ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Perang Siber Makin Canggih, ITSEC Asia Ungkap Strategi AI untuk 2025

Teguh Imam Suyudi
6 March 2025 | 09:00
rubrik: Digital
Ilustrasi Tim IT

Ilustrasi Tim IT (Gambar: Dok. Lenovo Indonesia)

Share on FacebookShare on Twitter
  • Dengan AI, bisnis dapat mendeteksi ancaman lebih cepat, mengotomatisasi respons, dan membangun strategi keamanan yang proaktif, bukan reaktif.
  • Keamanan AI harus bersifat dua arah—bukan hanya melindungi data yang dianalisis, tetapi juga menjaga integritas AI itu sendiri

Kecerdasan buatan (AI) kini merevolusi dunia keamanan siber, memungkinkan perusahaan mendeteksi, memprediksi, dan menanggulangi ancaman dengan kecepatan dan akurasi tinggi. Seiring meningkatnya risiko siber, ITSEC Asia, perusahaan keamanan siber terkemuka di Asia-Pasifik, mengungkap strategi 2025 yang berfokus pada solusi keamanan berbasis AI untuk menghadapi ancaman digital masa depan.

Menurut laporan industri, investasi global dalam keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) diprediksi melampaui $46 miliar pada 2028, dengan AI mampu memangkas waktu respons insiden hingga 96%.

“AI bukan lagi sekadar tambahan, melainkan kebutuhan utama,” ujar Joseph Edi Lumban Gaol, Presiden Direktur ITSEC Asia, dalam keterangannya, 10/02/2025.

“Dengan AI, bisnis dapat mendeteksi ancaman lebih cepat, mengotomatisasi respons, dan membangun strategi keamanan yang proaktif, bukan reaktif,” imbuhnya.

Pendekatan AI-first yang diterapkan oleh ITSEC Asia didukung oleh tiga teknologi utama: machine learning, analisis perilaku, dan otomatisasi—masing-masing berperan penting dalam memperkuat keamanan siber.

  • Machine Learning (ML) adalah “otak” di balik kemampuan AI untuk belajar dan beradaptasi. Teknologi ini memungkinkan sistem untuk terus menganalisis pola serangan dalam jumlah besar, sehingga dapat mengenali ancaman yang sudah dikenal maupun yang baru muncul.
  • AI secara keseluruhan bertindak sebagai pengendali yang menghubungkan berbagai model machine learning, mengolah informasi ancaman secara real-time, dan menjalankan mekanisme pertahanan prediktif sebelum atau saat serangan terjadi.

Untuk memaksimalkan potensi AI dalam keamanan siber, ITSEC Asia telah mengintegrasikan beberapa teknologi canggih:

  • User and Entity Behaviour Analytics (UEBA) – Mendeteksi aktivitas mencurigakan dan pola perilaku tidak biasa yang sering terlewat oleh sistem keamanan tradisional, memungkinkan deteksi dini terhadap akun atau sistem yang telah diretas.
  • Security Orchestration, Automation, and Response (SOAR) – Mengotomatisasi respons keamanan dalam hitungan detik, sehingga ancaman dapat segera dikendalikan tanpa perlu intervensi manual.
  • Generative AI Intelligence – Menghubungkan data ancaman dari berbagai sumber untuk memperkuat analisis prediktif dan respons keamanan, sehingga dapat mengurangi dampak serangan secara signifikan.
BACA JUGA:  ITSEC Asia Siap Masuk Lantai Bursa

AI tidak hanya memperkuat pertahanan siber, tetapi juga mengubah strategi keamanan dari reaktif menjadi ofensif. Dalam sektor kritis, AI bahkan dapat menetralisir serangan sebelum terjadi. Contohnya, AI dapat mengenali pola enkripsi mencurigakan pada ransomware sebelum menyerang, atau mendeteksi upaya phishing dengan menganalisis email berbahaya secara real-time.

Namun, AI juga membawa tantangan baru. Pelaku kejahatan kini menggunakan AI untuk:

  • Meluncurkan serangan otomatis dalam skala besar tanpa keterlibatan manusia.
  • Membuat deepfake yang bisa memanipulasi identitas dan transaksi keuangan.
  • Mengembangkan malware berbasis AI yang mampu menghindari deteksi.

Selain itu, keamanan AI itu sendiri menjadi perhatian utama. Jika AI menggunakan data yang telah dimanipulasi oleh peretas, sistem pertahanan otomatis bisa menjadi tidak efektif, atau lebih buruk, justru menjadi alat bagi penyerang.

“Bayangkan jika sebuah robot asisten yang tiba-tiba berbalik melawan kita,” ujar Joseph. “Jika peretas merusak sumber data AI, mereka bisa memanipulasi sistem keamanan otomatis sehingga tidak lagi efektif—atau lebih buruk lagi, menjadikannya alat bagi para pelaku kejahatan siber”, tambahnya.

Seperti halnya AI digunakan untuk melawan ancaman, AI itu sendiri juga harus dilindungi dari manipulasi. Artinya, keamanan AI harus bersifat dua arah—bukan hanya melindungi data yang dianalisis, tetapi juga menjaga integritas AI itu sendiri.

  • Jika AI menerima data intelijen yang sudah dimanipulasi oleh peretas, sistem prediksinya bisa disesatkan, sehingga menghasilkan peringatan palsu atau bahkan gagal mendeteksi ancaman nyata.
  • Jika model AI diretas, AI bisa menjadi celah baru bagi serangan siber, misalnya dengan menyebarkan informasi palsu atau mencuri data penting.
  • Penjahat siber juga bisa memanfaatkan AI untuk memberikan rekomendasi keamanan yang salah, sehingga perusahaan malah mengambil keputusan yang justru melemahkan pertahanannya.
BACA JUGA:  Lawan Covid-19, Telkomsel Berikan 1.800 APD ke 12 Rumah Sakit

Menjaga keamanan dua arah berarti bukan hanya menggunakan AI sebagai alat pertahanan, tetapi juga mencegahnya menjadi titik lemah baru dalam sistem keamanan.

Tantangan Dalam Penerapan AI di Indonesia:

  • Minimnya tenaga ahli di bidang AI, sehingga integrasi AI dalam sistem keamanan masih terbatas.
  • Keterbatasan anggaran bagi sektor UMKM, membuat mereka sulit mengakses solusi keamanan siber berbasis AI.
  • Kesadaran akan risiko AI yang masih rendah, sehingga banyak bisnis belum memahami ancaman yang muncul dari teknologi ini.

“AI bukan pengganti para profesional keamanan siber—AI adalah alat pendukung yang memperkuat mereka,” tambah Joseph. “Meski AI bisa mengotomatisasi deteksi dan respons terhadap ancaman, keputusan strategis dan etika penggunaannya tetap bergantung pada keahlian manusia,” imbuhnya.

Untuk mengatasi tantangan ini, ITSEC Asia berinvestasi dalam pelatihan dan sertifikasi, berkolaborasi dengan CERT Indonesia, serta terus berinovasi dalam solusi keamanan berbasis AI. Sebagai pemimpin industri, ITSEC Asia berkomitmen membantu bisnis menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks di era digital.

Tags: ITSEC AsiaKeamanan Berbasis AIPerang SiberStrategi AI 2025
Previous Post

Acer Indonesia Kenalkan Nitro XV242F dan XV275K, Monitor Gaming dengan Refresh Rate 540 Hz

Next Post

ZTE dan Varnion Berkolaborasi Genjot Transformasi Digital Sektor Perhotelan Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infinix Rilis NOTE 60 Ultra, NOTE 60 Pro Pininfarina Edition dan NOTE 60 Pro Eksklusif Yuna Gift Box

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anker Pamer Solix, Gardu Listrik Berjalan yang Bisa Isi Kendaraan Listrik di Summarecon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Mengurus Surat Pindah Domisili secara Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto