ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Untuk Mengetahui Ketahanannya Terhadap Peretasan, Perusahaan Ini Periksa 193 Juta Kata Sandi

Fauzi
19 June 2024 | 14:00
rubrik: Digital
Untuk Mengetahui Ketahanannya Terhadap Peretasan, Perusahaan Ini Periksa 193 Juta Kata Sandi

Ilustrasi, Image: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Penelitian skala besar mengenai ketahanan 193 juta kata sandi, yang disusupi oleh infostealers dan tersedia di darknet, terhadap serangan brute force dan tebakan cerdas (smart guessing attacks) telah dilakukan oleh Pakar Kaspersky.

Berdasarkan hasil penelitian, 45% dari seluruh kata sandi yang dianalisis (87 juta) dapat ditebak oleh penipu dalam satu menit. Hanya 23% (44 juta) kombinasi yang terbukti cukup tahan – untuk memecahkannya memerlukan waktu lebih dari satu tahun. Selain itu, para ahli Kaspersky telah mengungkapkan kombinasi karakter mana yang paling sering digunakan saat membuat kata sandi.

Telemetri Kaspersky menunjukkan lebih dari 32 juta upaya serangan diluncurkan melalui pencuri kata sandi di tahun 2023 saja. Angka-angka ini menunjukkan pentingnya kebersihan digital dan kebijakan kata sandi yang tepat.

Pada bulan Juni 2024, Kaspersky menganalisis 193 juta kata sandi dalam sebuah studi baru, yang ditemukan dalam domain publik di berbagai sumber darknet. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar kata sandi yang ditinjau tidak cukup kuat dan dapat dengan mudah disusupi dengan menggunakan algoritma tebakan cerdas.

Berikut rincian seberapa cepat hal ini dapat terjadi:

  • 45% (87 juta kata sandi) dalam waktu kurang dari 1 menit.
  • 14% (27 juta kata sandi) – dari 1 menit hingga 1 jam.
  • 8% (15 juta kata sandi) – dari 1 jam hingga 1 hari.
  • 6% (12 juta kata sandi) – dari 1 hari hingga 1 bulan.
  • 4% (8 juta kata sandi) – dari 1 bulan hingga 1 tahun.

Para ahli mengidentifikasi hanya 23% (44 juta) kata sandi yang bersifat resisten – sehingga memerlukan waktu lebih dari 1 tahun untuk membobolnya.

Selain itu, sebagian besar kata sandi yang diperiksa (57%) berisi kata dari kamus, sehingga mengurangi kekuatan kata sandi secara signifikan. Di antara rangkaian kosakata paling populer, beberapa kelompok dapat dibedakan:

  • Nama: “ahmed”, “nguyen”, “kumar”, “kevin”, “daniel”.
  • Kata-kata populer: “forever”, “love”, “google”, “hacker”, “gamer”.
  • Kata sandi standar: “password”, “qwerty12345”, “admin”, “12345”, “team”.
BACA JUGA:  Serangan Relay NFC di Smartphone Melonjak 188% di 2026

Analisis menunjukkan bahwa hanya 19% dari seluruh kata sandi berisi tanda-tanda kombinasi yang kuat – kata non-kamus, huruf kecil dan besar, serta angka dan simbol. Pada saat yang sama, penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 39% dari kata sandi tersebut juga dapat ditebak menggunakan algoritma cerdas dalam waktu kurang dari satu jam.

Hal yang menarik adalah penyerang tidak memerlukan pengetahuan mendalam atau peralatan mahal untuk memecahkan kata sandi. Misalnya, prosesor laptop yang kuat akan dapat menemukan kombinasi yang tepat untuk kata sandi yang terdiri dari 8 huruf kecil atau angka menggunakan brute force hanya dalam 7 menit. Selain itu, kartu video modern akan mengatasi tugas yang sama dalam 17 detik. Selain itu, algoritme cerdas untuk menebak kata sandi mempertimbangkan penggantian karakter (“e” dengan “3”, “1” dengan “!” atau “a” dengan “@”) dan urutan populer (“qwerty”, “12345”, “asdfg “).

”Secara tidak sadar, manusia membuat kata sandi yang sangat “‘manusia”, yang berarti ini berisikan kata-kata dari kamus dalam bahasa aslinya, seperti menampilkan nama dan nomor. dll. Bahkan kombinasi yang tampaknya kuat sekalipun jarang benar-benar acak, sehingga dapat ditebak dengan algoritma. Oleh karena itu, solusi paling tepat adalah membuat kata sandi yang benar-benar acak menggunakan pengelola kata sandi yang modern dan andal.

Aplikasi semacam itu dapat menyimpan data dalam jumlah besar dengan aman, memberikan perlindungan yang komprehensif dan kuat terhadap informasi pengguna.” Komentar Yuliya Novikova, Head of Digital Footprint Intelligence di Kaspersky.

Untuk memperkuat kebijakan kata sandi Anda, gunakan tips sederhana berikut:

  • Hampir mustahil untuk mengingat kata sandi yang panjang dan unik untuk semua layanan yang Anda gunakan, namun dengan pengelola kata sandi, Anda hanya dapat mengingat satu kata sandi utama.
  • Gunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap layanan. Dengan begitu, meskipun salah satu akun dicuri, akun lainnya tidak akan ikut dicuri.
  • Frasa sandi mungkin lebih aman bila digunakan kata-kata yang tidak terduga. Meskipun Anda menggunakan kata-kata umum, Anda dapat menyusunnya dalam urutan yang tidak biasa dan memastikan kata-kata tersebut tidak berkaitan. Ada juga layanan online yang akan membantu Anda memeriksa apakah kata sandi cukup kuat.
  • Sebaiknya jangan menggunakan kata sandi yang mudah ditebak dari informasi pribadi Anda, seperti tanggal lahir, nama anggota keluarga, hewan peliharaan, atau nama Anda sendiri. Ini sering kali merupakan tebakan pertama yang akan dicoba oleh penyerang.
  • Aktifkan otentikasi dua faktor (2FA). Meskipun tidak terkait langsung dengan kekuatan kata sandi, mengaktifkan 2FA menambah lapisan keamanan ekstra. Bahkan jika seseorang mengetahui kata sandi Anda, mereka masih memerlukan bentuk verifikasi kedua untuk mengakses akun Anda. Pengelola kata sandi modern menyimpan kunci 2FA dan mengamankannya dengan algoritma enkripsi terbaru.
  • Menggunakan solusi keamanan yang andal akan meningkatkan perlindungan Anda. Ini memonitor internet dan Dark Web dan memperingatkan jika kata sandi Anda perlu diubah.
BACA JUGA:  Laporan Ungkap Pencurian Data Perbankan pada Smartphone Melonjak 3 Kali Lipat di 2024
Tags: Kaspersky
Previous Post

Pemerintah Dorong Akselerasi MPP Digital Wilayah Timur Indonesia

Next Post

HUAWEI MatePad 11.5 S Siap Rilis di Indonesia dengan Layar Anti-Glare

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ASUS Hadirkan ExpertBook P5 G2, Laptop Berteknologi AI untuk Dukung Kerja Profesional Hybrid

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belanja di Indomaret Kini Bisa Bayar Pakai QRIS Melalui Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Riset: Lonjakan Perdagangan Digital Berbasis AI Picu Lonjakan Serangan Bot dan API

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tingkatkan Layanan, IPC TPK Teluk Bayur Teken Kontrak Pelayanan dengan 4 Shipping Lines

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Dari Token Beralih ke Kepercayaan: Memelihara, Mengelola, dan Mengamankan AI ke Tahap Produksi

Dari Token Beralih ke Kepercayaan: Memelihara, Mengelola, dan Mengamankan AI ke Tahap Produksi

Fauzi
23 July 2026 | 14:19

Oleh: Abhas Ricky, Chief Business Officer dan General Manager of Applied AI, Cloudera Organisasi di seluruh Asia Pasifik, termasuk Indonesia,...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

Fauzi
21 July 2026 | 10:51

Oleh: Ashesh Badani, Senior Vice President and Chief Product Officer, Red Hat Kita berada di tengah perubahan mendasar yang membentuk...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto