Jakarta, Itech- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir membuka “Ritech Expo 2016” dalam rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-21 di Lapangan Manahan Solo, Rabu (10/8).
Hadir dalam pembukaan acara itu sejumlah tamu undangan dan pejabat, diantaranya Presiden ketiga BJ Habibie, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menristekdikti M Nasir, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Mantan Menristek Gusti Muhammad Hatta.
Pameran ini diselenggarakan sebagai upaya untuk mendorong peningkatan pemanfaatan hasil-hasil inovasi untuk peningkatan daya saing industri, membantu menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat dan membangkitkan budaya inovasi di kalangan masyarakat.
Dalam sambutannya, Menristekdikti M Nasir menyatakan bahwa pada peringatan Hakteknas ke-21 ini, Presiden RI ke-3 BJ Habibie dinobatkan sebagai tokoh inovasi nasional. Penghargaan itu sebagai pengakuan terhadap peran-peran Habibie dalam memajukan kajian-kajian teknologi dan inovasi di tanah air. “Mendorong semangat inovator dengan dikeluarkannya kebijakan terkait penyederhanaan pelaporan dana riset, dan telah disetujuinya UU Paten oleh DPR RI untuk menjamin hak royalti bagi inovator yang menciptakan penemuan-penemuan baru,” katanya.
Sedangkan Menko PMK Puan Maharani mengatakan, kemajuan teknologi akan mendorong percepatan pencapaian kesejahteraan suatu bangsa. Kemajuan teknologi itu baru akan tercapai dengan dimulai dari kebangkitan mutu sumber daya manusia dengan mengedepankan pendidikan dan karakter anak bangsa. “Momentum peringatan Hakteknas ini harus menjadi momentum bagi kita untuk terus memperbarui komitmen kita pada inovasi dan kemajuan teknologi. 21 tahun lalu kita sudah mampu memproduksi pesawat N-250 yang terpaksa harus dihentikan produksinya karena situasi saat itu yang tidak memungkinkan. Kini kita memproduksi pesawat N-219. Apakah nantinya bisa bersaing di tingkat internasional, kita pasti perlu saran dan masukan,” ujarnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, dalam sambutannya menyampaikan, sebagai tuan rumah menghaturkan apresiasi yang sangat tinggi kepada Kemenristekdikti, karena menjadikan Solo sebagai tempat acara puncak perayaan Hakteknas 2016. Pihaknya sangat mendukung ditingkatkannya budaya inovasi dan teknologi di kalangan masyarakat, terutama untuk menjadikan teknologi sebagai sarana untuk melestarikan budaya Solo.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Menristekdikti juga menyampaikan penghargaan khusus kepada Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bantaeng, karena dinilai berhasil memanfaatkan, mengembangkan dan inovasi teknologi. Jawa Barat menerima penghargaan Anugerah Budhipura karena mampu melakukan penguatan sistem inovasi. Sedangkan Bantaeng menerima Anugerah Budhipraja karena dinilai telah mandiri dalam pelaksanaan sistem inovasi daerah dan pemanfaatan inovasi dan teknologi dalam pelayanan publik.
Bersamaan dengan itu, juga diserahkan penghargaan Anugerah Prayoga Sala kepada Pustek Material BPPT, untuk mengapresiasi dukungan penguatan inovasi yang dilakukan oleh unit kerja pranata penelitian, pengembangan dan perekayasaan. Anugerah Abyudaya kepada PT Martina Berto bagi sektor industri yang telah berperan aktif dalam pemanfaatan dan upaya produksi hasil penelitian dan pengembangan nasional menjadi produk inovasi.
Kemudian diserahkan juga Anugerah Adibrata kepada Imam Paryanto untuk mengapresiasi masyarakat ilmiah, peneliti dan perekayasa yang telah berperan dalam menghasilkan inovasi yang dapat menghasilkan nilai tambah, baik dalam bentuk komersil, ekonomi maupun sosial budaya. Anugerah Labdha Kretya kepada M. Irawan Nusantra untuk mengapreasiasi masyarakat umum yang berperan aktif mendorong budaya inovasi.
Menko PMK Tinjau RS UNS
Sebelumnya Menko PMK Puan Maharani melakukan peninjauan operasional Rumah Sakit Universitas Negeri Sebelas Maret (RS UNS), Solo, Jawa Tengah. Puan berharap, dengan dioperasionalkannya RS UNS tersebut akan meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat sekitar, terutama Sukohardjo dan Jawa Tengah. “Dengan kehadiran RS UNS ini harus memberi dampak positif bagi peningkatan mutu layanan kesehatan masyarakat sekitar,” paparnya.
Disebutkan, RS UNS merupakan salah satu dari 17 rumah sakit yang ada di kampus, dan memiliki fakultas kedokteran dengan akreditasi A. Sebagai rumah sakit pendidikan, diharapkan ke depan terus melakukan inovasi-inovasi dan kreasi untuk mengembangkan mutu layanan kesehatan. (red/ju}














