
Jakarta, Itech- Pameran inovasi teknologi bertajuk “Indonesia Innovations and Innovators Expo (I3E) 2016” akan gelar di Grand Metropolitan, Bekasi pada 17-20 November 2016. Menristekdikti, Mohamad Nasir dijadwalkan akan membuka pameran I3E tersebut.
Pameran yang dimotori oleh Kemristekdikt bekerjasama dengan MCI Management bertujuan membangun iklim yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT), serta mendorong hilirisasi dan komersialisasi hasil penelitian dan pengembangan litbang) di Indonesia.
Dirjen Penguatan Inovasi, Kemristekdikti, Jumain Appe mengatakan, pameran inovasi teknologi ini akan diikuti 105 produk inovasi teknologi karya inovator dalam negeri yang merupakan binaan Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti, serta para inovator lainnya binaan dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). Pada acara pembukaan pameran I3E juga akan dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara Perusahaan Pemula dari peserta insentif Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) Kemenristekdikti dengan beberapa Industri.
Beberapa kegiatan pendukung, dalam acara yang akan berlangsung selama empat hari tersebut, seperti talkshow inovasi dan bisnis, business pitching, education games dari Pusat Peragaan Iptek, serta konsultasi klinik mengenai Hak Kekayaan Intelektual, Standar Nasional Indonesia, hingga Pengawasan Obat dan Makanan. Melalui pameran tersebut, lanjut Jumain, pihaknya ingin menujukkan bahwa bangsa Indonesia mampu menghasilkan produk inovatif dan mendukung perusahaan pemula berbasis teknologi yang didirikan para technopreneur Indonesia.
Lebih lanjut Jumain menambahkan, perlunya mengembangkan entrepreneurship di kalangan masyarakat, peneliti dan inovator, karena entrepreneurship ini jumlahnya sangat besar, baik di perguruan tinggi, litbang mupun yang ada di masyarakat. “Entrepreneurship ini bisa mendorong lahirnya usaha-usaha yang berbasis pada sumber daya alam dan juga berbasis dari sumber daya manusia, ” tegasnya.
Nah, melalui insentif IBT tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada semua masyarakat, perguruan tinggi ataupun litbang agar bisa melahirkan ide-ide dan produk-produk baru yang menjadi usaha-usaha masyarakat atau usaha-usaha yang berbasis pada kemampuan SDM dan SDA. Kemristekdikti terus mendorong peserta insentif IBT untuk lahirnya perusahaan pemula berbasis teknologi. (red/ju)














