Riset dari Asian Development Bank bertajuk Indonesia’s Technology Startups: Voices From the Ecosystem menyoroti tiga aspek pentung yang harus ditingkatkan untuk mengembangkan ekosistem perusahaan rintisan (startup) di Indonesia.
“Ada tiga aspek yang dapat difokuskan untuk meningkatkan ekosistem perusahaan rintisan Indonesia meliputi kualitas inkubator dan akselerator, akses keuangan untuk perusahaan rintisan tahap awal, dan pengembangan bakat,” jelas Peneliti Senior SMERU Research Institute dan penulis utama laporan, Palmira Permata Bachtiar, dalam siaran pers, di Jakarta, Rabu (28/06/2023).
Inkubator dan akselerator dapat memperoleh manfaat dari staf yang lebih baik, terutama karyawan dengan pengetahuan bisnis yang lebih banyak, dan mentor dengan keahlian dan pengalaman sektor.
Riset juga menyoroti pentingnya untuk menemukan dan mengembangkan sumber modal dan dukungan alternatif. Karena perusahaan rintisan baru kesulitan meyakinkan investor untuk menyediakan pendanaan.
Menemukan bakat yang baik juga menjadi tantangan karena pasokan yang sedikit dan persaingan dari perusahaan besar dalam upaya perekrutan. Ini tentu selain dari kebutuhan untuk distribusi dukungan geografis yang lebih baik. Saat ini, pemain kunci dan program terkonsentrasi di Jawa khususnya di Jakarta dan di Bali, sementara daerah lain kurang terlayani
Riset yang berkolaborasi dengan lembaga penelitian SMERU itu juga menunjukkan perusahaan rintisan berorientasi pembangunan di Indonesia, seperti fintech dan e-commerce mendominasi ekosistem digital di Indonesia, akan diuntungkan dengan pengembangan ekosistemnya untuk mewujudkan potensi mereka dan berkontribusi pada pembangunan negara.
Sedangkan perusahaan rintisan yang berfokus di area seperti pendidikan, kesehatan, agrikultur dan teknologi ramah lingkungan berkembang kurang pesat. Meski inovasi-inovasi perusahaan rintisan ini akan berdampak tinggi terhadap pembangunan seperti perbaikan kesehatan dan kesejahteraan, pekerjaan, dan solusi iklim. Namun, mereka sering dianggap berisiko oleh investor dan lembaga keuangan yang ada selama ini.
Menurut Palmira, ketimbang memikirkan satu ekosistem nasional akan lebih baik mempertimbangkan beberapa ekosistem kota dan lokal yang melayani perusahaan rintisan terdekat.
Baca juga: Perusahaan Rintisan Berperan Percepat Pertumbuhan Ekonomi














