Laporan Lamudi Property Highlights (LPH) 2022 menunjukan harga menempati peringkat pertama dari tiga keluhan teratas yang disampaikan oleh calon pembeli properti sebanyak 37%, diikuti oleh 24% keluhan mengenai lokasi dan 15% mengeluhkan kualitas layanan yang menempati peringkat ketiga.
Untuk aspek kualitas layanan, mayoritas dari pembeli properti mengeluhkan terbatasnya pengetahuan agen mengenai lokasi properti, infrastruktur penunjang yang ada di sekitarnya dan pengetahuan mengenai prospek pembangunan di sebuah daerah. Pencari properti juga kerap mengeluhkan kurangnya kapabilitas agen dalam memberikan jasa konsultasi dalam penentuan pembelian properti.
Dalam keterangan tertulis, di Jakarta, 11/04/2023, Mart Polman, CEO Lamudi.co.id mengatakan bahwa tiga keluhan utama yang diterima oleh agen menggarisbawahi pentingnya peran agen properti dalam membenahi layanan konsultasi yang diberikan pada calon pembeli properti. Pengalaman yang baik dengan agen menjadi faktor penting dalam pertimbangan para calon pembeli properti sebelum menentukan pilihan.”
“Di sini peran agen dalam memberikan informasi perihal harga, lokasi, serta infrastruktur penunjang seputar lokasi, memainkan peran sangat penting. Dalam hal harga, agen dituntut untuk dapat membantu calon pembeli dalam aspek literasi finansial,” ucap Mart.
Laporan LPH 2022 juga menemukan tiga pengetahuan yang perlu ditingkatkan oleh agen untuk menanggulangi keluhan mengenai harga yang diterima dari calon pembeli properti selama ini. Hal ini mencakup pengecekan kelengkapan dokumen calon pengaju KPR, penghitungan gaji untuk cicilan KPR dan pencarian bank yang sesuai dengan tingkat pendapatan calon pembeli.
Dengan meningkatnya urgensi edukasi literasi finansial bagi calon pembeli ini, pelatihan yang menitikberatkan pada upskilling kompetensi agen dalam edukasi literasi finansial terhadap pembeli semakin diperlukan.
Dalam hal ini, Lamudi.co.id telah mensosialisasikan Rekan Lamudi sebagai sebuah komunitas yang bertujuan untuk memberdayakan agen melalui pelatihan. ”Rekan Lamudi merupakan wujud dari aspirasi kami dalam memajukan SDM properti nasional, dan kami terus meningkatkan kemitraan kami dengan berbagai kantor agen properti, asosiasi dan pemerintah demi mewujudkan agen properti yang kompetitif di era digital properti,” tutup Mart.
Baca: Laporan Lamudi Mengungkap Kurangnya Pelatihan Agen Properti di Era Ekonomi Digital














