ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Studi: 1 dari 2 Eksekutif Alami ‘Kesenjangan Resiliensi’

Fauzi
29 March 2023 | 14:00
rubrik: Research
Studi: 1 dari 2 Eksekutif Alami ‘Kesenjangan Resiliensi’
Share on FacebookShare on Twitter

Meskipun mengalami disrupsi dan ketidakpastian ekonomi selama tiga tahun terakhir, bila bicara tentang resiliensi, sebanyak 53% eksekutif mengakui bahwa perusahaan mereka tidak berada di posisi yang seharusnya.

Hal itu menjadi salah satu temuan utama dalam laporan survei bisnis global oleh SAS, sang pemimpin analitik. Prinsip Resiliensi mengeksplorasi kondisi ketahanan bisnis saat ini dan langkah apa yang diambil perusahaan dalam industri layanan keuangan, ritel, manufaktur, perawatan kesehatan, dan pemerintah untuk menavigasi arah perubahan dan memanfaatkan peluang.

SAS telah mengembangkan Instrumen Asesmen Resiliensi terbaru untuk melengkapi laporan tersebut. Instrumen asesmen gratis secara daring itu memungkinkan para pemimpin bisnis untuk menilai ketahanan perusahaan mereka sendiri berdasarkan lima “prinsip inti resiliensi” yang dieksplorasi dalam riset ini.

Antara Retorika dan Realitas
SAS menyurvei 2.414 eksekutif senior di perusahaan di seluruh dunia yang memiliki lebih dari 100 karyawan. Sebanyak 70% responden optimistis tentang masa depan perekonomian negara mereka, dan 80% saat ini berinvestasi dalam perencanaan dan strategi resiliensi. Namun demikian riset ini menunjukkan kesenjangan antara hal-hal penting yang dimasukkan para eksekutif ke dalam kategori resiliensi, dengan seberapa tangguh sebenarnya perusahaan mereka.

Menurut data survei:

  • Hampir semua (97%) eksekutif percaya resiliensi sangat atau agak penting, namun kurang dari setengah (47%) menganggap perusahaan mereka tangguh.
  • Sekitar setengah (46%) mengakui bahwa mereka tidak siap untuk menghadapi disrupsi dan kesulitan dalam mengatasi tantangan seperti keamanan data (48%), produktivitas (47%) dan mendorong inovasi teknologi (46%).

Meskipun kesenjangan resiliensi adalah realitas saat ini, tetapi 81% responden yakin resiliensi dapat dicapai dengan panduan dan alat yang tepat. Dan lebih dari 90% responden melihat data dan analitik sebagai alat penting untuk strategi resiliensi.

BACA JUGA:  Riset SiteMinder: Tren Wisatawan Kian Bergairah Dan Banyak Mengandalkan Teknologi

“Kami ingin membantu eksekutif di seluruh industri mengungguli pesaing mereka melalui penggunaan data dan analitik untuk membangun strategi resiliensi yang berkelanjutan,” kata Jay Upchurch, Wakil Presiden Eksekutif dan CIO di SAS. “Dengan menggunakan instrumen riset dan penilaian yang kami luncurkan hari ini yaitu Indeks Resiliensi, perusahaan akan dapat mengidentifikasi keunggulan mereka maupun area yang masih dapat ditingkatkan. Wawasan itulah akan membantu mereka menutup kesenjangan dan membentengi peranti dan sistem secara strategis, yang membuat mereka gesit dalam menghadapi tantangan dan disrupsi.”

Lima Prinsip Resiliensi serta Pentingnya Data dan Analitik
SAS mengidentifikasi lima prinsip penting untuk mempertahankan dan memperkuat resiliensi bisnis:

  1. Kecepatan dan kelincahan.
  2. Inovasi.
  3. Kesetaraan dan tanggung jawab.
  4. Budaya dan literasi data.
  5. Rasa ingin tahu.

Disebut sebagai lima Prinsip Resiliensi, riset SAS meneliti bagaimana para eksekutif memprioritaskan dan menerapkan masing-masing prinsip. Satu hal yang jelas: eksekutif dengan resiliensi tinggi menempatkan nilai lebih tinggi dan berinvestasi lebih banyak di tiap area dibandingkan eksekutif dengan resiliensi rendah. Hal ini konsisten dalam respons para responden dari lintas negara dan berbagai sektor industri, yang menunjukkan bahwa para eksekutif memandang hal ini sebagai komponen fundamental untuk strategi resiliensi.

Pelajaran utama dari riset terhadap eksekutif adalah pentingnya peran data dan analitik dalam penerapan Prinsip Resiliensi. Hampir semua eksekutif dengan resiliensi tinggi (96%) menggunakan data dan analitik baik internal maupun eksternal sebagai sumber informasi bagi pengambilan keputusan, yang menjadi kunci untuk menavigasi perubahan dan memastikan kelangsungan bisnis. Eksekutif perusahaan yang sangat tangguh mengklaim lebih banyak menerapkan peranti pengolahan data dibandingkan rekan mereka yang kurang tangguh (93% vs 22%).

BACA JUGA:  SAS Siapkan Program Sertifikasi untuk Cetak Pelajar Jadi Tenaga Ahli Analisis Data

Di Balik Riset: SAS memperkenalkan Indeks Resiliensi
Khusus untuk studi tersebut, SAS menciptakan metodologi penilaian yang disebut Indeks Resiliensi agar dapat memahami mana resiliensi yang tepat badi prioritas dan investasi para eksekutif. SAS mengelompokkan responden ke dalam tiga kategori:

• Resiliensi tinggi: 26%
• Resiliensi sedang: 54%
• Resiliensi rendah: 20%

Saat membandingkan praktik bisnis masing-masing, pandangan eksekutif dengan resiliensi tinggi ternyata memiliki strategi terstruktur yang integral karena tidak sekadar menangani disrupsi tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas bisnis. Strategi resiliensi memengaruhi pengukuran bisnis yang utama termasuk kinerja karyawan dan kepercayaan konsumen.

Belajar dari para eksekutif dengan resiliensi tinggi
SAS telah meluncurkan Instrumen Asesmen Resiliensi sebagai instrumen gratis berdasarkan Indeks Resiliensi bagi siapa saja yang ingin melakukan asesmen bisnis dan perencanaan bisnis mereka sendiri. Ini membantu perusahaan menutup kesenjangan resiliensi yang dimulai dengan mendapatkan data dan analitik yang tepat di tangan para eksekutif. Instrumen ini, bersama dengan wawasan dari laporan para eksekutif yang tangguh, memberikan panduan praktis untuk mendorong resiliensi bisnis yang lebih besar.

“Platform AI/ML SAS kembali memainkan peran krusial saat kami mengubah praktik manufaktur dan komersial kami,” kata Steve Bakalar, Wakil Presiden Transformasi Digital TI di Georgia-Pasifik.

“Riset SAS berupa Instrumen Asesmen Resiliensi berpengaruh besar terhadap metode dan strategi yang kami dorong. Kelima prinsip tersebut merupakan komponen penting untuk menanamkan sumber daya dan resiliensi ke dalam perusahaan yang berupaya berkembang dalam kondisi bisnis yang sangat menantang dan cepat berubah ini,” tutup Steve Bakalar.

Tags: SAS
Previous Post

Laporan Lamudi Mengungkap Kurangnya Pelatihan Agen Properti di Era Ekonomi Digital

Next Post

Ternyata Penjahat Dunia Maya Juga Peduli Keamanan Siber!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

Fauzi
17 October 2026 | 21:26

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

Load More

TERPOPULER

  • Ada Ancaman Mengintai di Game Online Roblox

    Ada Ancaman Mengintai di Game Online Roblox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penawaran Surat Utang Sebesar US$350 Juta Dengan Jangka Waktu 5 Tahun PT Tower Bersama Infrastructure Tbk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AdMedika Hadirkan Healthical, Solusi Digital Kesehatan Terintegrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aduan Konten, Tempat Masyarakat Adukan Konten-Konten Radikal dan Pornografi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto