Pengembangan TI (teknologi informasi) di Great Eastern Life Indonesia berjalan paralel dengan misi perusahaan tersebut. Misi perusahaan tersebut adalah ‘untuk menjadikan hidup lebih indah dengan menyediakan perencanaan keuangan, mempromosikan kesehatan yang baik, dan hubungan yang bermakna’.
“Kami mengembangkan teknologi digital berdasarkan pemenuhan ke misi tersebut,” kata IT Infrastructure and Service Management Departement Head Great Eastern Life Indonesia, Vesa Kurnianto, dalam tanya-jawab dengan Dewan Juri Top Digital Awards 2024 (18/11/2024).
Misi tersebut, Vesa mengatakan, berlangsung dua arah yakni ke nasabah atau pun karyawan Great Eastern Life Indonesia.
Vesa lantas mencontohkan keparalelan antara pengembangan aplikasi TI dengan misi perusahaan tersebut. Dalam poin ‘menjadikan hidup lebih indah dengan perencanaan keuangan’, perwujudannya adalah adanya kemudahan ke para nasabah atau pun calon nasabah melalui teknologi digital.
Pada saat ini, nasabah Great Eastern Life Indonesia banyak yang berusia awal 30-an tahun. “Dan mereka ini enggan kalau harus menelepon call center. Mereka lebih senang memelajari sendiri produk asuransi, dan kami menyediakan fasilitas untuk itu melalui teknologi digital,” Vesa menjelaskan.
Adapun untuk staf perusahaan, sistem digital memberikan kemudahan tertentu. Dalam hal ini, teknologi digital memudahkan pengarsipan. Semula, ada banyak tumpukan dokumen yang tersimpan di gudang, dan hal ini merepotkan pencarian dokumen itu. “Dengan teknologi digital, hal tersebut tak perlu terjadi lagi,” kata Vesa.
Di samping itu, pekerjaan bisa dilakukan dari mana pun. Bahkan tanda tangan pun bisa dilakukan secara digital dan terverifikasi. “Cek klaim nasabah pun bisa berlangsung melalui aplikasi digital. Prosesnya pun menjadi cepat serta mudah,” ucap Vesa lagi.
Dengan percepatan tersebut, pencairan klaim ke nasabah pun bisa lebih cepat.
Hubungan Bermakna
Selanjutnya, Vesa menjelaskan keparalelan poin ‘hubungan yang bermakna’ dalam misi perusahaan tersebut, dengan pengembangan teknologi digital. Dalam hal ini, aplikasi CRM berperan meningkatkan kualitas hubungan antara Great Eastern Life Indonesia dengan para nasabah.
Ia mengatakan, “Dengan CRM, fungsi retensi atau memertahankan nasabah, lebih bagus. Sebab, berbagai history tentang nasabah, bisa terlihat dengan jelas.”
Dalam presentasi untuk Dewan Juri Top Digital Awards 2024 tersebut, Vesa Kurnianto pun menjelaskan sejumlah hal lain. Antara lain, ia mengatakan bahwa IT maturity level di Great Eastern Life Indonesia dinilai setiap tahun. Itu dengan menggunakan konsultan eksternal.
Untuk tahun 2022, skor IT maturity level perusahaan tersebut di 2,1. “Kami menargetkan kenaikan menjadi 2,7 untuk tiga tahun mendatang,” Vesa menjelaskan lagi.
Bagaimana dengan keamanan siber di perusahaan tersebut? Vesa mengatakan bahwa, untuk keamanan siber, TI di perusahaan itu menggunakan tiga lapis firewall. “Jadi, kalau ada hacker mencoba masuk, dia harus melewati tiga lapis pengaman tersebut,” papar dia.
AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan) pun sudah digunakan di perusahaan asuransi tersebut. Itu melalui AI chatbot bernama LiamaAssist. Fasilitas ini digunakan di internal perusahaan asuransi tersebut.
Vesa kemudian mengatakan bahwa LlamaAssist sangat mirip dengan chat GPT. LiamaAssist menjadi salah satu alat untuk mendukung pekerjaan.
Dengan LiamaAssist, seorang karyawan bisa mendapatkan jawaban yang relevan dari berbagai pertanyaan, mendapat saran terkait topik-topik yang luas, serta mendapatkan ide-ide yang kreatif.
LiamaAssist pun dapat membantu menyelesaikan tugas membuat surat elektronik atau membuat daftar tugas; meneliti ide, konsep, atau teknologi baru; mengembangkan konten kreatif terkait pekerjaan, posting blog, dan lain-lain.














