ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

IBM Perkuat watsonx dengan Inovasi di Open Source, Produk dan Ekosistem

Fauzi
23 May 2024 | 10:00
rubrik: Digital
IBM Perkuat watsonx dengan Inovasi di Open Source, Produk dan Ekosistem
Share on FacebookShare on Twitter

IBM mengumumkan beberapa layanan baru untuk platform watsonx satu tahun setelah diluncurkan, serta kemampuan data dan otomatisasi yang dirancang untuk membuat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence – AI) lebih terbuka, hemat biaya, dan fleksibel untuk bisnis. Dalam keynote-nya, di konferensi tahunan THINK, CEO Arvind Krishna memaparkan rencana IBM untuk berinvestasi, membangun, dan berkontribusi pada komunitas open-source AI sebagai bagian inti dari strategi perusahaan.

“Kami sangat percaya dengan inovasi terbuka untuk AI. Kami ingin menggunakan kekuatan open source untuk memberikan AI apa yang berhasil dikerjakan dengan Linux dan OpenShift,” kata Krishna.

“Open berarti pilihan. Open berarti lebih banyak mata meneliti kodenya, lebih banyak pendapat untuk masalah, dan lebih banyak jawaban untuk solusi. Agar teknologi bisa diadopsi secepatnya dan di mana pun, kita harus menyeimbangkan tiga hal: persaingan, inovasi, dan keamanan. Open source adalah cara yang bagus untuk mencapai ketiga-tiganya,” sambungnya.

Melanjutkan komitmennya dengan ekosistem open-source AI, IBM telah membuat model-model kode Granite yang canggih menjadi open-source. Dengan demikian, IBM mengundang klien, developer, dan pakar global untuk membangun dan berinovasi dengan code model AI ini untuk lingkungan perusahaan.

Tersedia hari ini dengan lisensi Apache 2.0 di Hugging Face dan GitHub, model Granite open-source memiliki proses pengembangan, kualitas, transparansi, dan efisiensi yang cukup tinggi. Code models-nya dilatih dengan 116 bahasa pemrograman, dan secara konsisten mencapai kinerja tingkat tinggi di antara LLM (Large Language Models) kode open source lainya.

IBM dan Red Hat juga baru-baru ini meluncurkan InstructLab – sebuah pendekatan revolusioner untuk memajukan inovasi open-source sejati seputar LLM. Metodologi InstructLab memungkinkan pengembangan model dasar yang berkelanjutan melalui kontribusi tambahan yang konstan, seperti halnya pengembangan perangkat lunak open source selama ini.

BACA JUGA:  Red Hat OpenShift AI Support AI Generatif dari IBM watsonx.ai

IBM Consulting juga siap membantu klien memanfaatkan InstructLab dengan data mereka sendiri untuk melatih model AI khusus agar lebih sesuai dengan persyaratan biaya dan kebutuhan kinerja klien.

Gelombang inovasi AI saat ini memiliki potensi manfaat ekonomi sekitar $4 triliun per tahun di berbagai industri.[ii] Namun, menurut Indeks Adopsi AI Global tahunan IBM baru-baru, meskipun 42% perusahaan skala enterprise (> 1.000 karyawan) yang disurvei telah menerapkan AI dalam bisnis mereka, 40% dari perusahaan-perusahaan yang masih mengeksplorasi atau bereksperimen dengan AI belum menerapkan model mereka. Bagi perusahaan yang masih pikir-pikir, 2024 adalah tahun untuk mengatasi hambatan masuk ke ranah AI seperti kesenjangan keterampilan, kompleksitas data, dan – mungkin yang paling penting – kepercayaan atau trust.

Untuk mengatasi tantangan ini, IBM mengumumkan beberapa update yang akan datang untuk asisten-asisten watsonx, salah satunya dengan watsonx Orchestrate untuk membantu klien membangun Asisten AI mereka sendiri.

Hybrid cloud dan AI telah mengubah cara perusahaan berbisnis. Rata-rata perusahaan saat ini mengelola beberapa lingkungan cloud — publik dan private — dan sekitar 1.000 aplikasi, masing-masing dengan beberapa dependensi. Mereka juga berurusan dengan data melebihi beberapa petabyte. Dengan generative AI yang diperkirakan akan meningkatkan hingga 1 miliar aplikasi pada tahun 2028, otomatisasi tidak lagi menjadi pilihan – tapi cara agar bisnis bisa menghemat waktu, memecahkan masalah, dan membuat keputusan lebih cepat.

IBM mengatasi tantangan ini dengan memberikan serangkaian kemampuan otomatisasi bertenaga AI yang akan memungkinkan CIO beralih dari manajemen proaktif lingkungan TI mereka ke otomatisasi prediktif dengan AI. Otomatisasi bertenaga AI akan menjadi alat penting untuk meningkatkan kecepatan, kinerja, skalabilitas, keamanan, dan efisiensi biaya infrastruktur perusahaan.

BACA JUGA:  Pemkot Tangerang Bangun Wifi Gratis Untuk Masyarakat

Di THINK, IBM terus meningkatkan portofolio otomasinya dengan memberi preview aplikasi generative AI baru yang disebut IBM Concert, yang akan tersedia secara umum pada Juni 2024. IBM Concert akan berfungsi sebagai ‘pusat saraf’ dari teknologi dan operasi perusahaan.

Didukung oleh AI dari watsonx, IBM Concert akan memberikan wawasan berbasis generative AI di seluruh portofolio aplikasi klien untuk mengidentifikasi, memprediksi, dan menyarankan perbaikan untuk masalah. Layanan baru ini terintegrasi ke dalam sistem klien yang ada, menggunakan generative AI untuk menghubungkan data dari infrastruktur cloud mereka, source repositories, CI/CD pipelines dan solusi manajemen aplikasi lainnya untuk memberikan overview terperinci dari aplikasi yang terhubung.

IBM terus mengembangkan ekosistem mitra yang kuat untuk menawarkan pilihan dan fleksibilitas kepada klien dengan membawa model pihak ketiga ke watsonx, dan memungkinkan perusahaan perangkat lunak terkemuka untuk meng-embed kemampuan watsonx ke dalam teknologi mereka, serta menawarkan keahlian IBM Consulting untuk transformasi bisnis perusahaan.

IBM Consulting telah memperluas keahlian generative AI globalnya, dengan lebih dari 50.000 praktisi bersertifikat dalam teknologi IBM dan mitra strategis. Ekosistem mitra siap membantu klien mengadopsi dan menskalakan AI yang disesuaikan untuk seluruh bisnis mereka. Mitra-mitra IBM termasuk AWS, Adobe, Meta, Microsoft, Mistral, Palo Alto Networks, Salesforce, SDAIA, dan SAP.

Tags: IBM
Previous Post

Masuk Indonesia, EDGNEX Data Centres by DAMAC Bangun Data Center 15 MW

Next Post

RUPST 2023 Garuda Indonesia Setujui Susunan Direksi dan Komisaris yang Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Terdampak Corona, Samsung Indonesia Pastikan Pasokan Galaxy Z Flip Aman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belanja di Indomaret Kini Bisa Bayar Pakai QRIS Melalui Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gandeng Xacti, V2 Indonesia Kembangkan Hardware LED dan Videotron Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto