Jakarta, ItWorks- Sejalan dengan meningkatnya transformasi digital dan era industri 4.0, prospek investasi industri komponen telekomukasi dan informasi di Indonesia makin besar. Peluang ini mendorong PT MC PET Film Indonesia (MFI) dengan meresmikan Perluasan Pabrik Polyester Film (Polyethylene Terephtalate Film) di Cilegon, Banten.
Indonesia masih menjadi negara tujuan investasi yang menarik bagi para pelaku industri global, baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini seiring dengan implementasi kebijakan pemerintah dalam upaya menciptakan iklim usaha yang kondusif.
“Investasi proyek perluasan PT MFI ini menunjukkan bahwa potensi pengembangan industri polyester film khususnya PET Film masih cukup besar di Indonesia,” ujar Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian, Ignatius Warsito dalam sambutannya mewakili Menteri Perindustrian saat Peresmian Perluasan Pabrik Polyester Film (Polyethylene Terephtalate Film) PT MFI) pada (28/07/2022), di Cilegon, Banten yang dilansir dalam siaran pers, baru-baru ini.
Menurutnya, realisasi penanaman modal dari sektor industri selama ini memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian nasional, mulai dari peningkatan devisa hingga penyerapan tenaga kerja lokal.
Disebutkan, pada triwulan I Tahun 2022, perekonomian Indonesia tumbuh positif sebesar 5,01%, hal ini juga dialami sektor industri pengolahan non migas yang tumbuh sebesar 5,47%. Kinerja realisasi investasi Indonesia juga masih cukup tinggi dengan nilai investasi periode Januari – Maret 2022 mencapai 282,4 trilliun.
Pada semester I tahun 2022, kucuran investasi sektor industri sebesar Rp230,8 triliun atau memberikan kontribusi sebesar 39,5% dari total nilai investasi yang mencapai Rp584,6 triliun. Investasi sektor industri tersebut naik double digit hingga 38% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Hal ini menandakan bahwa pasca-pandemi Covid-19, Indonesia masih memiliki daya tarik investasi dengan besarnya pasar yang dimiliki, sumber daya yang melimpah, pertumbuhan ekonomi yang positif, serta adanya dukungan regulasi dari pemerintah,” paparnya.
Presiden Direktur PT MFI Bambang Sastrosatomo menjelaskan, pabrik baru PT MFI memiliki keunggulan teknologi dalam memproduksi polyester film untuk aplikasi komponen elektronik dalam teknologi komunikasi 5G dan 6G. Pabrik baru tersebut akan segera berproduksi secara komersial dengan hampir semua produk akan diekspor yang dapat menghasilkan devisa senilai USD85 juta per tahun.
Investasi perluasan pabrik PT MFI diperkirakan mencapai USD156 juta atau sekitar Rp2,3 trilliun dengan menyerap ratusan tenaga kerja di Indonesia. PT MFI telah beroperasi sejak tahun 1995, dan merupakan bagian dari Mitsubishi Chemical Group, Jepang. Jumlah tenaga kerja PT MFI saat ini sebanyak 440 orang, dengan hampir seluruhnya adalah tenaga kerja Indonesia.
Dengan penambahan tersebut, kapasitas produksi polyester film PT MFI menjadi 45.000 ton per tahun, meningkat lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya yang hanya 20.000 ton per tahun. Guna memastikan ketersediaan bahan baku yang keberlanjutan, PT MFI melakukan integrasi vertikal dengan mengambil alih pengoperasian pabrik PET Resin dari PT Mitsubishi Chemical Indonesia. (AC)














