Dalam IT (information and technology) master plan, Bank Nagari (Sumatera Barat) punya sejumlah sasaran strategis. Dalam presentasi untuk Dewan Juri Top Digital Awards 2024 (29/10/2024) yang berlangsung secara online, Direktur Keuangan Bank Nagari, Roni Edrian merinci bentuk sasaran strategis tersebut.
Pertama, adalah penguatan tata kelola TI. Poin-poin di situ adalah berikut ini: mengimplementasikan dan mengevaluasi struktur organisasi Divisi TI sesuai tata kelola dan perkembangan bisnis; melengkapi proses pelaksanaan operasional dan kerja sesuai peraturan regulator; mengevaluasi kecukupan dan kapasitas SDM TI sesuai workload analysis.
Kedua, adalah peningkatan keamanan. Poin/tindakan di situ adalah berikut ini: peningkatan infrastruktur keamanan kantor pusat (Redundansi Firewall, Switch Core); penguatan SOC (Security Operation Center); perpanjangan lisensi antivirus; dan perlindungan data nasabah
Yang ketiga, adalah meningkatkan keandalan, kapasitas infrastruktur, dan sarana kerja. Adapun yang keempat, adalah pengembangan dan optimalisasi sistem informasi.
Roni kemudian merinci poin-poin di sasaran strategis ketiga tersebut. Di situ, ada backup dan replikasi DC dan DRC; refreshment perangkat server dan storage yang telah EoS; jaringan komunikasi; virtualisasi server cloud; standardisasi data center; implementasi smart office.
Sedangkan poin-poin di sasaran strategis yang keempat, adalah sebagai berikut: pengembangan dan optimalisasi pendukung ekosistem digital; optimalisasi dan pemeliharaan aplikasi eksis dalam mendukung proses bisnis di tiap unit; pembuatan aplikasi baru dan optimalisasi pemanfaatan data warehouse.
Selanjutnya, ada integrasi antara core banking dengan aplikasi pendukung; pembangunan dan implementasi sistem informasi manajemen – executive dashboard sesuai kebutuhan manajemen dan unit kerja; pembangunan dan implementasi business intelligence dan data analytic; implementasi digitalisasi proses surat-menyurat di seluruh unit di Bank Nagari sebagai salah satu bentuk penerapan budaya digital.
Nilai Belanja TI
Lantas, seberapakah nilai belanja TI di Bank Nagari? Roni Edrian menjelaskan bahwa, untuk tahun 2023, total biaya TI pada Bank Nagari senilai Rp42,545 miliar. Angka ini lebih tinggi ketimbang di tahun 2022 yang senilai Rp37,897 miliar.
Untuk tahun 2023, rasio anggaran TI terhadap total pendapatan Bank Nagari, di angka 0,83%; di tahun 2022 angka itu di 0,79%.
Selanjutnya, rasio anggaran TI terhadap total biaya, sebesar 2,64% di 2023; untuk tahun 2022, angka itu di 2,41%.
Adapun rasio anggaran TI terhadap total laba Bank Nagari, tercatat sebesar 8,18% di tahun 2023. Untuk tahun 2022, angka itu di 8,04%.
Dari segi struktur organisasi, Divisi Teknologi dan Digitalisasi Bank Nagari dibawahkan oleh Direktur Keuangan Bank Nagari. Sedangkan unit yang diatur oleh divisi tersebut, ada beberapa. Itu persisnya adalah Grup Pengembangan Internal Sistem; Grup Pengembangan Eksternal Sistem dan E-Channel; Bagian Support; Bagian Infrastruktur TI; serta Bagian Quality Assurance dan Administasi.
Sedangkan skor IT maturity level milik Bank Nagari, ada di 4,10 untuk tahun 2024. “Dengan skor tersebut, artinya kami ada di ‘level 4’,” Roni Edrian menjelaskan lebih lanjut.
Ada peningkatan skor/level kematangan keamanan siber pada Bank Nagari dari 4.10 (level 4) menjadi 4.28 (level 4). Pada level ini, secara kualitatif dapat digambarkan bahwa proses penerapan keamanan siber pada Bank Nagari sudah terorganisir dengan baik.
Namun, belum dilakukan proses otomatisasi, bersifat formal, dilakukan secara berulang dan ditinjau secara berkala. Serta, implementasi perbaikan dilakukan secara berkelanjutan.
“Oleh karena itu, penerapan keamanan siber pada level ini dapat terukur dengan baik,” papar Roni Edrian.
Bank Nagari pun dalam sistem TI-nya telah memanfaatkan AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan). Dalam hal itu, ada pemanfaatan data/konten baru dari AI. Pun, ada pemanfaatan solusi berbasis AI.
Implementasi kecerdasan buatan pada Bank Nagari saat ini adalah Fraud Detection System (FDS). “Dalam hal ini, AI dapat mendeteksi pola dan anomali terkait transaksi yang terindikasi fraud,” demikianlah Roni Edrian menjelaskan lagi.
RSTI (rencana strategis teknologi informasi) Bank Nagari tahun 2023-2027 berisi target implementasi AI. Itu antara lain berikut ini: chatbot dan virtual assistant; profiling nasabah; dan penyederhanaan proses.














