Penulis: Achmad Adhito
Transformasi digital yang berjalan di Sucofindo telah menciptakan sejumlah dampak positif. Itu antara lain adalah kemunculan efisiensi, serta inovasi model operasi di BUMN tersebut.
“Di samping itu, transformasi digital di Sucofindo turut menunjang pertumbuhan pendapatan melalui layanan baru TIC digital,” kata Direktur Utama Sucofindo, Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, dalam presentasi melalui jaringan internet kepada Dewan Juri Top Digital Awards 2022, yang digelar Majalah IT Works bekerja sama dengan sejumlah lembaga (5/12/2022).
Wigrantoro merinci jenis layanan baru tersebut. Pertama, digital inspeksi dan kualitas kontrol batu bara. Kedua, layanan digital pemantauan pengiriman BBM (bahan bakar minyak).
Adapun yang ketiga, adalah layanan digital pemantauan kualitas air limbah.
“Tiga jenis layanan tersebut sudah menjalankan program pemasaran. Dan kami memerkirakan bahwa pada kuartal pertama 2023, sudah ada lima klien dari layanan tersebut,” Wigrantoro menjelaskan.
Kemudian, Wigrantoro menjelaskan adanya satu layanan baru yang pada saat ini di fase inkubasi. Itu adalah layanan digital tata kelola pertambangan mineral dan batu bara.
Ia pun menjelaskan tahapan transformasi digital yang dijalankan Sucofindo. Tahapan tersebut telah berjalan sedari tahun 2016 dan masih berlangsung hingga saat ini.
Tahun 2016 adalah implementasi sistem ERP. Kemudian, pada tahun 2018, Sucofindo menggelar revitalisasi infrastruktur TI. Contoh untuk hal ini adalah adanya proses peningkatan kinerja jaringan TI.
Tahun 2019, 2020, dan 2021, dinamai masing-masing sebagai berikut: Starter #1, Starter #2, dan #Performer 1.
Sedangkan untuk tahun 2022 ini merupakan tahap Performer #2. Di sini, yang dijalankan Sucofindo antara lain Sertifikasi ISO 20000-12018. Juga, ada proses cyber security maturity assessment (CSMA). “Skor yang kami dapat adalah 3,82,” Wigrantoro mengatakan.
Pada tahun 2022 pun, ia menambahkah, Sucofindo telah menggunakan omnichannel untuk pelayanan pelanggan.
Selanjutnya, ia mengatakan bahwa di Sucofindo, transformasi digital pun digunakan untuk mendorong lahirnya inovasi dari para karyawan. Di Sucofindo, ada festival inovasi tiap tahun.
Di tahun 2022, ada 87 peserta festival tersebut. “Ada 10 besar yang terpilih, dan delapan di antara itu, merupakan inovasi TI,” kata Wigrantoro.














