Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan Satu Sehat menjadi platform utama pemberian layanan kesehatan di Indonesia di masa depan.
Deputi Chief Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes Agus Rachmanto dalam Siaran Sehat, di Jakarta, Senin, 27/02/2023, mengatakan, “Platform ini menjadi semacam ‘jalan tol’ dimana pintu masuknya ada banyak dari berbagai pihak. Misalnya masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah mungkin dari direktorat lain juga akan punya manfaat yang sama dari platform Satu Sehat ini.”
Platform Satu Sehat merupakan salah satu cara Kemenkes mengintegrasikan data rekam medis pasien di fasilitas kesehatan ke dalam satu platform Indonesia Health Services. Platform ini merupakan perwujudan dari pilar ke enam transformasi sistem kesehatan yaitu pilar transformasi teknologi kesehatan.
Diharapkan kehadiran Satu Sehat dapat membuat seluruh pihak dapat merasakan layanan kesehatan yang lebih ringkas dan nyaman. “Jika dulu banyak aplikasi yang harus diakses oleh tenaga kesehatan di lapangan, kini semua data bisa di-input ke platform yang sama dengan standar yang sama pula,” katanya.
Baca: Wamenkes: “SatuSehat akan Mudahkan Pasien Saat Berobat”
Dengan standar yang sama, diharapkan tidak ada satu pun data dalam pemerintahan yang dimanfaatkan secara tidak bertanggung jawab oleh pihak lain. Segala data yang tersimpan pun, sudah tersusun rapih sehingga masyarakat tidak perlu membawa-bawa dokumen, dalam bentuk kertas yang memiliki kemungkinan hilang atau tercecer di suatu tempat.
Data rekam medis pun bisa diakses masing-masing individu sebagai ‘bekal’ untuk berobat di fasilitas kesehatan lainnya. Dikarenakan mencakup riwayat hidup seseorang, para dokter akan lebih mudah memberikan rekomendasi yang sesuai dengan tiap data secara rinci.
Lebih lanjut, Agus memaparkan karena akan menampung data rekam medis yang bersifat personal, Kemenkes juga akan bekerja sama dengan sekitar 9.000 fasilitas kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa rumah sakit vertikal lainnya dalam membangun Satu Sehat.
“Sekitar bulan November-Desember 2022 itu kita sudah roadshow ke rumah sakit yang ada di Pulau Jawa-Bali. Termasuk pengembang sistem kesehatan juga kita undang dan kumpulkan,” terangnya.
Agus menegaskan bahwa data rekam medis merupakan dokumen yang sangat privat. Meski telah menggandeng pihak terkait, masyarakat pun diminta turut menjaga kerahasiaanya dan secara sadar tidak melakukan transaksi yang berpotensi membuat data bocor.
Baca: PeduliLindungi Bertransformasi Jadi Aplikasi Satu Sehat














