Jakarta, Itech- PT Hartono Istana Teknologi atau dikenal dengan nama Polytron meluncurkan rangkaian smartphone 4G LTE lini Zap 6 yaitu, Zap 6 Posh, Zap 6 Posh Note, Zap 6 Note, Zap 6 Cleo, dan Zap 6 Power di Jakarta, Kamis (28/1). Ke-5 ponsel tersebut disimbolkan Polytron dengan 5 tokoh superhero berbeda yang memiliki keistimewaannya masing-masing.
Selain itu, ke-5 smartphone tersebut dibekali dengan FiraOS, software yang dikembangkan khusus sebagai pembeda produk Polytron dan produk dari merek lainnya. FiraOS ini akan hadir secara ekslusif di smartphone Polytron. Selain itu, kelima ponsel cerdas ini hadir dalam metal dan layar berbekal teknologi anti-gores.
Polytron Zap 6 Posh dan Zap 6 Posh Note dipasarkan secara eksklusif melalui program pre-order di Blibli.com mulai hari ini. Polytron Zap 6 Posh ditawarkan dengan harga Rp1.699.000 dan Polytron Zap 6 Posh Note seharga Rp1.899.000. Sementara itu, Polytron Zap 6 Cleo sudah tersedia di pasaran dengan penawaran harga Rp1.699.000, sedangkan Zap 6 Note ditawarkan seharga Rp2 jutaan. Namun, Polytron masih enggan mengumumkan waktu ketersediaan dan harga Polytron Zap 6 Power.
Menurut Tekno Wibowo, Marketing Director PT Hartono Istana Teknologi, Polytron berencana untuk terus berinovasi, salah satunya adalah melalui investasi di bidang software. “Kami ingin menciptakan software yang dapat memenuhi kebutuhan pasar Indonesia, yaitu melalui FiraOS. Investasi di bidang software ini sendiri telah kami mulai sejak tahun lalu,” ujarnya.
Lebih lanjut Tekno menambahkan, ponsel Polytron ini di produksi di pabrik Kudus, Jawa Tengah ini, sudah memiliki kandungan lokal sebesar 80 persen untuk komponen, produksi dan investasinya dan 20 persen dari sisi pengembangan. “Polytron membuktikan bahwa selain produksi hanset dengan kandungan lokal komponen dalam negeri, Polytron juga concern di sisi pengembangan software,” tegasnya.
Antarmuka FIRA
Dalam acara yang sama Polytron juga memperkenalkan antarmuka terbaru, FIRA OS, yang menjadi penggerak semua ponsel dari lini Zap 6. Sama seperti konsep produk elektroniknya yang mengutamakan kandungan lokal, FIRA juga dibuat dan dikembangkan oleh Polytron tanpa ada tenaga asing.
Eben Haezar selaku CE Assistant Product Manager Polytron mengatakan, “Polytron ingin namanya makin dikenal dengan ekpansinya di jajaran mobile phone, hal ini tentunya perlu pembuktian kepada publik. Setelah melakukan investasi dengan membuat lini produksi di dalam negeri untuk meraih sertifikasi TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri,), Polytron meningkatkan layanan smartphone produksinya dengan mengembangkan perangkat lunak.”
Hal senada juga dikatakan CEO Fira Roberto Hartono. Dikatakan, Fira dibangun dan dikembangkan oleh Polytron tanpa ada tenaga asing. Fira yang merupakan versi Android yang dioptimalkan untuk ponsel Polytron, diklaim sangat memahami pengguna ponsel Indonesia. “Banyak smartphone Android di market yang tidak dibuat untuk pengguna Indonesia, sehingga cenderung membingungkan. Kami ingin melakukan penyesuaian yang dirancang cocok dengan kebiasaan dan kebutuhan pengguna Indonesia,” kata Roberto.
FIRA memiliki beberapa fitur unggulan dibanding antarmuka Android lainnya, seperti FIRA Check Pulsa, FIRA Pay, FIRA Store, dan FIRA Directory. Untuk memudahkan penggunaan FIRA, Polytron meluncurkan sebuah portal dengan berbagai informasi mengenai seluk beluk antarmuka ini di www.fira.id. (red/ju)














