ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Perkuat Otomatisasi Hybrid Cloud, Red Hat Umumkan Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes 2.3

Fauzi
7 August 2021 | 10:00
rubrik: Business Solution
Daftar Perusahaan Terkemuka yang Sukses Berinovasi dengan Red Hat Managed Cloud Services
Share on FacebookShare on Twitter

Red Hat, Inc, resmi mengumumkan Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes 2.3, versi terbaru dari penawaran manajemen Kubernetes kelas enterprise. Dirancang untuk memberikan fleksibilitas lebih besar demi mengelola dan meningkatkan lingkungan hybrid dan multicloud dengan cara terpadu dan terotomatisasi, tim IT kini bisa mengakselerasi manajemen, fitur keamanan dan otomatisasi hybrid cloud mereka dengan integrasi antara Red Hat Ansible Automation Platform dan Red Hat Advanced Cluster Management untuk lingkungan hybrid cloud-ready yang lebih modern.

“Aplikasi dan layanan cloud-native tidak bisa benar-benar berdiri sendiri. Kami harus menemukan organisasi di mana mereka berada untuk menjembatani kesenjangan antara infrastruktur TI tradisional dan pengembangan cloud-native,” kata Dave Lindquist, general manager dan vice president, Software Engineering, Advanced Kubernetes Management, Red Hat.

Dengan demikian, lanjut Dave, tim IT bisa fokus pada inovasi daripada berusaha untuk menjadikan teknologi yang berbeda bekerja bersama.

“Red Hat secara unik diposisikan untuk membawa semua kemampuan ini bersama melalui pendekatan berbasis GitOps, membantu mengakselerasi dan meningkatkan modernisasi. Kini pelanggan bisa mengotomatisasi full stack, mulai dari awal hingga akhir, dari klaster hingga ke kebijakan dan tata kelola, dan penggelaran aplikasi sehingga membantu mengeliminasi silos dan dilanjutkan dengan strategi hybrid cloud di organisasi,” jelasnya.

Mendorong otomatisasi di lingkungan tradisional dan hybrid cloud
Karena teknologi cloud diadopsi bersama dengan infrastruktur tradisional, banyak organisasi ingin mengintegrasi jaringan, penyimpanan dan sistem keamanan untuk meminimalisir kerumitan manajemen yang semakin besar dan bersifat permanen dengan alat, alur kerja dan strategi terpisah untuk tim IT. Integrasi Red Hat Ansible Automation Platform dan Red Hat Advanced Cluster Management didesain untuk mengakselerasi otomatisasi dan kohesi antara klaster cloud-native, mesin virtual dan infrastruktur tradisional dengan alat dan koordinasi yang efisien.

BACA JUGA:  Tren Data 3D di Era Revolusi Industri 4.0, Datascrip Hadirkan Paracosm PX-80

Saat containerized environments harus terhubungkan dengan lingkungan IT tradisional, Red Hat Advanced Cluster Management secara otomatis bisa memicu Ansible Playbooks sebelum atau setelah aksi siklus hidup kunci seperti aplikasi dan penciptaan klaster, sehingga memudahkan untuk mengotomatisasi tugas-tugas seperti konfigurasi jaringan, menghubungkan aplikasi ke database, membangun penyeimbang beban dan firewalls dan memperbarui sistem tiket IT service management (ITSM). Dengan Resource Operator for Red Hat Advanced Cluster Management yang dikembangkan dengan fondasi berbasis Kubernetes Operator Red Hat OpenShift untuk merangkum ilmu operasional yang rumit menjadi kode, Advanced Cluster Management dapat memerintahkan Ansible Automation Platform untuk menjalankan tugas secara lebih efisien di luar klaster Kubernetes. Hasilnya adalah alur kerja tunggal terotomatisasi bagi pelanggan untuk mengoperasikan lingkungan Red Hat OpenShift bersama dengan sistem IT tradisional.

Saat Ansible Automation Platform berkembang mencapai 7 juta node Ansible dan menambah kemampuan dengan Red Hat Insights for Ansible Automation Platform, demikian juga potensi untuk memperluas kekuatan otomatisasi ke lebih banyak wilayah bisnis. Ini membantu organisasi untuk lebih baik lagi dalam bersiap menghadapi dunia hybrid cloud terbuka, di mana layanan public cloud, infrastruktur private cloud dan jejak IT tradisional bersatu untuk memenuhi target bisnis yang berevolusi.

Manajemen fleksibel infrastruktur cloud-native dan tradisional dengan lebih sedikit kompleksitas
Sebagai platform Kubernetes kelas enterprise terdepan dalam industri, Red Hat OpenShift adalah komponen penting untuk membangun hybrid cloud yang lebih lincah. Red Hat Advanced Cluster Management memungkinkan organisasi untuk memanfaatkan secara maksimal penggelaran ini dengan memperluas dan meningkatkan klaster Red Hat OpenShift, dengan penambahan kemampuan manajemen generasi selanjutnya seperti penyediaan klaster terkelola, on-premise, bare metal atau di public cloud, terlepas dari campuran lingkungan IT.

BACA JUGA:  Red Hat OpenShift 4.8 Resmi Diumumkan, Ini yang Ditawarkan

Untuk organisasi yang ingin mengurangi kerumitan manajemen sekaligus tetap mendapatkan keuntungan dari Kubernetes enterprise, Red Hat Advanced Cluster Management 2.3 menyertakan dukungan tambahan untuk mengimpor klaster Kubernetes terkelola untuk Red Hat OpenShift on AWS (ROSA), dan klaster OpenShift di sistem IBM Power. Ini dibangun di klaster Kubernetes terkelola dengan dukungan untuk Red Hat OpenShift on IBM Cloud (ROKS), Microsoft Azure Red Hat OpenShift (ARO), Red Hat OpenShift Dedicated (OSD) dan IBM Z. Ini juga mendukung penyediaan klaster Red Hat OpenShift on-premise pada Red Hat OpenStack langsung dari Red Hat Advanced Cluster Management.

Pelanggan juga bisa mengelola klaster dengan lebih efektif dengan menemukan dan mengimpor klaster dari cloud.redhat.com, yang membantu mengelola fitur lebih canggih, dan meringankan tugas manual mengimpor klaster secara individual. Dengan hibernasi klaster, pelanggan juga bisa menjadwalkan klaster yang tidak digunakan menjadi mode hibernasi untuk menghemat sumber daya dan mengelola biaya cloud dengan lebih baik.

Dengan integrasi Red Hat Insights for Red Hat OpenShift, tim juga bisa mendapatkan kecerdasan yang dapat ditindaklanjuti pada kesehatan klaster mereka untuk armada yang dikelola Red Hat Advanced Cluster Management dan mengambil tindakan proaktif dan remediasi berdasarkan analitik yang disediakan dari telemetri berbasis Red Hat OpenShift dan keahlian Red Hat.

Membangun komitmen Red Hat untuk inovasi open source

Melanjutkan dukungan dan kolaborasi di dunia open source selama lebih dari dua dekade, Red Hat Advanced Cluster Management adalah open solution sepenuhnya dan membangun inovasi terbaru proyek open source, termasuk Argo CD, Open Policy Agent dan Submariner.

  • OpenShift GitOps memperluas kemampuan Argo CD untuk visibilitas terintegrasi, membantu pelanggan membuat keputusan berdasarkan informasi dalam skala besar. OpenShift GitOps bekerja bersama dengan kebijakan Red Hat Advanced Cluster Management untuk mendorong kepatuhan dan konfigurasi dalam skala besar untuk penyelerasan CI/CD yang lebih ketat, menambah kemampuan untuk melakukan troubleshoot aplikasi dalam tampilan topologi yang digunakan Argo CD.
  • Tersedia dalam pratinjau teknologi, integrasi dengan Submariner memberikan kemampuan jaringan multi-cluster canggih untuk mengurangi kompleksitas dari penggelaran komponen aplikasi dan persyaratan jaringan di berbagai klaster.
  • Dukungan produksi yang lebih luas untuk Open Policy Agent/gatekeeper, dengan 20-30 OPA/gatekeeper policies baru yang didesain untuk meningkatkan kepatuhan dan manajemen konfigurasi untuk pelanggan.
BACA JUGA:  Fondasi AI dalam solusi 3Dolphins Social CRM berikan keluwesan saat interaksi dengan bot

Dukungan untuk inovasi open source ini memungkinkan tim operasional IT untuk dengan lebih baik menjaga kepatuhan dan konfigurasi dalam standar peraturan, dilanjutkan dengan penegakan kebijakan yang lebih besar untuk membantu mencegah pelanggaran. Tim IT bisa mengembangkan kebijakan yang disesuaikan dan alur kerja manajemen yang memenuhi kebutuhan spesifik mereka, semua dalam lingkungan dengan dukungan Red Hat Advanced Cluster Management.

Ketersediaan
Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes 2.3 akan tersedia secara umum dalam beberapa minggu yang akan datang.

Tags: Red Hat
Previous Post

Kominfo Jadwal Ulang Tahapan Penghentian Siaran Televisi Analog

Next Post

Indonesia Agendakan Tiga Prioritas Sambut Presidensi G20 Tahun 2022

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Desty, Startup Teknologi Berkomitmen Berdayakan UMKM di Tanah Air

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Mengurus Surat Pindah Domisili secara Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Cek Penerima Bansos di Cekbansos.Kemensos.go.id

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antares, Platform IoT Telkom Diakui Dunia Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto