Pada tahun 2022, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menargetkan pertumbuhan 702.372 pengguna atau sekitar 38 persen dari total nama domain terdaftar di Indonesia.
Sementara per 31 Desember 2021, PANDI mencatat total 554.330 nama domain yang teregistrasi telah melampaui target yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 532.213.
Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) Yudho Giri Sucahyo saat konferensi pers di Jakarta, Kamis, 27/01/2022 mengatakan, “Tentunya nanti entah di tahun depan, mungkin di kepengurusan berikutnya, kalau sudah mencapai 1 juta nama domain itu akan menjadi suatu tonggak sejarah.”
Ia mengatakan nama domain Indonesia (.id) berhasil menjadi registri dengan nama domain terdaftar terbanyak di Asia Tenggara pada Juli 2021, mengalahkan Vietnam (.vn), Singapura (.sg), Malaysia (.my), dan Thailand (.th) sebanyak 74.302.
Mengutip data Asia Pacific Top Level Domain Association (APTLD), nama domain Indonesia menguasai sekitar 33 persen pangsa pasar dalam negeri atau 419.648 pengguna pada Juli 2020. Jumlah tersebut naik pada Juli 2021 menjadi 36 persen atau 534.021 pengguna. Sementara pesaing domain .com mencapai 52 persen atau 775.021 pengguna pada periode yang sama.
Baca: PANDI Beri Apresiasi 3 Komunitas yang Membantu SNI Aksara Daerah
Menurut Chief Registry Operator PANDI M. Shidiq Purnama angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang cukup bagus. Ia pun optimis terhadap kenaikan jumlah domain pada tahun ini.
“Kenapa domain .com lebih banyak karena dia mulainya lebih awal. Orang-orang yang mendaftarkan nama domain, awalnya dulu semuanya .com. Tahun 1998-an, orang kalau bisnis internet bicaranya selalu dikaitkan dengan .com,” jelasnya.
Untuk strategi meningkatkan nama domain, PANDI akan terus melakukan kolaborasi dengan para registar yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari upaya membangun brand awareness hingga langkah-langkah pemasaran bersama.
“Domain yang bersifat personal yang disediakan PANDI, seperti .my.id, serta domain untuk bisnis UMKM, seperti .biz.id, dapat menjadi basis yang potensial untuk mendorong pertumbuhan nama domain Indonesia,” harap M. Shidiq Purnama.
Baca: PANDI Luncurkan banggapakai.id, untuk Penjualan Website, Nama Domain .id dan Email
“Domain .my.id, ini salah satu flagship kami supaya nama domain itu terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.
Strategi berikutnya, PANDI akan menyasar ke seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya perusahaan-perusahaan yang selama ini mendominasi penggunaan nama domain. Terlebih, PANDI juga menyediakan berbagai nama domain dengan harga yang bervariasi.
“Bukan hanya perusahaan, tapi juga pengguna seperti mahasiswa atau penjual di marketplace, mereka bisa menggunakan nama domain dengan diintegrasikan kepada platform-platform yang sudah ada saat ini,” tutupnya.














