ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Berisiko, Generasi Milenial Jarang Verifikasi Lawan Interaksi Onlinenya

Ahmad Churi
19 March 2025 | 16:10
rubrik: Research
April – Juni 2024, Hampir 5 Juta Ancaman Online Target Pengguna Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks-Meskipun merupakan penduduk asli digital, generasi milenial jarang memverifikasi identitas saat interaksi daring, sehingga menempatkan diri mereka pada kerawan risiko. Perlu membangun kebiasaan online yang lebih aman dengan wawasan dari para ahli keamanan siber.

Generasi milenial tumbuh seiring maraknya media sosial dan komunikasi digital – dan dalam banyak hal tampak sebagai generasi yang paling paham teknologi. Namun, penelitian terbaru Kaspersky mengungkap kenyataan yang memprihatinkan. Sebanyak 70% generasi milenial jarang memverifikasi keaslian orang-orang yang berinteraksi dengan mereka secara daring, membuat mereka rentan terhadap risiko dunia maya seperti penipuan identitas, misinformasi, dan penipuan emosional.

Meskipun 64% pernah menghadapi seseorang yang salah menggambarkan identitas mereka, hampir setengahnya masih memercayai informasi yang dibagikan dalam komunitas digital mereka. Kontradiksi ini menyoroti kesenjangan antara keahlian digital yang dipersepsikan dan kesadaran keamanan siber yang sebenarnya.
Psikolog siber Ruth Guest memperingatkan bahwa rasa percaya diri yang berlebihan ini dapat mengarah pada perilaku berisiko. “Ketika kita memercayai kecerdasan digital kita sendiri secara implisit, kita mungkin mengabaikan kemungkinan bahwa orang lain tidak sejujur yang terlihat. Dalam beberapa kasus, individu dengan sifat narsis, psikopat, atau Machiavellian yang kuat mengeksploitasi kepercayaan ini melalui penipuan dan taktik penipuan lainnya,” ujarnya dilansir dalaam rilis pers (19/03/2025) yang diterima redaksi.

Menurutnya, memikirkan kembali kepercayaan digital berarti menerapkan tingkat skeptisisme yang sesuai dengan kehati-hatian di dunia nyata. Pola pikir keamanan siber yang kuat memerlukan lebih dari sekadar keterampilan teknis, namun ia menuntut pemikiran kritis dan kewaspadaan.

Dewasa ini, media sosial telah menjadi tempat yang dituju oleh generasi milenial untuk membagikan kabar penting dalam hidup mereka. Sering kali sebelum memberitahukannya kepada teman dekat atau keluarga. “Penelitian kami menunjukkan bahwa hampir separuh generasi milenial mengunggah berita pribadi yang signifikan secara daring sebelum membicarakannya secara langsung dengan siapa pun. Umpan balik langsung dari like, komentar, dan share dapat menciptakan rasa validasi – tetapi juga disertai risiko,” terangnya.

BACA JUGA:  Tren yang Penting Diketahui Para Pemimpin Bisnis dari Satu Tahun Kerja Jarak Jauh

Sebanyaak 45% generasi milenial merasa nyaman berbagi informasi pribadi atau sensitif secara daring. Hal ini menjadi perilaku yang dapat meningkatkan risiko penipuan phishing, pencurian identitas, dan doxing. Penjahat dunia maya menggunakan informasi yang tersedia untuk umum untuk menyusun serangan yang ditargetkan – mengeksploitasi detail pribadi seperti check-in lokasi, pembaruan tempat kerja, dan status hubungan.

Menurut Marc Rivero, Peneliti Keamanan Utama di Kaspersky, berrbagi informasi pribadi secara berlebihan secara daring dapat membuat individu lebih rentan terhadap pencurian identitas, serangan phishing, dan penipuan rekayasa sosial. Detail pribadi yang dibagikan secara daring, seperti check-in lokasi, status hubungan, dan rutinitas harian, dapat dimanfaatkan untuk penipuan tertarget atau pemantauan tidak sah.“Untuk mengurangi risiko ini, penting untuk mempertimbangkan kembali apa yang dibagikan, memperkuat pengaturan privasi, dan tetap berhati-hati tentang bagaimana jejak digital digunakan,” ujarnya.

Persahabatan Digital

Seiring meningkatnya rasa kesepian di kalangan dewasa muda (di antara generasi lainnya), persahabatan daring telah menjadi bagian penting dari kehidupan sosial. Studi kami menemukan bahwa 29% generasi milenial melaporkan bahwa persahabatan digital berdampak positif pada kesehatan mental mereka. Komunitas daring memberikan rasa memiliki, dan memungkinkan pengguna untuk terhubung dengan individu yang memiliki pemikiran yang sama di seluruh dunia.

Namun, tidak semua interaksi daring bersifat positif. Sepuluh persen generasi milenial melaporkan pengalaman negatif dari interaksi digital. Hal lebih memprihatinkan, 14 persen mengaku membuat profil palsu atau menggunakan identitas palsu sendiri. Statistik ini menyoroti maraknya penipuan digital dan tantangan dalam membedakan antara hubungan yang asli dan yang dibuat-buat.

Psikolog siber Ruth Guest menekankan pentingnya keseimbangan. Ruang digital telah berevolusi menjadi tempat yang aman dan kreatif tempat generasi milenial dapat menjelajahi, belajar, dan terhubung dengan individu yang berpikiran sama. Jika digunakan dengan bijak dan dengan perlindungan yang tepat, media sosial dapat menjadi aset yang luar biasa bagi kesehatan mental seseorang. Media sosial menawarkan platform untuk mengekspresikan diri, rasa memiliki, dan bahkan inspirasi kreatif. Namun, penting untuk diingat bahwa manfaat komunitas daring ini bergantung pada upaya menjaga keseimbangan.

BACA JUGA:  Laporan IDC: Pasar Ponsel Pintar Indonesia Tahun 2022 Turun 14,3 Persen

Ditekankan, sebagai pelaku utama di dunia digital, generasi milenial perlu mengambil langkah proaktif untuk melindungi keberadaan mereka di dunia maya dan mendorong kebiasaan keamanan siber yang lebih kuat pada orang-orang di sekitar mereka. Menerapkan langkah-langkah keamanan yang penting dapat membantu mengurangi paparan terhadap ancaman daring dan menumbuhkan kebiasaan digital yang lebih aman. Beberapa Upaya dan Langkah yanbg bisa dilakukan, di antaranya:

  1. Verifikasi identitas
    • Gunakan pencarian gambar terbalik, dan periksa ulang profil sebelum berinteraksi dengan kontak baru.
  2. Periksa ulang informasi
    • Selalu verifikasi fakta dari berbagai sumber sebelum membagikan atau menindaklanjutinya.
  3. Lindungi informasi pribadi
    • Sesuaikan pengaturan privasi media sosial, dan gunakan pemeriksa privasi online kami untuk meningkatkan keamanan.
    • Perhatikan pembagian lokasi secara real-time untuk menghindari risiko pelacakan.
  4. Hargai privasi orang lain
    • Dapatkan persetujuan sebelum membagikan detail pribadi orang lain.
  5. Tetap teredukasi mengenai penipuan online
    • Kenali tanda-tanda phishing, profil palsu, dan penipuan rekayasa sosial.
  6. Gunakan kata sandi dan alat keamanan yang kuat
Tags: milenial
Previous Post

Nutanix Tunjuk Jay Tuseth Jadi Vice President & General Manager APJ

Next Post

Edge Server, Solusi Couchbase untuk Atasi Tantangan Aplikasi Edge di Dunia Nyata

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infinix Rilis NOTE 60 Ultra, NOTE 60 Pro Pininfarina Edition dan NOTE 60 Pro Eksklusif Yuna Gift Box

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Mengurus Surat Pindah Domisili secara Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Twilio Flex, Permudah Implementasi AI dan Salesforce

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KI Pusat Tegaskan Revisi UU KI Publik Mendesak Di Tengah Derasnya Digitalisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto