ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Studi: 58% Pemimpin Bagian Pergudangan Berencana Gunakan RFID di 2028

Fauzi
30 November 2023 | 16:00
rubrik: Business Solution
Studi: 58% Pemimpin Bagian Pergudangan Berencana Gunakan RFID di 2028

Eric Ananda, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies

Share on FacebookShare on Twitter

Zebra Technologies Corporation, Perusahaan penyedia solusi digital papan atas, Zebra Technologies Corporation, hari ini merilis hasil temuan Global Warehousing Study 2023. Hasil studi ini mengonfirmasikan bahwa 58% pengambil keputusan di bagian atau divisi pergudangan (warehouse) berencana untuk menggunakan teknologi radio frequency identification (RFID) pada tahun 2028, yang akan membantu meningkatkan visibilitas barang persediaan (inventory) mereka dan menghindari terjadinya kehabisan stok.

Dalam lima tahun ke depan, sebagian besar pengambil keputusan di bagian pergudangan berencana untuk menggunakan RFID reader jenis fixed, passive, atau handheld dan solusi pemindaian jenis fixed untuk penggunaan industri yang dapat melakukan tracking terhadap aset, pekerja, dan barang dengan lebih baik di seluruh lingkungan gudang. Tahun ini menandai tahun ke-50 penemuan RFID, yang telah menjadi alat bantu pemecahan masalah bagi pekerja lini depan di bagian pergudangan dan industri-industri lain.

Mempercepat Modernisasi untuk Mengelola Pengembalian
Secara global, 73% pengambil keputusan di bagian pergudangan telah atau akan mempercepat jadwal proyek modernisasi mereka, begitu pula dengan pengambil keputusan di Asia Pasifik (APAC) dengan persentase sekitar 69%. Hal ini akan membantu untuk memecahkan masalah pengelolaan pengembalian barang (return) yang kini telah menjadi tantangan operasional utama yang dihadapi oleh hampir setengah dari pengambil keputusan di sektor pergudangan yang disurvei (47% secara global, 40% di APAC) – studi ini mencatat peningkatan dengan persentase sebanyak 5 poin dari tahun ke tahun di wilayah APAC.

“Peningkatan pengembalian barang yang signifikan sejalan dengan pertumbuhan e-fulfillment selama beberapa tahun terakhir, dan hal ini menjadi sebuah mandat untuk melakukan perubahan di setiap bagian dari rantai pasokan,” ujar Eric Ananda, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies.

BACA JUGA:  Pemerintah Minta Petani Garam Mulai Terapkan Teknologi Prisma

“Hal ini berarti para pemimpin di bagian pergudangan harus memodernisasi operasional mereka dengan menggunakan solusi teknologi untuk menangani pengembalian barang dan meningkatkan kelincahan, visibilitas persediaan barang, serta perkiraan permintaan untuk meningkatkan efisiensi dan membuat keputusan yang lebih baik secara real-time,” sambung Eric.

Beberapa contoh dari solusi-solusi tersebut antara lain adalah komputer mobile TC53/TC58, tablet enterprise ET60/ET65, printer mobile ZQ600 Plus, printer desktop ZD421/ZD411, Zebra VisibilityIQ Foresight, komputer wearable android WS50 RFID, dan printer industri ZT231 RFID.

Hal ini terjadi karena mayoritas pengambil keputusan di bagian pergudangan (76% secara global, 75% di Asia Pasifik) mengatakan bahwa mereka berada di bawah tekanan untuk meningkatkan kinerja sambil menyesuaikan diri dengan pergeseran permintaan konsumen e-commerce.

Menurut hampir 80% staf dan pengambil keputusan bagian pergudangan, persediaan barang yang tidak akurat dan kehabisan stok terus menjadi tantangan yang signifikan terhadap produktivitas. Faktanya, kedua kelompok tersebut – staf (82% secara global, 79% di APAC) dan pengambil keputusan (76% secara global, 79% di APAC) – mengakui bahwa mereka membutuhkan tools manajemen persediaan barang yang lebih baik untuk mencapai akurasi yang lebih baik dan menentukan ketersediaan. Untuk mengatasi masalah ini, sebagian besar pengambil keputusan (91% secara global, 88% di APAC) akan mengatasi kebutuhan ini dengan berencana berinvestasi dalam teknologi guna meningkatkan visibilitas di seluruh rantai pasokan pada tahun 2028.

Mengoptimalkan Operasional untuk Meningkatkan Visibilitas
Para pengambil keputusan di bagian pergudangan juga menambah jumlah pekerja lini depan mereka dengan melakukan otomatisasi pergudangan untuk mengoptimalkan operasional dan meningkatkan visibilitas persediaan. Menurut studi terbaru dari Interact Analysis, meskipun baru-baru ini terjadi perlambatan permintaan untuk proyek otomatisasi (sebagian disebabkan oleh penurunan pembangunan gudang), permintaan ini diperkirakan akan kembali meningkat pada tahun 2024.

BACA JUGA:  Tingkatkan Teknologi Antarmuka Manusia–Mesin, Microchip Kenalkan Hybrid MCU System in Package Bersertifikasi Otomotif

Studi Zebra menemukan bahwa tujuh dari 10 pengambil keputusan di bagian pergudangan (69% secara global, 70% di Asia Pasifik) telah memiliki atau berencana mengotomatiskan alur kerja pada tahun 2024 untuk mendukung staf pergudangan dan mengalihkan mereka untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan bernilai tinggi yang fokusnya melayani kebutuhan pelanggan. Hampir setengah dari pengambil keputusan di bagian pergudangan percaya bahwa otomatisasi meningkatkan efisiensi dan produktivitas pekerja dengan mengurangi pengambilan barang secara manual, kesalahan pesanan, dan waktu siklus.
Sementara itu, sekitar delapan dari 10 staf pergudangan di seluruh dunia (81%) dan di Asia Pasifik (78%) setuju bahwa penggunaan lebih banyak teknologi dan otomatisasi membantu mereka memenuhi atau melampaui target produktivitas.

Seiring dengan peningkatan produktivitas, hal ini akan memberdayakan mentalitas staf terhadap pekerjaan mereka – delapan dari sepuluh staf pergudangan (83% secara global, 82% di Asia Pasifik) yang disurvei juga merasa lebih dihargai ketika perusahaan mereka menyediakan tools teknologi dan otomatisasi untuk membantu mereka melakukan pekerjaan mereka. Demikian pula, lebih dari delapan dari sepuluh pengambil keputusan di sektor pergudangan di seluruh dunia (88%) dan APAC (84%) mengatakan bahwa menambahkan teknologi pergudangan, termasuk perangkat dan robotika, dapat menarik dan mempertahankan para staf, yang mana hal ini sangat penting saat terjadi kekurangan tenaga kerja. Lebih dari separuh pengambil keputusan yang disurvei berencana untuk menerapkan solusi software Machine Learning (52% secara global, 57% di Asia Pasifik) dan analisis prediktif (59% secara global, 63% di Asia Pasifik) pada sarana dan prasarana di perusahaan mereka pada tahun 2028.

Memprioritaskan Keberlanjutan dalam Pengambilan Keputusan
Pada akhirnya, para pengambil keputusan di bagian pergudangan memilih solusi berdasarkan kemampuannya untuk membantu mereka membangun operasional yang berkelanjutan, yang sebagian besar didorong oleh peraturan, biaya atau kekurangan energi, serta ekspektasi pelanggan, pekerja, dan investor.

BACA JUGA:  Dukung Pertumbuhan Bisnis, Zebra Technologies Perluas Service Center di Indonesia

Sebagai contoh, 77% pengambil keputusan di bagian pergudangan global memfokuskan pada pengurangan emisi dan limbah, sementara 84% pengambil keputusan di bagian pergudangan mengakui pentingnya solusi teknologi pergudangan yang dapat memaksimalkan masa pakai baterai. Sentimen ini juga bergema di Asia Pasifik, dengan 74% dan 78% pengambil keputusan di Asia Pasifik menyuarakan hal ini.

Elemen berkelanjutan lainnya yang diprioritaskan oleh para pengambil keputusan saat ini termasuk memastikan waktu penggantian perangkat mobile yang akurat, menghubungkan ke software pemantauan energi untuk memaksimalkan efisiensi, menawarkan program pembelian kembali (buy-back) dan perbaikan bersertifikat/ekonomi sirkular, serta penggunaan bahan yang dapat digunakan kembali dan didaur ulang.

Di luar operasional mereka sendiri, 81% pengambil keputusan di sektor pergudangan global (79% di Asia Pasifik) juga mengatakan bahwa penting bagi vendor teknologi untuk memiliki langkah-langkah keberlanjutan dalam menjalankan bisnis mereka. Pada akhirnya, sektor pergudangan harus terus menerapkan strategi yang lincah untuk menghindari inefisiensi, menghemat sumber daya, dan memberikan keunggulan kinerja bagi karyawan.

Tags: Zebra Technologies
Previous Post

Kominfo Pacu Literasi Digital Untuk Pemilu Damai 2024

Next Post

Ini Tanggapan Kementerian Kominfo Terkait Dugaan Kebocoran Data KPU

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • NVIDIA RTX AI PC Day Back to School Campaign Sambangi UPH Lippo Karawaci

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kinerja BAZNAS Kian Meraih Apresiasi, dari Pengentasan Kemiskinan hingga Bantu Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto