ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Memaksimalkan Value dari Teknologi yang Anda Miliki

Fauzi
12 December 2022 | 12:00
rubrik: Expert
Memaksimalkan Value dari Teknologi yang Anda Miliki

Ilustrasi, Image: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Hans Roth, Senior Vice President & General Manager EMEA, Red Hat

Sangat mudah bagi bisnis untuk masuk ke mode bertahan di saat ini. Rantai pasokan terguncang karena tekanan inflasi dan tenaga kerja; krisis biaya hidup akan memberikan dampak yang besar pada permintaan pelanggan; dan perubahan iklim bukan lagi sesuatu yang terjadi di tempat lain, sementara itu, kasak-kusuk geopolitik menghantui pasar hampir setiap hari. Kita hidup di zaman yang tidak pasti dan tidak bisa ditebak.

Para pemimpin bisnis mungkin tergoda untuk mengetatkan ‘ikat pinggang’ dan bersiap menghadapi ‘badai’. Menunda ambisi pertumbuhan dan melindungi apa yang dimiliki sampai keadaan menjadi lebih baik. Bisa dimengerti apabila investasi yang besar terlihat menjadi semakin berisiko saat ini. Namun bisnis adalah tentang membuat kemajuan terus-menerus melawan kompetisi. Berhenti berarti tertinggal di lintasan di mana Anda mungkin tidak bisa pulih.

Ada jalan tengah yang tidak memaksa Anda untuk menghindari bahaya atau berhenti. Dengan melihat apa yang Anda miliki, mungkin Anda menemukan apa yang Anda butuhkan.

Jika Anda ingin pelajaran terkini mengenai cara melakukannya, cobalah lihat ke sekolah. Ketika COVID-19 melanda dan sekolah terpaksa harus ditutup, pendidikan tidak terhenti. Sekolah melihat apa yang mereka punya; laptop, software komunikasi, komunitas orang tua yang antusias. Hampir dalam satu malam, homeschooling dalam skala masif tercipta.

Memaksimalkan value dari apa yang Anda miliki dimulai dengan mengetahui apa yang Anda miliki.
Mulailah dengan memeriksa teknologi dan software Anda. Dalam kondisi baik, kita tidak selalu meminta banyak dari teknologi yang kita miliki. Kita membeli dan menggunakannya untuk membantu pekerjaan, sementara kemampuan-kemampuan lainnya tidak digunakan. Kini saatnya untuk sepenuhnya mengoptimalkan apa yang yang sudah Anda beli.

BACA JUGA:  Red Hat Akuisisi Perusahaan Keamanan Kubernetes

Jika Anda berlangganan layanan IT, seperti cloud, apakah Anda tahu kemampuan lain yang dimilikinya? Dukungan teknis, pembaruan keamanan, konsultasi bisnis, pendidikan dan pelatihan, jaringan, analitik dan input ke roadmap produk vendor, seharusnya termasuk ke dalam fitur-fitur berlangganan Anda.

Semua ini kadang-kadang sangat mudah dilihat sebagai add-ons yang dekoratif dan akhirnya terlupakan. Padahal, memanfaatkan kemampuan tersebut bisa menjadi jawaban untuk mengoptimalkan tech stack Anda dan menjalankan IT Anda dengan biaya yang lebih efisien. Laporan IDC menyatakan bahwa value layanan berlangganan menunjukkan value dari memaksimalkan investasi Anda sepenuhnya: bisnis yang berlangganan layanan Red Hat mengurangi biaya operasional mereka selama tiga tahun sebesar 35%, mereka juga melaporkan bahwa kinerja tim infrastruktur IT mereka menjadi 38% lebih efisien dan tim pengembangan menjadi 21% lebih produktif.

Selanjutnya, lihat anggota tim Anda. Bisnis bisa jadi terlalu terobsesi dengan jabatan. Ini hanyalah sebagian dari cerita – tentang apa yang sedang dilakukan seseorang, bukan tentang apa yang bisa mereka lakukan. Mengaudit skill yang ada itu lebih bernilai dibandingkan menghilangkan peran. Berdasarkan pengalaman saya, ini selalu tentang menggali talenta yang Anda tidak tahu Anda miliki, dan siapa yang bisa ditugaskan kembali untuk mengisi posisi yang lebih penting.

Lalu kemudian ada ekosistem Anda. Mungkin Anda bahkan tidak menyadari bahwa Anda adalah bagian dari satu ekosistem. Namun, berhenti memikirkan kembali semua bisnis yang Anda sentuh: pelanggan Anda, pemasok, agensi, mitra teknologi. Kemungkinan besar mereka juga merasakan tekanan yang sama dengan Anda.
Manfaatkan hubungan ini. Dengan menghubungi mereka dan bertanya apa yang bisa Anda bantu, Anda mengundang mereka memberi bantuan sebagai balasannya. Imbalannya bisa berupa syarat kontrak yang lebih menguntungkan, masukan untuk pengembangan produk, atau sesederhana bekerja sama untuk menghadapi tantangan yang Anda hadapi. Hal luar biasa akan terjadi saat Anda berkolaborasi.

BACA JUGA:  Resmi Rilis, Red Hat Enterprise 8.5 Siap Perkuat Fondasi Transformasi Multicloud & Inovasi Hybrid

Semua ini menjadi lebih mudah saat Anda menjalankan teknologi open source dalam organisasi dengan budaya terbuka. Open-source stack itu sangat fleksibel, mampu berputar tajam di antara lingkungan infrastruktur yang berbeda dan mengeksplorasi integrasi baru di antara software yang memiliki interoperabilitas. Sementara dalam budaya terbuka, perubahan dan kolaborasi adalah value “business as usual.” Komunitas bukanlah konsep yang kaku, melainkan ekosistem yang sangat terorganisasi dengan proses engagement yang jelas.

Bandingkan dengan bisnis yang dibangun dengan teknologi yang rigid dan proprietary, di mana insting pertamanya adalah kerahasiaan, dan perubahan harus terjadi berdasarkan keputusan dari atas. Satu model seperti memutar kapal tanker di dalam badai, lainnya seperti seorang perenang yang mengubah arah di laut tenang.

Bisnis-bisnis yang berinvestasi dalam teknologi open source dan budaya yang mengikutinya, akan memiliki persiapan yang lebih baik dalam menghadapi masa-masa sulit yang kita hadapi – 92% pemimpin IT merasa solusi open source enterprise penting untuk menjawab tantangan yang terkait dengan COVID-19.

Bisnis menghadapi banyak tantangan yang rumit. Baru saja bisnis berhadapan dengan krisis keuangan global yang paling serius semenjak Great Depression. Yang lebih baru lagi adalah kemunculan COVID-19 entah dari mana dan mengubah kehidupan yang kita ketahui selama ini. Tambahkan dengan kejutan “lokal” – kejatuhan pemerintah, jatuhnya mata uang, bencana banjir dan kebakaran hutan yang merajalela – dan pelajarannya adalah untuk selalu mengharapkan yang tidak diharapkan. Jadi sekarang bersiaplah dan bangun agility yang Anda akan butuhkan.

Tags: Red Hat
Previous Post

Punya Output 2400W, Pembangkit Listrik Portabel EcoFlow DELTA 2 Resmi Rilis di Indonesia

Next Post

Report: 2028, 5G Diproyeksi Jadi Teknologi Terkemuka di Asia Tenggara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

Fauzi
17 October 2026 | 21:26

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anker soundcore C50i, Earbuds Open-Ear dengan FlexiClip

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards: PA Tasikmalaya Terus Perkuat e-Court Wujudkan Peradilan yang Cepat dan Transparan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pangkas Biaya Operasional Agen AI di Lingkungan Enterprise, Couchbase Kembangkan AI Data Plane

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LOKET Luncurkan Platform Event Online Berbayar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto