ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Revolusi Teknologi Retail – Bagaimana Menghadirkan Pengalaman Terintegrasi Terbaik?

Fauzi
1 February 2024 | 14:00
rubrik: Expert
Revolusi Teknologi Retail – Bagaimana Menghadirkan Pengalaman Terintegrasi Terbaik?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Shobhan Lakkapragada, Senior Director of Product Management, Edge Computing, Red Hat

Tahun 2024 telah tiba dan keriuhan holiday shopping sudah kita lewati. Apakah Anda berhasil membeli semua kado sebelum musim libur tiba, atau Anda adalah tipe yang belanja di detik-detik terakhir, saya yakin ada beberapa pesan yang Anda ingin sampaikan kepada para peretail agar pengalaman berbelanja Anda lebih lancar lagi. Apakah pengalaman berbelanja di dalam toko kacau? Apakah Anda bisa menggunakan layanan self-checkout? Apakah ada pilihan untuk berbelanja online dan pengambilan di toko yang menyediakan informasi inventori terbaru? Ini adalah pertanyaan yang kita tanyakan kepada diri sendiri sebagai pembelanja, namun bagaimana para peretail mewujudkannya?

Ada banyak potongan dari teka-teki ini, namun yang paling jelas salah satunya adalah AI. AI adalah bagian penting dari transformasi retail, mulai dari self-checkout hingga manajemen inventaris dan banyak lagi. Namun peretail jangan sekadar “mengaktifkan AI” di toko mereka. Mereka harus mengimplementasikan platform enterprise tunggal untuk komputasi edge yang akan mendukung AI dan teknologi penting lainnya dalam strategi transformasi mereka. Dan komputasi edge, di dalam lingkaran kepemimpinan enterprise, terus menjadi topik diskusi. Baik teknologi edge di luar angkasa, kendaraan yang software-defined yang bertindak sebagai perangkat komputasi edge atau sensor jarak jauh di gurun, komputasi edge membantu mendorong inovasi yang transformatif di semua industri.

Tingginya harapan pelanggan dan dinamika perubahan pasar mendorong peningkatan penerapan teknologi retail. Diakselerasi oleh pandemi, restoran dan supermarket harus mengubah model bisnis untuk memberikan pilihan-pilihan seperti penjemputan barang (curbside pickup) dan e-commerce. Upah pekerja juga naik, namun biaya teknologi inti menurun, terutama yang berada di edge. Ini berarti peretail mulai menjajaki solusi baru untuk membantu menghadirkan pengalaman belanja pelanggan yang lebih efisien dan terpersonalisasi, termasuk:

  • Pengalaman berbelanja secara fisik dan online yang nyaman, mulai dari visibilitas inventory yang lebih baik dan real time, serta opsi personalisasi yang lebih mendalam untuk mempercepat pengiriman dan lainnya;
  • Generasi baru layout toko untuk membuat belanja di toko menjadi lebih cepat dan lebih nyaman, baik untuk melihat-lihat barang di toko, atau mengambil barang dari pembelian online;
  • Pengalaman self-checkout yang lebih baik di mana pelanggan bisa mengambil barang mereka dan pergi;
  • Solusi pencegahan kehilangan yang modern untuk mengurangi risiko dan dampak ‘penyusutan’ karena pencurian dan kekerasan.
BACA JUGA:  Industrial AI Senjata Daya Saing Di Tengah Derasnya Perubahan

Komputasi edge bisa membantu peretail meningkatkan pengalaman konsumen secara drastis

Hasilnya, kita melihat peretail, termasuk pelanggan Red Hat, berinvestasi di tiga area inti: modernisasi point of sale (POS), computer vision, dan otomatisasi gudang.

Sebagai contoh, salah satu pelanggan kami yang melayani lebih dari 65 juta pelanggan di seluruh Amerika Utara, dengan 1.200 toko di seluruh negara. Mereka dihadapkan pada biaya operasional yang meningkat, kebutuhan untuk terus meningkatkan pengalaman pelanggan dalam toko saat checkout/dengan program loyalty dan adanya tuntutan untuk terus-menerus mengelola sistem POS di seluruh toko di negara tersebut dengan efisien. Alhasil, peretail ini harus mengevaluasi kembali jejak teknologinya.

Untuk melakukan itu, perusahaan tersebut memilih untuk mengatur ulang infrastruktur POS-nya dengan pendekatan satu platform enterprise untuk komputasi edge menggunakan Red Hat Enterprise Linux (RHEL), Red Hat OpenShift dan Red Hat Ansible Automation Platform.
Upaya ini menjawab 4 tantangan teknis utama, yaitu:

  • Memahami bagaimana mendeploy RHEL dalam format yang berfokus pada edge untuk mengembangkan aplikasi POS baru;
  • Migrasi ke sistem POS tanpa server dengan menempatkan aplikasinya dalam container;
  • Menerapkan postur keamanan yang kuat dan proteksi payment card industry (PCI) menggunakan immutable image (gambar yang tidak bisa diubah) dari RHEL dan aplikasi-aplikasi yang di-containerizing;
  • Mengaktifkan semua peripheral terhubung dan sesuai dengan PCI, seperti pemindai barcode, papan PIN dan printer tanda terima supaya bisa berjalan di aplikasi POS yang dikembangkan kembali.

Peretail itu kemudian memilih untuk memodernisasi infrastruktur POS mereka dengan platform enterprise yang bisa membantu menjawab kebutuhan network edge di industri retail. Dengan pendekatan ini, peretail bisa mendeploy data lebih dekat ke tempat di mana data tersebut dikumpulkan, dan di mana sebagian besar interaksi pelanggan terjadi – dalam kasus ini, di salah satu dari 1.200 toko pelanggan kami.

BACA JUGA:  Dari Indonesia untuk Dunia: Presiden Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee Berbagi Perspektif AI

Sejak modernisasi POS dilakukan, peretail tersebut kini bisa merespons kondisi pasar yang berubah dengan lebih baik dan lebih cepat, menciptakan pengalaman konsumen yang berbeda, dan meningkatkan outcome operasional dengan lebih efisien. Dengan infrastruktur yang handal dan konsisten, mereka bisa untuk sepenuhnya fokus pada kepatuhan dan langkah keamanan.

Saat pemeliharaan atau update keamanan harus dijalankan, otomatisasi membuat tim IT bisa melakukan deploy dalam skala besar, sekaligus menjaga pola pikir security-first. Ini bisa berarti mendeteksi masalah potensial sebelum mencapai produksi dan memitigasi atau langsung menghilangkan masalah tersebut, semuanya karena tim bebas dari kegiatan maintenance rutin dan memakan waktu, untuk berfokus pada hal-hal yang lebih penting: yaitu keamanan IT dan pengalaman pelanggan. Ini akan menghasilkan pengalaman pelanggan yang lebih positif sekaligus mengurangi biaya operasional dan mendongkrak keuntungan.

Perjalanan mungkin berbeda, namun hasil akhirnya sama – meningkatkan pengalaman pelanggan, mendorong efisiensi operasional, dan membuka peluang pendapatan baru.

Inovasi terbuka Red Hat menghadirkan pengalaman “in store” modern

Banyak pelanggan menerapkan solusi modern yang didorong oleh AI dan computer vision dari independent software vendors (ISVs) untuk meningkatkan pengalaman self-checkout konsumen mereka, dengan pengalaman yang lebih user-friendly ketimbang sekadar memindai barcode. Ini artinya pelanggan bisa mengambil barang, meletakkannya dalam keranjang, dan melangkah keluar tanpa harus “check out” atau menunggu di antrian untuk membayar. Sama halnya dengan aplikasi berbasis AI yang bisa membantu menganalisis footfall untuk memahami perilaku konsumen, dan solusi loss prevention modern yang tidak mengandalkan RFID atau security tag yang ditempelkan pada barang.

Untuk menerapkan tipe-tipe aplikasi seperti ini, peretail membutuhkan platform pengembangan aplikasi enterprise modern untuk server dalam toko yang terhubung ke aplikasi core mereka di hybrid cloud. Red Hat OpenShift dan Red Hat OpenShift AI membantu pelanggan mendeploy aplikasi ini – baik yang dikembangkan sendiri atau dibangun dengan ISV – pada platform tersebut.

BACA JUGA:  Mempersiapkan Masa Depan UKM dan Startup Digital dengan Investasi Teknologi yang Tepat

Kami baru-baru ini mengumumkan ketersediaan Red Hat Device Edge. Red Hat Device Edge menyediakan platform yang lebih konsisten yang dirancang untuk lingkungan dengan sumber daya terbatas, terutama yang membutuhkan komputasi untuk perangkat kecil di perangkat edge. Hal ini menjadikannya solusi ideal untuk sistem POS retail. Red Hat Device Edge menggabungkan MicroShift, sebuah proyek komunitas open source yang enterprise-ready dan disupport oleh Red Hat dalam pendistribusiannya, dengan Red Hat Enterprise Linux dan Red Hat Ansible Automation Platform untuk pengelolaan Day 1 dan Day 2 yang lebih konsisten pada ratusan hingga ribuan situs dan perangkat.

Tags: Red Hat
Previous Post

Upbit: GRC Berikan Landasan Kuat untuk Pertumbuhan Berkelanjutan Ekosistem Blockchain

Next Post

Canon-Datascrip Gelar Program CSR ‘Dari Canon untuk Kampoeng Wirausaha’

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Suguhkan Visual Imersif, Ini Jajaran Monitor Gaming Predator dan Nitro Terbaru Acer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melalui MAXStream TV, Telkomsel dan TVRI Perluas Akses Piala Dunia 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenperin Dorong Pelaku IKM Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto