Penulis: Nurdian Akhmad
Implementasi solusi digital di PT BPR Bank Bantul (Perseroda) pada 2022 ini berkembang cukup pesat. Salah satu inovasi digital yang mulai diimplementasikan tahun ini oleh Bank Bantul adalah Bank Bantul Mobile. Ini merupakan solusi bisnis untuk mendukung pengembangan bisnis dan peningkatan pendapatan perusahaan.
Aplikasi yang dikembangkan oleh eksternal ini memiliki fitur unggulan antara penarikan tunai menggunakan metode ATM cardless atau tanpa kartu ATM. “Aplikasi Bank Bantul Mobile ini memiliki manfaat antara lain menambah fee based income, memudahkan nasabah dalam bertransaksi, dan sebagai media promosi,” kata Benedict Risdyanto, IT & DB Manager Bank Bantul dalam penjurian TOP DIGITAL Awards 2022 yang dilakukan secara daring, Jumat (11/11/2022).
Hadir pula dalam penjurian ini Handhy Saputro Prabowo (Direktur Kepatuhan Bank Bantul) dan Bambang Suryo Prabowo (HR & GA Manager Bank Bantul).
Inovasi digital lainnya terutama yang terkait peningkatan layanan konsumen adalah WHIS & ISMS. Aplikasi yang dikembangkan internal dan eksternal (kombinasi) ini diimplementasi Bank Bantul sejak 2021.
“Ini merupakan aplikasi informasi ke nasabah via WA dan SMS, dengan fitur unggulannya adalah pengiriman informasi oleh sistem,” kata Risdiyanto.
Menurut Risdiyanto, aplikasi WHIS & ISMS memudahkan Bank Bantul dalam memberikan informasi kepada nasabah.
Bank Bantul juga memiliki solusi digital terkait internal atau operasional perusahaan, yakni CBS Elixir. Aplikasi yang di-develop pihak eksternal ini sudah diimplementasikan Bank Bantul sejak 2013.
CBS Elixir merupakan aplikasi core banking system dari PT Sharing Vision Indonesia yang memiliki fitur unggulan yakni bisa diakses secara online, terintegrasi, custom security, custom function dan wizard. Dengan aplikasi tersebut, kata Risdiyanto, Bank Bantul memiliki basis data yang handal, akuntabel, dan mudah diintegrasikan dengan aplikasi lain.
Inovasi digital lainnya terkait eksternal atau yang diimplementasikan mitra bisnis dan konsumen bernama PPOB Teleanjar. Solusi bisnis yang dikembangkan eksternal ini diimplementasikan Bank Bantul pada 2014. “Ini merupakan aplikasi pembayaran online bekerja sama dengan Teleanjar,” tutur dia.
Memiliki fitur pembayaran yang cukup lengkap, PPOB Teleanjar ini berdampak positif untuk Bank Bantul karena menambah fee based income dan juga sebagai media promosi.
Pengembangan berbagai aplikasi tersebut juga dilakukan Bank Bantul dalam rangka mencapai level Industry 4.0 atau Society 5.0. Di sisi infrastruktur, Bank Bantul membangun jaringan antara Kantor Pusat dengan Kantor Kas menggunakan VPN-IP dengan jalur fiber optic.
“Kami juga sudah memiliki Data Center di Kantor Pusat Bank Bantul dan Disaster Recovery Center di IDC-3D Jakarta,” tutur Risdiyanto.
Untuk keamanan TI, Bank Bantul mengimplementasikan aplikasi CBS yang mendukung pembatasan hak akses untuk tiap pengguna. Sistem keamanan ini juga didukung oleh manajemen password aplikasi CBS Elixir serta penggunaan firewall dan reverse proxy pada jaringan internet.
Menurut Risdiyanto, keberhasilan implementasi solusi digital di Bank Bantul tidak lepas dari peran Heriska Arfiani, direktur utama (dirut) yang juga baru menjabat tahun 2022.
Komitmen dan peran dirut terutama dalam membuat rencana strategis teknologi informasi yang sejalan dengan rencana strategis kegiatan usaha bank.
“Misalnya pembenahan sistem informasi pada web Bank Bantul menjadi lebih informatif dan berbagai media sosial. Dirut juga memantau kinerja teknologi informasi dan mengevaluasi peningkatan kinerja teknologi informasi,” tutur Risdiyanto..
Menurut dia, kerja sama yang sudah sangat terarah antara tim TI dan tim promosi Bank Bantul menghasilkan sistem informasi yang informatif untuk masyarakat.
Hal itulah yang membuat Bank Bantul berhasil menjadi terbaik kedua se-DI Yogyakarta untuk keterbukaan informasi publik PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) kategori BUMD.
Direktur Kepatuhan Bank Bantul Handhy Saputro Prabowo menambahkan, pengembangan digital di Bank Bantul sejalan dengan performa bisnis perusahaan yang diproyeksi meningkat pada 2022 ini.
Berdasarkan laporan kinerja bisnis Bank Bantul, total aset Bank Bantul tahun 2022 ini ditargetkan naik menjadi Rp 541,35 miliar ketimbang Rp 525,21 miliar. Untuk total pendapatan juga ditargetkan naik menjadi Rp 58,77 miliar dibandingkan Rp 51,56 miliar.
Sementara total Capex dan Opex meningkat dari Rp 44,35 miliar pada 2021 menjadi Rp 50,5 miliar. Total laba ditargetkan naik menjadi Rp 8,27 miliar pada 2022 dibandingkan Rp 7,2 miliar. Untuk mendukung transformasi digital tersebut, Bank Bantul pada 2022 ini mengalokasi anggaran TI mencapai Rp 350 juta, naik signifikan dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 141 juta.
Untuk SDM dan talent TI di Bank Bantul pada 2022 ini sebanyak 81 karyawan tetap, dengan 3 orang di antaranya karyawan TI tetap dan satu orang karyawan TI tidak tetap.














