Data Bank Dunia (World Bank) mencatat Indonesia menduduki urutan keempat di dunia dalam hal jumlah masyarakat yang belum punya akses ke perbankan. Jumlahnya mencapai 95 juta penduduk dewasa Indonesia yang tidak memiliki rekening di institusi keuangan.
Sementara, World Economic Forum di Davos pada 2021 dalam paper berjudul “Pendekatan Baru untuk Penilaian Kredit Mempercepat Inklusi Keuangan di Negara Berkembang” menyebutkan bahwa bentuk alternatif penilaian kredit sukses digunakan di pasar negara berkembang karena data konsumsi konsumennya yang luas.
Melihat peluang itu, belum lama ini, PT GOTO Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merambah ke bisnis analisa kelayakan kredit atau credit scoring, melalui Tokoscore. Melalui layanan ICS dari Tokoscore baru saja meluncurkan produk terbaru yaitu Income Prediction dan Fraud Flags.
Income Prediction dapat memberikan prediksi nilai pendapatan dari calon peminjam untuk membantu para mitra strategis di industri keuangan – seperti bank atau fintech – menilai kapasitas dari para calon peminjam.
Sedangkan Fraud Flags bisa memberikan informasi jika calon peminjam memiliki aktivitas atau perilaku mencurigakan di platform e-commerce, Tokopedia.
”Berbagai produk atau layanan ICS dari Tokoscore diharapkan bisa mempermudah para mitra strategis di industri keuangan menilai kapasitas dan karakter calon peminjam guna menyediakan layanan keuangan ke lebih banyak masyarakat Indonesia, khususnya yang belum mendapatkan akses ke layanan keuangan,” ujar CEO Tokoscore, Herman Widjaja, dikutip dari pemberitaan media nasional, Kamis (22/09/2022).
Baca: Empat Strategi GoTo Perkuat Pangsa Pasar & Dorong Pertumbuhan Bisnis














