikan. Namun, dampaknya jauh lebih kecil daripada pasar lain seperti otomotif, PC, dan berbagai kategori teknologi consumer lainnya.
“Smartphone akan mendapat persaingan untuk belanja konsumen dari pasar yang berdekatan seperti PC, tablet, TV dan perangkat rumah pintar, namun hal itu tidak memperlambat jalan menuju pemulihan,” kata Ryan Reith, Program Vice President, IDC Worldwide Mobile Device Trackers.
“Pasar smartphone kembali tumbuh selama kuartal liburan tahun lalu dan sejak itu kami hanya melihat meningkatnya produksi dari pemasok utama. Lalu ada dorongan kuat dari sisi suplai menuju 5G, dan poin harga akan mengalami penurunan sebagai hasilnya. IDC memperkirakan harga jual rata-rata (ASP) untuk perangkat Android 5G turun 12% dari tahun ke tahun pada tahun 2021 menjadi $ 456 dan kemudian di bawah $ 400 pada tahun 2022. Apple akan terus merasakan tekanan harga,” lanjutnya.
Dengan pengapalan 5G yang diperkirakan tumbuh hampir 130% di 2021, hampir semua wilayah di luar Cina diprediksi akan mengalami pertumbuhan tiga digit pada akhir tahun ini. Kendati demikian, dalam hal pangsa pasar, Cina tetap akan memimpin, dengan hampir 50% pangsa pengiriman 5G pada 2021 sementara Amerika Serikat akan menyusul dengan pangsa 16%. Wilayah lain dengan pasar yang signifikan seperti Eropa dan Asia/Pasifik (tidak termasuk Cina dan Jepang) akan bergabung untuk menguasai 23,1% dari pasar 5G global pada akhir tahun 2021.
“(Tahun) 2021 akan mewakili pertumbuhan tahun-ke-tahun terbesar yang telah disaksikan pasar sejak 2015, karena pergeseran menuju 5G di semua tingkatan harga terus meningkat. Pergeseran 5G juga akan menghadirkan ASP smartphone puncak pada tahun 2021 ($376, naik 9,7% tahun ke tahun) jika dibandingkan dengan sisa periode perkiraan karena perangkat 5G yang mahal terus menggantikan perangkat LTE, yang juga mulai merosot harganya, turun 27% pada tahun 2021,” ungkap Anthony Scarsella, manajer riset IDC Worldwide Mobile Device Trackers.














